Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Dalam Pembelajaran Biologi Kelas XI di SMA Negeri 17 Palembang: (Evaluation of the Implementation of Jigsaw-Type Cooperative Learning Model to Enhance Communication Skills in Grade XI Biology Learning at SMA Negeri 17 Palembang) Rochma, Siti; Ummas Gennisa , Marlina; Wardhani , Sri; Astriani , Meli
BIODIK Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026 (inprogress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v12i1.52448

Abstract

Learning Evaluation is an important instrument to measure the success, growth, and development of students. This research is motivated by the low communication skills of students in Biology learning at SMA Negeri 17 Palembang. Activities are still dominated by one-way interactions so that students have difficulty conveying ideas and collaborating. This study aims to evaluate the implementation of the Jigsaw type cooperative learning model on the Immune System material to improve the communication skills of grade XI students. The research method used in this study is an evaluative research method with a quantitative descriptive approach using the CIPP Model, namely Context, Input, Process, Product. The population in this study were all grade XI students at SMA Negeri 17 Palembang, who took the Biology subject in the Even Semester of the 2024/2025 Academic Year. The research sample was determined using a purposive sampling technique, totaling 65 people. The main instrument used in data collection in this evaluation study was the CIPP evaluation questionnaire, which was compiled based on the Stufflebeam model using a Likert scale consisting of statements addressed to respondents with a response scale represented by 5 for very good, 4 for good, 3 for sufficient, 2 for less, and 1 for very less. The results of the study showed that the program implementation was running very well in all aspects. In detail, the Context aspect obtained a score of 91.15%, the Input aspect achieved 84.87%, the Process aspect reached 87.18%, and the Product aspect reached 86.92%, which proved a significant increase in students' communication skills. Thus, the Jigsaw method is an efficient and comprehensive interactive method for achieving curriculum objectives as well as interpersonal skills groups. Recommendations for further research include testing the method's consistency on materials with varying complexity, integrating digital technology variables (blended learning), and long-term observation of students' communication skills retention. Abstrak. Evaluasi Pembelajaran adalah instrumen penting untuk mengukur keberhasilan, pertumbuhan, dan perkembangan peserta didik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berkomunikasi murid dalam pembelajaran Biologi di SMA Negeri 17 Palembang. Kegiatan masih didominasi interaksi satu arah sehingga murid kesulitan menyampaikan gagasan dan berkolaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada materi Sistem Imumitas untuk menigkatkan kemampuan berkomunikasi murid kelas XI. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian evaluatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan Model CIPP yakni Context, Input, Process, Product. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid Kelas XI di SMA Negeri 17 Palembang  yang mengikuti mata pelajaran Biologi pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2024/2025. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling yaitu berjumlah 65 orang. Instrumen utama yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian evaluasi ini adalah angket evaluasi CIPP yang disusun berdasarkan model Stufflebeam dengan menggunakan skala Likert yang terdiri dari pernyataan – pernyataan yang ditujukan pada responden dengan skala jawaban yang diwakili angka 5 untuk sangat baik, angka 4 untuk baik, angka 3 untuk cukup, dan angka 2 untuk kurang dan angka 1 untuk sangat kurang, sehingga hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa pelaksanaan program berjalan dengan sangat baik dalam seluruh aspek. Secara rinci, aspek Context memperoleh skor 91,15%, aspek Input meraih 84,87%, aspek Process mencapai 87,18%, dan aspek Product mencapai 86,92% yang membuktikan peningkatan kemampuan berkomunikasi murid secara signifikan. Dengan demikian, metode Jigsaw merupakan salah satu metode yang efisien dan menyeluruh untuk mencapai tujuan kurikulum sekaligus kelompok keterampilan interpersonal. Rekomendasi penelitian selanjutnya mencakup pengujian konsistensi metode pada materi dengan kompleksitas berbeda, integrasi variabel teknologi digital (blended learning), serta pengamatan jangka panjang terhadap retensi keterampilan komunikasi murid.