Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penetrasi internet dan transaksi digital terhadap perubahan struktur pasar ritel nasional yang diproksikan melalui jumlah usaha e-commerce di Indonesia pada periode 2018–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori serta memanfaatkan data sekunder berbentuk time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan uji t dan uji F pada tingkat signifikansi 5 persen setelah melalui uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetrasi internet dan transaksi digital di Indonesia mengalami peningkatan selama periode penelitian, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,532 yang menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan variasi data sebesar 53,2 persen. Namun demikian, hasil pengujian menunjukkan bahwa penetrasi internet dan transaksi digital belum memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap jumlah usaha e-commerce. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan struktur pasar ritel nasional kemungkinan juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti tingkat persaingan usaha, kebijakan ekonomi digital, serta dinamika perilaku konsumen dalam berbelanja secara daring. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah data yang digunakan, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain serta menggunakan data yang lebih luas agar dapat memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai dinamika perubahan struktur pasar ritel di era ekonomi digital.