Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PREVALENSI ANEMIA DAN KEK PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BAWANG 1 BANJARNEGARA Aldiansyah, Aldiansyah; Utami, Tin; Surtiningsih, Surtiningsih
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 1 (2024): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i1.1933

Abstract

Anemia and CED are more common in pregnant women because of significant changes in their bodies. In this study, all pregnant women at the Bawang 1 Banjarnegara Community Health Center will have their prevalence of anemia and Chronic Energy Deficiency (KEK) assessed. We shall employ a quantitative descriptive research design. The sampling strategy employed in this study is complete sampling, which uses the 80 respondents the entire population as a sample. Secondary data was gathered for this study using KIA books, medical records, and chronological books. This study employed uvariate analysis, which included the mother's anemia, CED status, birth age, and pregnancy status. The study's findings demonstrate that the pregnant women at the Bawang 1 Banjarnegara Community Health Center are known to be between the ages of 20 and 35, with the majority of their parities falling into the Multigravida group. At the Bawang 1 Banjarnegara Community Health Center, the majority of expectant mothers do not have anemia or CED. Anemic pregnant women with Primigravida parity typically fall within the 20–35 age range. Conversely, primigravida parity pregnant women with CED fall within the age range of 20 to 35.
Implementasi Terapi Hipnosis Lima Jari terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea Fitriani, Teza Cahya; Novitasari, Dwi; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 4 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i4.2257

Abstract

Preoperasi Sectio caesarea (SC) pasti akan mengalami perasaan cemas. Respon tersebut dapat mengakibatkan ketegangan yang muncul dengan perasaan khawatir yang berlebihan, rasa takut akan pikiran sendiri, otot yang terasa sakit, keringat dingin, perasaan tegang, kelelahan, dan kesulitan untuk beristirahat dengan tenang. Cemas bisa diatasi dengan penanganan farmakologi dan nonfarmakologi salah satu terapi nonfarmakologi yaitu dengan cara pemberian implementasi terapi hipnosis lima jari. Terapi hipnosis lima jari memiliki tujuan agar menciptakan tingkat ketenangan yang lebih tinggi, hal ini dapat meminimalisir tingkat ketegangan dan juga stres serta dapat menurunkan kecemasan. Mitra dalam kegiatan ini adalah RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. Sasarannya yaitu wanita hamil yang akan menjalani operasi SC dengan jumlah 30 peserta. Metode Pengabdian kepada Masyarakat ini melibatkan pendekatan personal untuk memberikan edukasi kepada masing-masing peserta, menerapkan terapi hipnosis lima jari, dan mengukur tingkat kecemasan terhadap pasien sebelum proses operasi SC dilaksanakan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan perbandingan antara tingkat kecemasan sebelum menerapkan terapi hipnosis lima jari dan setelah menerapkan terapi hipnosis lima jari menggunakan State and Trait Anxiety Inventory-Score (STAI-S). Waktu yang dibutuhkan dalam melakukan terapi hipnosis 5 jari yaitu selama 10 menit. Hasil dari adanya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat menunjukan rata-rata kecemasan pada pasien SC dengan persalinan elektif sebelum diberikan terapi 5,805 setelah dilakukan terapi menjadi 4,041 dan pasien SC dengan persalinan emergency sebelum terapi angka kecemasan adalah 6,716, setelah terapi menjadi 6,750, dan seluruh proses berlangsung dengan lancar.
Implementasi Mobilisasi Dini terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea dengan Spinal Anestesi Tabanci, Ferlisan; Novitasari, Dwi; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 4 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i4.2280

