The phenomenon of rapid growth in Al-Qur'an memorization institutions raises concerns about the strength of their knowledge transmission chains as a guarantee of academic legitimacy. This study examines the sanad (knowledge transmission chain) possessed by the leadership of Pondok Pesantren Al-Qur'an Dar 'Ali Al-Banjary in Banjarmasin and explores the factors supporting its continuity. Using a qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation, the research focuses on the sanad maintained by the leaders of the institution. The findings indicate that the sanad is authentically linked to the Prophet Muhammad through trusted teachers, thus considered mu'tabar (valid) within the scholarly community. Key factors supporting the sanad’s continuity include educational background, awareness of its importance, and institutional responsibility in tahfizh education. These results affirm that sanad is fundamental in preserving the authenticity and quality of Al-Qur'an memorization education. Strengthening the sanad is recommended to maintain the academic quality and legitimacy of tahfizh institutions. Fenomena pendirian lembaga tahfizh Al-Qur'an berkembang pesat, namun belum semua lembaga memiliki sanad ilmu yang kuat sebagai jaminan legitimasi keilmuan. Penelitian ini bertujuan mengkaji jaringan sanad ilmu tahfizh yang dimiliki pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur'an Dar 'Ali Al-Banjary Banjarmasin serta faktor pendukung keberlanjutan sanad tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah pimpinan pesantren, sedangkan objeknya adalah sanad ilmu tahfizh yang dimiliki. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sanad ilmu pimpinan lembaga tersebut bersambung secara sah hingga Rasulullah SAW melalui guru-guru terpercaya, sehingga sanad tersebut dapat dinilai mu'tabar (valid). Faktor pendukung utama keberlangsungan sanad meliputi latar belakang pendidikan, kesadaran akan pentingnya sanad, dan tanggung jawab institusional dalam pengajaran tahfizh. Temuan ini menguatkan bahwa sanad ilmu adalah aspek fundamental dalam menjaga keautentikan dan kualitas pendidikan tahfizh Al-Qur'an. Rekomendasi penelitian adalah pentingnya penguatan sanad dalam pengembangan lembaga tahfizh untuk mempertahankan kualitas keilmuan dan legitimasi institusional. Kata Kunci : Pondok Pesantren; Sanad Ilmu; Tahfizh Al-Qur’an.