Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik dari penggunaan pupuk kandang kambing dan abu kayu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah gambut serta bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pupuk kandang kambing dan abu kayu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan yang berada di Jln. Reformasi, Gg Struktur, Pontianak Tenggara, dimulai pada 8 April 2023 sampai 13 Mei 2023. Penelitian ini menggunakan metode Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor 3 taraf perlakuan, 4 sampel dan 3 ulangan. Faktor A adalah dosis abu kayu a1 = 30 ton/ha atau setara dengan 200 g/polybag a2 = 40 ton/ha atau setara dengan 300 g/polybag a3= 50 ton/ha atau setara dengan 400 g/polybag dan Faktor K adalah dosis pupuk kandang kambing k1= 10 ton/ha setara dengan 170 g/polybag k2= 15 ton/ha setara dengan 260 g/polybag k3 = 20 ton/ha setara dengan 340 g/polybag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar tanaman, berat segar umbi dan berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan pupuk kandang kambing dengan dosis 10 ton/ha dan dosis abu kayu 30 ton/ha merupakan dosis yang efisien untuk pertumbuhan lobak pada tanah gambut, karena dengan pemberian dosis pupuk kandang kambing 10 ton/ha memberikan pengaruh berbeda tidak nyata dengan pemberian dosis pupuk kandang kambing 20 ton/ha sedangkan pemberian abu kayu 30 ton/ha berbeda tidak nyata dengan pemberian abu kayu 50 ton/ha. Interaksi antara pupuk kandang kambing dan abu kayu terjadi pada masa pertumbuhan lobak yang dapat dinyatakan pada pengamatan variabel berat kering tanaman.