Nainggolan, Rista Veronika
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Makna Simbolik Perlengkapan Pada Upacara Horja Bius Batak Toba (Kajian Semiotika) Aritonang, Fransiska Risnawati; Situmorang, Roberta Veronika; Nainggolan, Rista Veronika; Purba, Chairo Dhear Nafalia
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.3084

Abstract

Penelitian ini membahas makna simbolik perlengkapan dan bahan makanan dalam upacara adat Horja Bius masyarakat Batak Toba melalui pendekatan semiotika. Horja Bius dipahami sebagai ritual adat yang mengandung nilai spiritual, sosial, dan kosmologis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur ritual seperti hewan persembahan, makanan adat, air suci, perlengkapan sirih, pakaian adat, dan gondang memiliki makna denotatif dan konotatif yang melambangkan kesucian, pengorbanan, perlindungan, kehidupan, serta persatuan, sekaligus meneguhkan identitas dan nilai Dalihan Na Tolu masyarakat Batak Toba.
KAJIAN SEMIOTIKA SIMBOL AMPANG DALAM ADAT BATAK TOBA: PEMBELAJARAN NILAI ETIKA DAN KARAKTER Aritonang, Fransiska Risnawati; Nainggolan, Rista Veronika; Situmorang, Jonatan Francois Tua
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1234

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya pemahaman generasi yang lebih muda mengenai makna simbolik dalam budaya Batak Toba, terutama terkait dengan barang-barang tradisional yang memiliki nilai-nilai filosofis dan kultural. Salah satu simbol yang mulai diabaikan adalah ampang, yang selama ini dianggap sekadar sebagai tempat biasa, padahal ia menyimpan makna yang mendalam dalam konteks sosial dan adat. Di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi, sangat penting untuk kembali menggali nilai-nilai kearifan lokal sebagai fondasi pembentukan identitas budaya dan karakter. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis makna simbolik ampang dalam tradisi Batak Toba dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, agar dapat ditemukan nilai-nilai etika dan karakter yang tersembunyi di dalamnya. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi, wawancara, dan kajian literatur. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ampang tidak sekadar berfungsi sebagai wadah tradisional, melainkan juga sebagai simbol kebersamaan, penghormatan, dan spiritualitas dalam beragam upacara adat seperti paranak mamboan parboru, mangongkal holi, dan saur matua. Analisis semiotik mengungkapkan makna denotatif ampang sebagai barang anyaman dari bambu, sementara secara konotatif, ia merepresentasikan nilai-nilai etika seperti tanggung jawab, kewajiban untuk saling membantu, kejujuran, penghormatan kepada orang tua, serta upaya pelestarian budaya setempat. Simbol ampang berperan sebagai media pendidikan karakter yang menumbuhkan kesadaran moral, spiritualitas, dan identitas budaya bagi generasi muda. Dengan demikian, ampang berfungsi tidak hanya sebagai artefak budaya, namun juga sebagai alat untuk mendidik etika dan karakter yang berlandaskan pada kearifan lokal Batak Toba.
ANALISIS PRAGMATIK PENGGUNAAN DEIKSIS PERSONA, TEMPAT, WAKTU, WACANA, DAN SOSIAL DALAM PODCAST MAUDY AYUNDA PERIODE JULI-AGUSTUS Nainggolan, Rista Veronika; Gurning, Vivi Tetyana; Simbolon, Gresia Wulansari; Sumbayak, Mega Natasya
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1403

Abstract

Perkembangan media digital, terutama podcast, telah mengubah cara berkomunikasi menjadi lebih interaktif dan bersifat pribadi. Dalam hal ini, pemilihan bahasa yang tepat, termasuk deiksis, sangat krusial untuk menciptakan kedekatan antara pengisi suara dan pendengar. Namun, studi mengenai penggunaan deiksis dalam wacana podcast di Indonesia masih tegolong terbatas. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana deiksis persona, lokasi, waktu, wacana, dan sosial diterapkan dalam podcast Maudy Ayunda selama periode Juli hingga Agustus 2025. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada analisis pragmatik. Data yang digunakan berupa ucapan verbal dari empat episode podcast Maudy Ayunda Spotlight yang diperoleh melalui teknik simak dan catat. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa deiksis secara signifikan berfungsi dalam menciptakan kedekatan, menjaga kelangsungan wacana, serta merefleksikan hubungan sosial antara pengucap, mitra bercerita, dan pendengar. Dengan demikian, deiksis memainkan peranan yang krusial dalam strategi komunikasi antarpersonal di dalam media digital. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dalam kajian pragmatik kontemporer, terutama dalam menganalisis wacana podcast Indonesia yang modern.