Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pendekatan CulturallyResponsive Teaching (CRT) dalam meningkatkan kemampuan bertanyapeserta didik SMP melalui pembelajaran Problem Based Learning (PBL).Penelitian ini dilakukan berlatar belakang rendahnya kemampuan bertanyapeserta didik, khusunya kelas 7H di SMPN 5 Ponorogo. Integrasi CRTdengan PBL bertujuan menciptakan pengalaman belajar yang relevan danmenarik yang dapat meningkatkan kemampuan bertanya peserta didik.Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengandesain penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian ini dilaksanakan dalam duasiklus yaitu pra-siklus sebelum tindakan kelas dan siklus setelah tindakankelas. Tiap siklus meliputi empat tahap, yakni perencanaan, pelaksanaantindakan, pengamatan, dan refleksi yang melibatkan peserta didik kelas 7HSMP Negeri 5 Ponorogo. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara,dan angket untuk mengevaluasi perubahan minat belajar. Teknik analisis datamenggunakan teknik deskriptif komparatif, yang membandingkanketerampilan bertanya peserta didik antara siklus I dan siklus II untukmengetahui peningkatan kemampuan bertanya peserta didik. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa implementasi CRT dan PBL berdampak positif padapeningkatan kemampuan bertanya, ditandai dengan peningkatan jumlahpertanyaan peserta didik dan tercapainya target 25% dari total jumlah kelas.Hasil dari penelitian ini mennjukkan adanya peningkatan signifikan padakemampan bertanya peserta didik. Implikasi penelitian mencakuprekomendasi pengembangan kurikulum, pelatihan guru, dan strategipembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kemampuan bertanya ditingkat SMP. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagisekolah lain dalam menerapkan pendekatan serupa dan menekankanpentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusifdan responsif terhadap kebutuhan budaya peserta didik.