Prevalensi pasien skizofrenia mempengaruhi sekitar 24 juta orang atau 1 dari 300 orang (0,32%) di seluruh dunia. Indonesia pasien skizofrenia 630.827 jiwa. Sumatera Barat peringkat kedelapan di Indonesia sebanyak 39,1%. Hampir semua pasien Skizofrenia kronis mengalami kekambuhan berulang kali. Salah satu penyebabnya tidak patuh kontrol berobat. Oleh sebab itu perlu adanya dukungan keluarga untuk mengontrol berobat pada pasien skizofrenia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol berobat pada pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang tahun 2025. Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan Maret s/d Agustus tahun 2025. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 04 – 16 Agustus 2025. Populasi seluruh keluarga penderita skizofrenia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang berjumlah 234 orang dengan sampel 70 orang. Teknik pengambilan sampel proporsional random sampling. Penelitian menggunakan kuesioner dengan cara wawancara terpimpin. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian kurang dari separoh (48,6%) memiliki tidak patuh dalam kontrol berobat skizofrenia. Kurang dari separoh (45,7%) responden memiliki keluarga tidak mendukung. Ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan berobat pada pasien skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang (pvalue=0,000). Kesimpulan penelitian ini dukungan keluarga berhubungan dengan kepatuhan berobat pada pasien skizofrenia. Diharapkan perawat harus melibatkan peran serta keluarga dalam memberikan penyuluhan tentang penyakit skizofrenia kepada keluarga, memberi informasi tentang cara minum obat yang baik dan benar kepada keluarga, mengingatkan keluarga agar membawa pasien ke tempat pelayanan kesehatan untuk kontrol ulang secara teratur.