Umpel, Julius
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Yesus Sebagai Tuhan yang Menjadi Manusia dalam Perspektif Teologi Kristen Umpel, Julius; Magdalena, Erna
⁠⁠Jurnal Literasi Indonesia Vol. 1 No. 8 (2024): Jurnal Literasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji doktrin Yesus Kristus sebagai Tuhan yang menjadi manusia dalam perspektif teologi Kristen dengan menelusuri dasar biblika, historis, dan sistematisnya. Fokus kajian diarahkan pada analisis kesaksian Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru mengenai identitas dan karya Kristus, serta perumusan teologis tentang relasi antara keilahian dan kemanusiaan dalam satu pribadi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan memanfaatkan teks Alkitab dan literatur teologi kristologi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa inkarnasi memiliki koherensi teologis yang kuat dan tidak dapat dipisahkan dari doktrin keselamatan. Kesatuan dua natur dalam diri Kristus menjadi prasyarat ontologis bagi karya penebusan, sekaligus menegaskan bahwa keselamatan dipahami sebagai tindakan Allah sendiri dalam sejarah. Selain itu, inkarnasi juga memiliki implikasi epistemologis dan etis, karena melalui Kristus Allah menyatakan diri secara personal serta menghadirkan dasar bagi transformasi hidup umat percaya. Dengan demikian, doktrin Yesus sebagai Tuhan yang menjadi manusia tetap relevan bagi refleksi akademik maupun praksis iman Kristen di tengah konteks kontemporer.
Indikasi Eskatologis Menjelang Masa Tribulasi dalam Eskatologi Kristen: Kajian Teologi Biblika dan Sistematika Umpel, Julius; Magdalena, Erna
⁠⁠Jurnal Literasi Indonesia Vol. 1 No. 7 (2024): Jurnal Literasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian mengenai eskatologi Kristen, khususnya masa tribulasi, memiliki posisi penting dalam memahami dinamika akhir zaman dalam terang iman Kristen. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji indikasi-indikasi yang dipahami sebagai tanda menjelang masa tribulasi dalam perspektif teologi Kristen berdasarkan kajian teks Alkitab dan literatur teologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui analisis terhadap Kitab Daniel, Injil Sinoptik, dan Kitab Wahyu, serta didukung oleh literatur teologi biblika dan sistematika yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa indikasi menjelang masa tribulasi mencakup meningkatnya konflik global, bencana alam dan kelaparan, kemurtadan iman, munculnya nabi-nabi palsu, serta melemahnya kasih dan degradasi moral manusia. Indikasi-indikasi tersebut dipahami bukan sebagai dasar penentuan waktu akhir zaman, melainkan sebagai tanda struktural yang mencerminkan krisis relasi manusia dengan Allah, sesama, dan ciptaan. Pembahasan ini menegaskan bahwa pemahaman terhadap masa tribulasi harus dilakukan secara teologis, kritis, dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan penafsiran spekulatif atau ketakutan di tengah umat. Dengan demikian, kajian ini berkontribusi dalam memperkaya studi eskatologi Kristen serta menegaskan relevansi ajaran akhir zaman bagi pembentukan iman dan etika Kristen masa kini.
Metode Pengajaran Yesus Dalam Perumpamaan: Kajian Teologis Dan Aplikasinya Dalam Konteks Modern Umpel, Julius; Magdalena , Erna
⁠⁠Jurnal Literasi Indonesia Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Literasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan perumpamaan oleh Yesus dalam mengajarkan ajaran teologis dan moral. Metode yang digunakan adalah studi biblika dengan pendekatan hermeneutik, eksegetik, dan historis-kontekstual, serta riset kepustakaan dari tafsiran Alkitab dan sumber teologi lainnya. Konteks perumpamaan Yesus menggunakan perumpamaan dalam berbagai konteks dan situasi untuk menyesuaikan pengajarannya dengan audien tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perumpamaan merupakan metode pengajaran efektif yang menggunakan ilustrasi kehidupan sehari-hari untuk menggambarkan Kerajaan Allah, kasih, pengampunan, dan nilai moral. Makna teologis yang terkandung dalam perumpamaan menekankan karakter Allah dan hubungan manusia dengan-Nya. Respons terhadap perumpamaan bervariasi, dari penerimaan hingga penolakan. Kesimpulannya, perumpamaan memiliki peran penting dalam pengajaran Yesus dan tetap relevan dalam studi teologi serta kehidupan Kristen. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi efektivitas perumpamaan dalam pendidikan teologi dan membandingkannya dengan metode pengajaran lainnya.