Sebagai negara berkembang, Indonesia masih bergantung terhadap eksploitasi sumber daya alam untuk sumber pendapatan nasional, seperti komoditas tambang Silika di Kabupaten Sukabumi. Untuk mengembalikan fungsi lahan bekas tambang sesuai peruntukannya, maka area bekas tambang wajib dilakukan kegiatan reklamasi. Dinamika ekologi khususnya struktur tegakan terjadi pada area reklamasi dan area reklamasi tersebut harus memenuhi kriteria keberhasilan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Tujuan penelitian adalah untuk memahami dinamika ekologi pada area reklamasi bekas tambang silica dan mengukur tingkat keberhasilan reklamasi sesuai peraturan perundangan. Penelitian dilaksanakan pada area reklamasi tambang silika dengan plot lingkaran jari-jari (r) 17,8 m (0,1 ha) sebanyak 10 plot (±1 ha). Secara umum, rata-rata diameter pohon di areal reklamasi pada semua plot adalah 18,70 cm (aritmatika) dan 18,99 cm (kuadrat). Grafik yang dibentuk dari hubungan jumlah pohon dengan kelas diameter dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu J-shape terbalik, kurva sebaran normal yang tidak sempurna dan kurva sebaran normal yang sempurna. Rata-rata tinggi total untuk semua plot adalah 11.87 m untuk aritmatika dan 12.25 m untuk Lorey’s. Hasil sampling dari 10 plot lingkaran (1 ha) didapatkan bahwa area reklamasi tersebut mencapai tingkat keberhasilan 96,40%. Beberapa parameter kriteria keberhasilan yang belum terpenuhi diantaranya adalah jumlah tanaman, penutupan cover crop dan tajuk. Terdapat jenis puspa (Schima wallichii) yang tumbuh alami pada area reklamasi dan dapat ditemukan pada plot 2, 5, 6, 7 dan 8. Untuk meningkat keanekaragaman perlu dilakukan proses pengayaan, yaitu menanam jenis tanaman lainnya.