Keberadaan Pondok Pesantren telah memainkan peranan yang besar dalam usaha memperkuat iman, meningkatkan ketakwaan, membina akhlaq yang mulia mengembangkan swadaya masyarakat Indonesia ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa melalui pendidikan non-formal dan formal. Disamping itu Pondok Pesantren menjadi tempat menempuh pendidikan yang berbasis nilai-nilai keislaman secara utuh adalah harapan bagi para orangtua yang memiliki kesibukan dalam bekerja sehingga tidak sanggup untuk memperhatikan bagaimana keseharian anak-anaknya dalam segi pendidikan, pergaulan, dan kehidupan bermasyarakat setiap saat terutama ditengah maraknya pergaulan remaja yang semakin mengkhawatirkan dapat merusak masa depan. Bimbingan yang diberikan di Pesantren tidak hanya dari segi pendidikan formal, tetapi juga bimbingan dalam berkelakuan dalam kehidupan sosial, salah satunya bimbingan yang diberikan oleh mudabbir selaku pembimbing yang ditunjuk oleh pihak pondok pesantren untuk menjadi orangtua asuh selama di Pondok Pesantren agar para santri dapat menyesuaikan diri, hidup mandiri, dan menjalankan fungsi sosialnya dengan baik. Tujuan dari penelitian ini 1). Untuk mengetahui bagaimana strategi bimbingan mudabbir dalam membentuk karakter kemandirian santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Bogor. 2). Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat strategi bimbingan mudabbir dalam membentuk karakter kemandirian santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan pertama strategi bimbingan mudabbir dalam membentuk karakter kemandirian terlihat mengunakan Pendidikan keteladanan dan pengawasan dalam Tri Pusat Pendidikan dan Konsep 6A mengelola rutinitas kehidupan santri. Kedua faktor-faktor pendukung yaitu: Komintem dan dedikasi mudabbir, kegiatan terstruktur, pendidikan dan pembinaan spiritual. Faktor penghambat strategi pembentukan karakter kemandirian santri yaitu: Latar belakang santri dan orangtua serta resistensi perubahan santri.