Pelayanan pendidikan merupakan salah satu pelayanan publik yang dibutuhkan oleh masyarakat. Adanya permasalahan yang terjadi di daerah 3T membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mencoba membuat inovasi yang bertujuan untuk meminimalisir kesenjangan pendidikan di daerah 3T dengan membuat modul video pembelajaran untuk daerah 3T kepada perguruan tinggi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan, menganalisis dan mendeskripsikan program modul video pembelajaran daerah 3T dengan menggunakan lima atribut inovasi menurut Rogers, yaitu keuntungan relatif, komparabilitas, kompleksitas, triabilitas dan observabilitas. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, menggunakan data primer hasil observasi dan data sekunder hasil studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program modul video pembelajaran ini pada atribut relative advantage menunjukkan bahwa program ini dapat memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk mengakses video pembelajaran. Pada atribut compablity terlihat bahwa inovasi ini memiliki kebaruan dibandingkan dengan teknologi sebelumnya dimana mahasiswa sekarang dapat mengakses video pembelajaran dengan menggunakan tablet. Pada atribut complexity, dapat dilihat bahwa program ini membutuhkan sumber daya yang cukup banyak, baik itu sumber daya manusia, waktu, material dan lain-lain. Pada atribut triability, dapat dilihat bahwa program ini sangat mungkin untuk dicoba, dan dilihat dari banyaknya platform pendidikan yang serupa dengan program ini, maka program ini sangat mungkin untuk dicoba.