Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SKRINING JAMUR DERMATOFITA PENYEBAB TINEA CAPITIS PADA KETOMBE PENGHUNI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II A SUNGGUMINASA: SCREENING FOR DERMATOPHITE FUNGUS CAUSING TINEA CAPITIS IN DANDruff IN CORRECTIONAL INSTITUTIONS WOMEN CLASS II A SUNGGUMINASA Sri Utari; Hartati Hartati; Nuramaniyah Taufiq
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 6 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dermatofita merupakan kelompok jamur yang menyerang organ yang mengandung zat keratin seperti stratum korneum kulit, rambut, dan kuku manusia. Penyakit yang disebabkan oleh jamur disebut dermatofitosis. Salah satu jenis penyakit dermatofitosis adalah Tinea capitis.Tinea capitis dapat disebabkan oleh genus Trichophyton dan Microsporum. Faktor penyebab seseorang terkena infeksi jamur yang menyebabkan Tinea capitis adalah suhu, kelembaban, kebersihan diri yang kurang, penggunaan bantal, handuk, topi, sisir secara bersamaan, serta penggunaan hijab yang terlalu lama sehingga menyebabkan kepala lembab. Pada LAPAS perempuan kelas II A Sungguminasa di temukan kelebihan kapasitas narapidana dalam satu ruangan, kurangnya fentilasi pada blok hunia sehingga dapat menyebabkan kelembaban, masalah personal hygiene yang buruk, penggunaan barang pribadi secara bersamaan menjadi faktor timbulnya penyakit kulit pada lembaga pemasyarakatan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil skrining jamur Dermatofita pada ketombe di kepala penghuni Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Sungguminasa, Untuk pemeriksaan Tinea capitis digunakan dua metode pemerikssan yaitu, langsung menggunakan KOH 10% dan mengisolasi sampel pada media Sabroud Dextrosa Agar (SDA) yang telah ditambahkan Kloramfenikol lalu diinkubasi pada suhu 370C selama 14 hari, pemeriksaan mikroskopis dengan menggunakan larutan Lactophenol Cotton Blue (LPCB) kemudian diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 40x. Hasil penelitian didapatkan 4 (40%) hasil positif terinfeksi jamur dermatofita dan 6 (60%) hasil negatif tidak terdapat jamur dermatofita. Kata Kunci : 1; Dermatofita 2; Lapas Perempuan 3; Tinea capitis
DETEKSI TELUR CACING (STH) PADA FESES PEMULUNG YANG TINGGAL DI TPA TAMANGAPA ANTANG: DETECTION OF WORM EGGS (STH) IN THE FEATS OF Scavengers WHO LEAVE AT THE TAMANGAPA ANTANG Nova Lutur; Hartati Hartati; Sulfiani
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 6 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyakit kecacingan merupakan salah satu penyakit yang masih tersebar luas di Indonesia, kejadian ini di sebabkan oleh jenis cacing nematoda usus golongan Soil Transmitted Helminthyang di pengaruhi oleh beberapa faktor antara lain personal hygiene dan sanitasi lingkungan yang buruk. Tempat pembuangan akhir memiliki kondisi lingkungan lembab dan minim sehingga berisiko tinggi menyebabkan para pemulung mengalami infeksi kecacingan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi telur cacing Soil Transmitted Helminthpada feses pemulung. Penelitian bersifat deskriptif sebanyak 20 sampel feses pemulung yang diperoleh dengan teknik purposive sampling dan dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Infeksi Tropis DIII Teknologi Laboratorium Medis Universitas Megarezky. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah metode (Flotasi). Hasil pemeriksaan didapatkan 14 sampel positif telur cacing yakni Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan Hookworm. Pemulung diharapkan dapat memperhatikan dan meningkatkan personal hygienenya. Kata kunci: Tempat Pembuangan akhir; Pemulung; Soil Transmitted Helminth
IDENTIFIKASI TELUR CACING NEMATODA USUS PADA FESES PEMULUNG ANAK-ANAK DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) TAMANGAPA ANTANG Friscila Mutiara; Hartati Hartati; Thaslifa
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 7 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kecacingan merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh infeksi cacing parasit seperti nematoda yang menginfeksi saluran pencernaan manusia.Penyakit kecacingan sering ditemukan di lingkungan dengan sanitasi yang buruk, salah satunya adalah tempat pembuangan akhir (TPA) dan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan pada anak-anak seperti malnutrisi, anemia dan gangguan pertumbuhan.Penelitian bertujuan untuk mengetahui spesies nematoda usus yang menginfeksi pemulung anak-anak.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan responden sebanyak 24 sampel feses yang diperoleh secara teknik purposive sampling.Identifikasi telur cacing dilakukan melalui metode Floatasi.Hasil pemeriksaan diperoleh 17 sampel positif ditemukan telur cacing berupa Ascaris lumbricoides (65%), Trichuris trichiura (24%), dan Necator Americanus (12%).Ini menunjukkan bahwa perlu adanya penanganan lebih lanjut salah satunya adalah dengan pemberian obat cacing yang rutin bagi orang-orang yang memiliki faktor risiko yang besar terkait dengan infeksi kecacingan.