Abstract

Penggunaan sectio caesarea terus meningkat di seluruh dunia sebanyak 21% dari seluruh persalinan. Pasien pasca sectio caesarea akan merasakan nyeri ketika efek obat anestesinya telah hilang. Penatalaksanaan yang bisa dilakukan adalah terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Mobilisasi dini merupakan salah satu bagian yang berpengaruh pada fungsi fisiologis karena hal itu penting dalam mempertahankan kemandirian. Tujuan untuk membantu mengurangi nyeri pada pasien post sectio caesarea dengan mobilisasi dini. Metode PkM dilakukan dari mengukur skala nyeri peserta terlebih dahulu, melakukan mobilisasi dini 8 jam, 24 jam dan 48 jam serta mengukur kembali skala nyeri peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan membandingkan skala nyeri sebelum dan sesudah melakukan mobilisasi dini menggunakan numeric rating scale (NRS). Peserta kegiatan PkM ini merupakan pasien post sectio caesarea yang berjumlah 30 peserta. Rata-rata penurunan skala nyeri peserta PkM sesudah melakukan mobilisasi dini yaitu pada 8 jam 1,2 nilai standar deviasi 484, 24 jam 1,06 nilai standar deviasi 254 dan pada 48 jam 1,14 nilai standar deviasi 346. Terjadi penurunan skala nyeri paling besar pada mobilisasi dini 8 jam post sectio caesarea yaitu sebesar 1,2 serta 14 peserta (46,7%) mengalami penurunan skala nyeri dari kategori nyeri berat menjadi kategori nyeri sedang setelah melakukan mobilisasi dini 8 jam post sectio caesarea.
Implementasi Relaksasi Benson untuk Penurunan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Sectio Caesarea dengan Spinal Anestesi Sofiyana, Aida Mulia; Novitasari, Dwi; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 4 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i4.2282

Abstract

Data WHO menyebutkan bahwa angka persalinan sectio caesarea di seluruh dunia mengalami peningkatan sebesar 21% dan perkiraan hampir 29% dari semua kelahiran akan menggunakan metode sectio caesarea pada tahun 2030 mendatang. Menurut data Riskesdas 2018, penggunaan sectio caesarea di Indonesia sebesar 17,6% dengan wilayah Jawa Tengah yaitu 17,1% . Sectio caesarea tidak terlepas dari tindakan anestesi yang menimbulkan dampak kecemasan. Kecemasan dapat diatasi menggunakan relaksasi Benson. Tujuan PkM adalah membantu menurunkan tingkat kecemasan pasien pre sectio caesarea dengan anestesi spinal menggunakan relaksasi Benson. PkM ini dilakukan dengan memberikan pemahaman relaksasi Benson dan dilakukan pengukuran TTV serta skor kecemasan menggunakan STAI-S sebelum dan setelah relaksasi Benson selama 10-15 menit yang diberikan pada sehari sebelum operasi dan 1 jam - 30 menit menjelang operasi. Relaksasi Benson dapat menurunkan kecemasan dengan penurunan rata-rata kecemasan hari ke-1 yaitu sebesar 8,10 dengan nilai standar deviasi 1,583 dan hari ke 2 penurunan sebesar 8,80 dengan nilai standar deviasi 1,710, sesuai dengan hari ke-2 yang memiliki penurunan kecemasan paling banyak yaitu 24 peserta (80%) mengalami cemas ringan dan 6 peserta (20%) mengalami cemas sedang. Kegiatan PkM ini menghasilkan luaran publikasi jurnal dan video terapi Benson.
Implementasi Pemberian Teknik Musik Klasik Mozart terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan pada Pasien Sectio Caesarea Putri, Sahara; Novitasari, Dwi; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 4 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i4.2283

