Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen konflik, lingkungan kerja, dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada Puskesmas di Desa Munte, Kecamatan Munte. Kinerja karyawan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan kualitas pelayanan kesehatan primer kepada masyarakat, karena kinerja yang optimal akan berdampak langsung pada kepuasan dan kesejahteraan pasien. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai permasalahan, seperti konflik antarpegawai yang tidak terkelola dengan baik, lingkungan kerja yang kurang kondusif, serta rendahnya tingkat disiplin kerja yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif untuk memberikan gambaran sekaligus menguji hubungan antar variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Puskesmas Desa Munte, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan menggunakan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh parsial maupun simultan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen konflik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Lingkungan kerja juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, disiplin kerja turut memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan Puskesmas Desa Munte. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan konflik yang efektif, penciptaan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif, serta penerapan disiplin kerja yang konsisten sangat penting dalam meningkatkan kinerja karyawan dan kualitas pelayanan kesehatan secara menyeluruh.