SKRINING BAKTERI GRAM POSITIF MENGGUNAKAN METODE PEWARNAAN GRAM PADA RONGGA MULUT PEROKOK AKTIF Ugi Pangesia Sari; Hartati Hartati; Sulfiani
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 7 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Rongga mulut merupakan jalan masuknya mikroorganisme di dalam tubuh manusia. Bakteri padarongga mulut akan masuk diawali dengan terpaparnya nikotin yang akan berdampak padakerusakan lapisan arteri dan vena sehingga oksigen yang ada dalam sekitar gigi akan berkurangdan merusak sistem respon imun. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan pada prosespertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan bakteri gram positifpada rongga mulut perokok aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknikpengambilan sampel swab rongga mulut dari 10 responden perokok aktif dengan lama merokok 3bulan penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UniversitasHasanuddin Makassar. Metode yang digunakan untuk penelitian ini yaitu kultur bakteri, pewarnaanGram kemudian dilanjutkan dengan uji biokimia. Hasil pengamatan pada kultur bakterimenggunakan media NA (Nutrient Agar) yaitu terdapat koloni bakteri yang tumbuh pada 10media,dilanjutkan dengan pengamatan pewarnaan Gram yaitu didapat 2 sampel yang positif adabakteri Gram positif dan 8 sampel menunjukan hasil negatif. Selanjutnya pada pengamatan ujibiokimia spesies yang ditemukan pada bakteri Gram positif yaitu Streptococcus sp danStaphylococcus epidermis. Dari hasil yang telah dilakukan bahwa terdapat bakteri Gram positifpada 2 responden swab perokok aktif.
Skrinning Jamur Aspergillus sp Pada Rongga Mulut Perokok Aktif di Universitas Megarezky Makassar: Skrinning Jamur Aspergillus sp Pada Rongga Mulut Perokok Aktif di Universitas Megarezky Makassar Hartati Hartati
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jamur Aspergillus sp merupakan jamur patogen yang dapat menyerang manusia tumbuhan dan hewan yang dapat menimbulkan penyakit salah satunya pada manusia yaitu rongga mulut yang dapat di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kebiasaan merokok dan juga kurang menjaga kebersihan rongga mulut. Rongga mulut seorang perokok sangat rentan terkena paparan jamur di karenakan zat zat kimia dari rokok yang dapat merusak lapisan kulit di dalam rongga mulut dan juga dapat merubah kelembapan dan pH mulut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining atau pemeriksaan awal untuk mengetahui apakah ada jamur Aspergillus sp pada rongga mulut perokok aktif. Penelitian ini bersifat deskriptif sebanyak 10 sampel swab rongga mulut perokok aktif yang di peroleh dengan Teknik purposive sampling dan dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah metode Kalium Hidroksida (KOH), kultur dengan media Sabouroud Dextrose Agar (SDA). Hasil identifikasi menggunakan metode Kalium Hidroksida (KOH) menunjukan bahwa terdapat hifa dan konidia pada 6 sampel dan dilanjutkan metode kultur menggunakan media Sabouroud Dextrose Agar (SDA) menggambarkan adanya jenis jamur Aspergillus sp yaitu Aspergillus niger dan Aspergillus fumigatus. Para perokok aktif di harapkan untuk tetap menjaga kebersihan mulut dan mengurangi kebiasaaan merokok. Kata Kunci : Skrining, Perokok Aktif, jamur, Aspergillus sp, Rongga Mulut. Abstract Aspergillus sp. is a pathogenic fungus that can attack humans, plants, and animals. It can cause disease, one of which is in the oral cavity. This can be influenced by several factors, including smoking habits and poor oral hygiene. A smoker's oral cavity is highly susceptible to fungal exposure due to the chemicals in cigarettes, which can damage the skin lining in the oral cavity and also alter the moisture and pH of the mouth. This study aims to conduct a screening or initial examination to determine the presence of Aspergillus sp. in the oral cavities of active smokers. This descriptive study involved 10 oral swab samples from active smokers obtained using purposive sampling and examined at the Microbiology Laboratory of the Faculty of Medicine, Hasanuddin University, Makassar. The examination method used was the Potassium Hydroxide (KOH) method and culture with Sabouraud Dextrose Agar (SDA) medium. Identification results using the Potassium Hydroxide (KOH) method showed the presence of hyphae and conidia in six samples. Further culture using Sabouraud Dextrose Agar (SDA) media indicated the presence of Aspergillus sp. fungi, namely Aspergillus niger and Aspergillus fumigatus. Active smokers are advised to maintain oral hygiene and reduce their smoking habits. Keywords: Screening, Active Smokers, Fungus, Aspergillus sp, Oral Cavity.