Abstract

Setiap perempuan berharap bahwa proses persalinanya berlangsung dengan lancar, ada dua metode persalinan yang umum dikenal adalah persalinan normal dan persalinan melalui sectio caesarea. Sectiocaesarea merupakan tindakan pembedahan yang melibatkan sayatan pada dinding perut dan uterus (histeretomi) untuk mengeluarkan janin dari dalam rahim. Masalah yang sering terjadi pada tindakan pembedahan adalah kecemasan.Respon kecemasan dapat mempengaruhi kenaikan tekanan darah, nadi, dan pernafasan. Kecemasan bisa diatasi melalui penggunaan terapi farmakologi serta non farmakologi. Salah satu contoh dari terapi non farmakologi yaitu melalui terapi musik klasik Mozart. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah agar dapat menurunkan tingkat kecemasan terhadap ibu hamil yang akan menjalani proses SC menggunakan terapi musik klasik Mozart. Metode pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan cara mengimplementasikan terapi musik klasik Mozart terhadap semua mitra yang akan menjalani SC dalam jangka waktu pelaksanaan berjumlah 25 orang, dengan durasi musik kurang lebih 15 menit sebelum operasi dilakukan. Evaluasi kegiatan dilaksanakan dengan mempertimbangkan perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan juga sesudah penerapan terapi musik klasik Mozart menggunakan Amsterdam Preoperative anxiety and Information Scale (APAIS). Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukanrata-rata kecemasan sebelum dilakukan terapi 3,72 dansetelah dilakukan terapi menjadi 1,80 serta seluruh kegiatan berjalan baik.
Pembentukan Posbindu Institusi “POSBINI” dalam Upaya Mendukung Kampus Sehat pada Civitas Akademik Universitas Harapan Bangsa Adriyani, Fauziah Hanum Nur; Surtiningsih, Surtiningsih; Dewi, Pramesti
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i1.3095

Abstract

Kampus merupakan salah satu institusi yang perlu mendapatkan perhatian dalam penanggulangan PTM. Untuk memperluas kegiatan kampus sehat yang telah terbentuk di Universitas Harapan Bangsa (UHB) serta mencegah serta menurunkan PTM maka dilakukanlah kegiatan Pembentukan Pos Binaan Terpadu (Posbindu) PTM Institusi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan peran serta civitas akademika Universitas Universitas Harapan Bangsa dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM. Kegiatan ini terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap persiapan dari sosialisasi, pembentukan dan pelatihan kader, tahap pelaksanaan dilakukan dilakukan bersama antara tim pengabdian masyarakat, Prodi Kebidanan dan Puskesmas Kembaran I serta Puskesmas Purwokerto Selatan. Pelaksanaan dilakukan pada bulan September sampai dengan November. Tahap evaluasi dilakukan dengan melihat antusiasme para civitas akademik dalam memeriksakan diri ke POSBINI (Posbindu Institusi) yaitu sejumlah 121 responden. Kegiatan selanjutnya POSBINI akan dilakukan selama 1 bulan sekali untuk mengidentifikasi tindak lanjut dari hasil pemeriksaan. Hasil kegiatan berupa pemahaman civitas akademik tentang Posbindu-PTM, terbentuknya Posbindu Institusi dan deteksi dini terhadap 121 responden dengan status tekanan darah rata-rata 123/80.25, Indeks Massa Tubuh (IMT) rata-rata dalam batas normal sejumlah 47,1% meskipun terdapat yang mengalami overweight 15,7% dan obesitas 23,5%. Pada pengukuran lingkar perut sebagian besar mengalami obesitas sentral sejumlah 58,8% dan pemeriksaan gula darah sewaktu sebagian besar dalam batas normal sejumlah 57%. Kegiatan Posbindu Institusi merupakan kegiatan efektif untuk mengendalikan kejadian PTM.
Implementasi Relaksasi Genggam Jari dalam Penurunan Skala Nyeri pada Pasien Pasca Anestesi General Crismarini, Alenta; Wibowo, Tophan Heri; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.3948

