Iskandar Zulkarnaen
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

An Overview of Parents' Stress Levels when Accompanying Online Learning for Students Dewi Purnama Windasari; Muh. Sahlan Zamaa; Iskandar Zulkarnaen; Hardiansyah Hardiansyah
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.47 KB)

Abstract

More than 800 million students in the world are learning at home as a result of the covid-19 pandemic. The transition of face-to-face learning to Study From Home (SFH) makes the role of parents very influential in supporting children's success in undergoing online learning systems. Such critical conditions make parents overwhelmed in balancing the role of being a teacher for children at home and also the demands of being a parent which ultimately triggers stress. This study intends to find out an overview of the stress level of parents of elementary school students in online learning in Batua Raya Village, Makassar City. This research is a descriptive study. The population in this study was parents who had elementary school children who carried out online learning as many as 375 students with a total sample of 67 people with a sampling technique in this study was purposive sampling This research used a questionnaire as an instrument for collecting research data. The results of this study found that respondents who had moderate stress totaled 22 people (32.8%) and respondents who had mild stress totaled 45 people (67.2%). The conclusion from the study, that respondents in this study experienced more mild stress. It is recommended that respondents can make interventions related to controlling the stress experienced.
Analisis Faktor Dengan Kejadian Tinea Corporis (KURAP) Terhadap Kebersihan Diri Di Desa Nelayan Wilayah Kerja Puskesmas Padongko Kabupaten Barru Rosdiana Rosdiana; Iskandar Zulkarnaen; Alief Ihram Fatany; Ima Mustika Tri Lestari; Haedir Haedir; Rahmat Pannyiwi
Journal on Education Vol 7 No 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari 2
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.7938

Abstract

Personal hygiene is personal hygiene that is carried out to maintain health, both physically and psychologically. According to Entjang, the definition of personal hygiene or individual hygiene (personal health efforts) is an effort by a person to maintain and improve their own health. The purpose of this study was to analyze the effect of personal hygiene on the incidence of tinea corporis (ringworm) in fishing communities. This research method is an analytical survey study using a cross-sectional research design. The population was 150 people and 50 people were taken randomly, data analysis using the chi-square test and multiple logistic regression. The results of this study are There is a significant relationship between Personal Hygiene (skin hygiene), with the incidence of tinea corporis (ringworm). The conclusion is that the community should maintain personal hygiene by maintaining skin hygiene, to reduce the risk of tinea corvoris (ringworm) disease.
RATU CERIA (REMAJA TANGGUH CEGAH ANEMIA) UPT SMP NEGERI 1 KELARA Dewi Purnama Windasari; Iskandar Zulkarnaen; Esse Puji Pawenrusi; Gresina Kabinubun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i1.427

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan suatu keadaan dengan kadar hemoglobin dan eritrosit yang lebih rendah dari normal. Anemia gizi besi pada remaja putri beresiko lebih tinggi karena menyebabkan seseorang mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingg amudah terkena masalah Kesehatan. Tujuan: untuk meningkatkan kesadaran remaja dalam mencegah terjadinya anemia. Metode: Metode yang digunakan adalah intervensi berupa penyuluhan yang di bawakan oleh narasumber dan pembentukan Ratu Ceria (Remaja Tanggu Cega Anemia). Program RATU CERIA (Remaja Tangguh Cegah Penderita Anemia) sebagai pendukung pencegahan stunting melalui sekolah anak dilakukan dengan 5 tahap yaitu Penyuluhan tentang Anemia, Skrining Anemia, Pemberian Tablet Fe, Pembentukan dan pelatihan Kader RATU CERIA. Hasil: Setelah diberikan Penyuluhan mengenai Anemia pada siswa diberikan Kembali kuesioner posttest, Siswa dapat menjawab soal dengan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 13 siswa (81,25%) dan dengan tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 3 siswa (5\18,75%). Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi.
CETING DELOR “CEGAH STUNTING DENGAN DAUN KELOR” Iskandar Zulkarnaen; Andi Sani Silwanah; Rania Ngaja
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.463

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam1000 hari kehidupan serta infeksi berulang, ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standar dimana menjadi permasalahan yang harus segera di tuntaskan di Indonesia agar menghasilkan generasi cerdas dan berkualitas. Indonesia masuk dalam kategori wilayah dengan masalah stunting yang tinggi karena memiliki angka stunting lebih 30- 39%. Penting untuk memahami seberapa banyak gizi yang terkandung dalam makanan yang diberikan ibu kepada balitanya. Kelor mengandung sangat banyak khasiat karena kandungan dan manfaatnya ada disetiap bagian tanamannya baik untuk kesehatan. Tujuan: Tujuan dari pegabdian dalam bentuk program kuliah kerja nyata. Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengetahuan tentang pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu cara pencegahan stunting di desa Bajiminasa. Metode: Metode yang dilakukan adalah tentang pemanfaatan daun kelor untuk pencegahan stunting bagi anak-anak di desa Bajiminasa. Pengetahuan diukur dengan menggunakan pre-test sebelum kegiatan edukasi dan post-test setelah diberikan penyuluhan. Hasil: Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang di ikuti oleh 10 responden dapat di nyatakan bahwa hasil pengukuran tentangstunting dan pemanfaatan daun kelor sebelum penyuluhan dilakukan diketahui sebanyak 2 ( 20%) ibu tingkat pengetahuannya dikategorikan baik dan kategori cukup 8 (80%). Dan setelah melakukan penyuluhan diketahui sebanyak 10 (100%) ibu tingkat pengetahuannya baik dan cukup tidak ada/nol (0%). Kesimpulan: Berdasarkan presentase tersebut dapat disimpulkan bahwa penyuluhan yang dilakukan terindikasi berhasil terhadap ibu terkait stunting dan pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu pencegahan stunting.
HELP CARD : EDUKASI PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS YPAC MAKASSAR Gerardus Gun Bora Lamunde; Nurul Mutmainnah; Nurhayati; Muhammad Rifki Septian Hamba; Muhammad Taufiqqurahman; Iskandar Zulkarnaen
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.468

Abstract

Latar belakang: Pelecehan seksual pada anak berkebutuhan khusus adalah masalah yang sangat serius dan memerlukan pendekatan yang berbeda dalam pencegahan dan perlindungannya. Anak berkebutuhan khusus sering kali rentan terhadap pelecehan karena mereka mungkin memiliki kesulitan dalam berkomunikasi atau memahami apa yang terjadi, sehingga membuat mereka lebih mudah menjadi korban. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan edukasi terkait cara mencegah pelecehan seksual dengan menggunakan media seperti help card. Tujuan: Untuk meningkatkan pemahaman anak berkebutuhan khusus terhadap bahayanya pelecehan seksual serta pentingnya upaya pencegahan untuk melindungi diri dari pelecehan seksual. Metode: Pengamatan (observasi), sosialisasi, penyuluhan, dan Monev (monitoring dan evaluasi). Hasil: Melalui penggunaan help card dan metode pembelajaran interaktif, anak-anak menunjukkan kemajuan dalam pemahaman mereka terkait pencegahan pelecehan seksual. Kesimpulan: Edukasi mencegah pelecehan seksual pada anak berkebutuhan khusus menggunakan help card telah berhasil meningkatkan pemahaman anak-anak terkait bahayanya pelecehan seksual serta pentingnya upaya pencegahan untuk melindungi diri dari pelecehan seksual. Anak-anak berkebutuhan khusus telah mampu membedakan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh dan bagian tubuh yang boleh disentuh setelah mendapatkan edukasi tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilanjutkan secara berkelanjutan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak berkebutuhan khusus terhadap pelecehan seksual