Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Pembelajaran Terapi Seni Anak Berbasis Edusosiopreneurship untuk Penguatan Identitas Budaya Siswa SD Pacitan Ike Ratnawati; Diana Tien Irafahmi; Mitra Istiar Wardhana; Nazril Ilham Al Khindi; Novia Putri Fadillah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1706

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan prototipe model pembelajaran terapi seni anak berbasis edusosiopreneurship untuk memperkuat identitas budaya siswa sekolah dasar di daerah pelosok. Urgensi pengabdian masyarakat ini berangkat dari ketimpangan akses pendidikan seni serta kecenderungan erosi budaya lokal di era digital, sementara riset terapi seni, pendidikan berbasis budaya lokal, dan pembelajaran kewirausahaan sosial di sekolah dasar masih banyak dikaji secara terpisah. Belum terdapat model terintegrasi yang secara sistematis memadukan terapi seni, kearifan lokal, dan penguatan kompetensi sosial-kewirausahaan dalam konteks pendidikan dasar di wilayah marginal. Model yang dikembangkan memposisikan terapi seni sebagai ruang ekspresi dan regulasi emosi anak, pendidikan budaya sebagai media reafirmasi identitas lokal, serta edusosiopreneurship sebagai penguatan kompetensi empati sosial, kolaborasi, kepedulian komunitas, dan literasi ekonomi sederhana yang sesuai tahap perkembangan siswa SD dan tidak berorientasi komersial. Pengabdian masyarakat menggunakan pendekatan pengembangan ADDIE yang dibatasi pada tiga tahap awal: analisis kebutuhan, perancangan model, dan pengembangan prototipe. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi literatur terstruktur, serta validasi ahli dengan kriteria kelayakan mencakup aspek konseptual, pedagogis, kultural, dan implementatif. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa prototipe model memenuhi kriteria kelayakan konseptual dan desain berdasarkan masukan ahli, serta dinilai relevan dengan karakteristik sekolah dasar di daerah pelosok. Temuan pengabdian masyarakat dibatasi pada validitas dan kelayakan desain model, sehingga belum mengklaim efektivitas peningkatan kemampuan siswa. Pengabdian masyarakat ini merekomendasikan tahap lanjutan berupa uji coba terbatas, uji kepraktisan guru, dan uji dampak awal, disertai strategi implementasi realistis melalui pemanfaatan bahan lokal berbiaya rendah, pelibatan seniman atau komunitas adat, serta panduan pelatihan guru. Model ini diharapkan menjadi kontribusi konseptual bagi pengembangan pembelajaran seni kontekstual yang mendukung Profil Pelajar Pancasila dan penguatan identitas budaya secara berkelanjutan.