Iskandar Zulkarnaen
Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN SENAM REMATIK TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI RHEUMATOID ARTHRITIS DI JALAN BAHAGIA, KARUWISI, KOTA MAKASSAR Nurul Mutmainnah; Iskandar Zulkarnaen; Fransiskus Faldi Nura; Citra Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i1.495

Abstract

Latar belakang: Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun yang sering menyebabkan rasa sakit dan gangguan pada fungsi sendi. Senam rematik telah diidentifikasi sebagai salah satu metode non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan fungsi pada orang dengan RA. Tujuan: Untuk mengevaluasi pengaruh senam rematik terhadap penurunan skala nyeri pada penderita RA. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus dengan 10 responden RA yang mengikuti program senam rematik selama 3 hari berturut-turut. Skala nyeri diukur menggunakan metode PQRST dan format pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan skala nyeri yang signifikan setelah intervensi senam rematik. Pada awal penelitian, skala nyeri berada pada skala 4-6. Setelah intervensi, skala nyeri menurun menjadi 3-1. Senam rematik efektif dalam menurunkan skala nyeri pada orang dengan RA. Kesimpulan: Program senam rematik dapat direkomendasikan sebagai salah satu metode non- farmakologis yang dapat membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kualitas hidup penderita RA.
CIPTAKAN KELUARGA SEHAT DENGAN SANITASI LINGKUNGAN YANG BAIK Iskandar Zulkarnaen; Andi Sani Silwanah; Aminullah; Hardianti; Ruslan Suryanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i1.540

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan linear yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, yang banyak dijumpai di negara berkembang, termasuk Indonesia. Persentase stunting di Indonesia termasuk dalam kategori masalah kesehatan masyarakat ringan, karena lebih dari 20%. Sanitasi lingkungan berperan sebagai penyebab tidak langsung terjadinya stunting. Sanitasi bertujuan mengurangi jumlah patogen di lingkungan untuk menjaga kesehatan manusia. Tujuan: untuk mengidentifikasi sanitasi lingkungan masyarakat di Desa Bajiminasa, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini metode ceramah, yaitu penyampaian materi terkait sanitasi lingkungan secara satu arah dari pemateri ke peserta, dan tanya jawab dengan menggunakan media brosur. Adapun jumlah responden yang mengikuti penyuluhan sebanyak 14 responden Hasil: Sebelum diberikan penyuluhan (pretest) terdapat 7 (50%) responden yang berpengatahuan baik dan 7 (50%) responden yang berpengetahuan kurang dan setelah diberikan penyuluhan atau edukasi (posttest) terdapat 14 (100%) yang berpengetahuan baik. Kesimpulan: Setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan sebanyak 7 (50%) responden.
PENYULUHAN DIABETES DAN PEMERIKSAAN GULA DARAH PADA KOMUNITAS PROLANIS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN Iskandar Zulkarnaen; Andi Sani Silwanah; Renaldi M; Sonya Anggraeni Nompo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.598

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang bersifat degenerative dan ditandai dengan tingginya konsetrasi glukosa dalam darah. Tujuan: Untuk menjaga kesehatan, yang meliputi pemeriksaan rutin tingkat gula darah, mendapatkan bimbingan tenanga kesehatan, serta mendorong lansia untuk memanfaatkan layanan Kesehatan dan berpartisipasi dalam program pendampingan untuk mengelola diabetes. Metode: Penyuluhan dilakukan di ruangan pertemuan puskesmas borong kompleks, dengan metode pre-test, post-test dan pemeriksaan gula darah. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia setelah dilakukan penyuluhan diabetes melitus. Kesimpulan: Penyuluhan terbuktif sangat efektif dalam peningkatan pengetahuan lansia terhadap diabetes melitus.