Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Literasi Konservasi Air Melalui Pelatihan Pemanenan Air Hujan Berbasis Rumah Tangga di Wilayah Perdesaan Sutrisno, Eko; Bashiroh , Ainin; Sukmaningtyas , Yanuarini Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i2.1755

Abstract

Krisis air bersih masih menjadi permasalahan nyata di berbagai wilayah perdesaan, terutama akibat tingginya ketergantungan masyarakat terhadap air tanah dan terbatasnya alternatif sumber air. Salah satu potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah air hujan, yang sebenarnya dapat dijadikan sebagai sumber air bersih rumah tangga apabila dikelola secara tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi konservasi air melalui pelatihan pemanenan air hujan berbasis rumah tangga di Desa Plosobuden, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, diskusi interaktif, serta pelatihan teknis sederhana tentang sistem penampungan dan penyaringan air hujan. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test menggunakan skala Likert untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 2,42 pada pre-test menjadi 3,62 pada post-test, yang mencerminkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap manfaat air hujan dalam konteks ekonomi, lingkungan, dan sosial. Selain itu, partisipasi aktif peserta dalam sesi diskusi dan simulasi menunjukkan antusiasme tinggi dan kesiapan untuk menerapkan teknologi sederhana pemanenan air hujan di lingkungan rumah masing-masing. Dampak lanjutan yang muncul adalah inisiatif gotong royong serta dukungan untuk program konservasi air berskala komunitas. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi konservasi air dan mendorong perubahan perilaku masyarakat perdesaan secara positif. Saran yang diajukan adalah perlunya pelatihan lanjutan, dukungan kebijakan lokal, dan replikasi kegiatan serupa di desa-desa lain dengan kondisi geografis dan sosial yang sebanding, sebagai bagian dari strategi ketahanan air berkelanjutan berbasis masyarakat.