Muhammad Taufiqqurahman
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HELP CARD : EDUKASI PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS YPAC MAKASSAR Gerardus Gun Bora Lamunde; Nurul Mutmainnah; Nurhayati; Muhammad Rifki Septian Hamba; Muhammad Taufiqqurahman; Iskandar Zulkarnaen
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.468

Abstract

Latar belakang: Pelecehan seksual pada anak berkebutuhan khusus adalah masalah yang sangat serius dan memerlukan pendekatan yang berbeda dalam pencegahan dan perlindungannya. Anak berkebutuhan khusus sering kali rentan terhadap pelecehan karena mereka mungkin memiliki kesulitan dalam berkomunikasi atau memahami apa yang terjadi, sehingga membuat mereka lebih mudah menjadi korban. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan edukasi terkait cara mencegah pelecehan seksual dengan menggunakan media seperti help card. Tujuan: Untuk meningkatkan pemahaman anak berkebutuhan khusus terhadap bahayanya pelecehan seksual serta pentingnya upaya pencegahan untuk melindungi diri dari pelecehan seksual. Metode: Pengamatan (observasi), sosialisasi, penyuluhan, dan Monev (monitoring dan evaluasi). Hasil: Melalui penggunaan help card dan metode pembelajaran interaktif, anak-anak menunjukkan kemajuan dalam pemahaman mereka terkait pencegahan pelecehan seksual. Kesimpulan: Edukasi mencegah pelecehan seksual pada anak berkebutuhan khusus menggunakan help card telah berhasil meningkatkan pemahaman anak-anak terkait bahayanya pelecehan seksual serta pentingnya upaya pencegahan untuk melindungi diri dari pelecehan seksual. Anak-anak berkebutuhan khusus telah mampu membedakan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh dan bagian tubuh yang boleh disentuh setelah mendapatkan edukasi tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilanjutkan secara berkelanjutan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak berkebutuhan khusus terhadap pelecehan seksual