Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Perbedaan Hemodinamik Non Invasif Pasien Operasi Bedah Dengan General Dan Regional Anestesi Di RSI Purwokerto Fernando, Marcel; Yudono, Danang Tri; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.22483

Abstract

Perubahan hemodinamik yang tidak terkendali selama anestesi dapat menimbulkan risiko serius pada pasien bedah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan parameter hemodinamik non-invasif antara pasien bedah yang menjalani anestesi umum dan anestesi regional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. yang dilakukan di Rumah Sakit Islam Purwokerto. Sebanyak 150 pasien bedah dimasukkan menggunakan teknik purposive sampling. Mayoritas responden berusia 50–59 tahun (30,7%), sebagian besar perempuan (54%), dan diklasifikasikan sebagai status fisik ASA II (54,7%).Pada kelompok anestesi umum, tekanan darah sistolik/diastolik menurun dari 141/81 mmHg menjadi 118/68 mmHg. Denyut jantung menurun bertahap dari 90 bpm menjadi 85 bpm, frekuensi napas menurun dari 21 menjadi 19 x/menit, suhu tubuh sedikit turun dari 36,4°C menjadi 36,3°C, SpO₂ tetap stabil pada 99,2% hingga 99,1%, dan MAP menurun dari 100 mmHg menjadi 83 mmHg. Pada kelompok anestesi regional, tekanan darah menurun dari 142/83 mmHg menjadi 121/71 mmHg, denyut jantung menurun dari 85 bpm menjadi 61 bpm, frekuensi napas tetap stabil pada 21 hingga 20 x/menit, suhu tubuh tetap 36,3°C, SpO₂ tetap 99%, dan MAP menurun sedikit dari 100 mmHg menjadi 89 mmHg.Anestesi regional menunjukkan stabilitas hemodinamik yang lebih baik pada fase awal anestesi dibanding anestesi umum, terutama pada denyut jantung dan tekanan arteri rata-rata.