Abstract

Secara global, terdapat 310 juta operasi yang dilaksanakan setiap tahun, bekisar 40 sampai 50 juta di AS dan 20 juta di Eropa. Dibandingkan dengan anestesi regional, lebih dari 80% operasi dilakukan dengan anestesi general. Permasalahan yang sering ada pada pasca anestesi general adalah nyeri pasca operasi. Relaksasi genggam jari bisa menjadi cara non farmakologis untuk menangani nyeri. Di Ruang Melati RSUD Kota Kendari menunjukkan dari 32 responden setelah diberikan implementasi relaksasi genggam jari didapat hasil sebesar 19 peserta mengalami penurunan menjadi nyeri ringan (59,4%) dan nyeri sedang sebesar 13 peserta (40,6%). Berdasarkan uraian tersebut telah terbukti bahwa relaksasi genggam jari berpengaruh dalam penurunan skala nyeri pada pasien yang mengalami luka pasca operasi. Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk penurunan nyeri pasien pasca anestesi general menggunakan Relaksasi Genggam Jari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan mengimplementasikan langsung dengan menerapkan Teknik Relaksasi Genggam Jari. Khalayak sasaran PkM ini adalah pasien pasca anestesi general di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember yang mengalami nyeri. Kegiatan ini diharapkan mampu menurunkan nyeri pada pasien pasca anestesi general serta nantinya bisa dijadikan media pembelajaran di Universitas Harapan Bangsa Purwokerto.
Pelatihan Slow Stroke Back Massage sebagai Upaya Penurunan Kecemasan Ibu Nifas Setiowati, Marliana Sulis; Dewi, Feti Kumala; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4265

Abstract

Ibu nifas rentan terhadap gangguan kesehatan mental berupa kecemasan. Prevalensi kecemasan ibu nifas di Indonesia 9,8% dengan ciri-ciri kelelahan, cepat marah, susah tidur dan dampak kecemasan yaitu ASI kurang lancar sampai kematian ibu. Salah satu asuhan untuk menurunkan kecemasan pada ibu nifas dengan massage. Slow stroke back massage memberi efek relaksasi dan melepas hormon endorphin sehingga kecemasan menurun. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah melatih pasangan suami istri pijat slow stroke back massage sebagai upaya menurunkan kecemasan ibu nifas. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada 7 pasangan suami dan ibu nifas dengan gejala kecemasan seperti kelelahan dan kerepotan dalam rumah tangga melalui pengkajian data dengan memberikan pengetahuan dan melatih slow stroke back massage, serta pretest dan posttest. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan karakteristik pasutri sebagian besar berumur 20-35 tahun sebanyak 100%, multipara 71%, pendidikan terakhir di jenjang pendidikan menengah 56%, penghasilan sebagian besar di rentang 500.000-1.000.000 sebanyak 71%, peningkatan pengetahuan dan keterampilan pasutri tentang slow stroke back massage sebesar 100% setelah penyuluhan dan penurunan skor kecemasan pada ibu nifas setelah dilakukan slow stroke back massage sebesar 60%.
Implementasi Relaksasi Benson dalam Menurunkan Skala Nyeri pada Pasien Post Operasi Futuh, Muhammad Fathul; Handayani, Rahmaya Nova; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4289

Abstract

Di Indonesia tercatat lebih dari 1,2 juta pasien menjalani operasi setiap tahunnya. Pasien yang telah menjalani operasi sering kali mengalami masalah umum ketika mereka di rawat di rumah sakit setelah operasi. Salah satu masalah yang sering muncul pada post operasi adalah nyeri post operasi. Teknik relaksasi Benson bisa menjadi salah satu cara non-farmakologis untuk menangani nyeri. Di RSUD Nyi Ageng Serang menunjukkan bahwa dari 59 partisipan dengan nyeri sedang yang telah diberikan relaksasi Benson, 32 partisipan mengalami penurunan skala nyeri menjadi nyeri ringan. Berdasarkan uraian tersebut telah terbukti bahwa tekhnik relaksasi Benson berpengaruh dalam menurunkan nyeri pada pasien yang mengalami luka post operasi. Khalayak sasaran PKM ini adalah pasien post operasi Di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara yang mengalami nyeri. kegiatan PkM menunjukkan sebelum intervensi, tingkat nyeri berada dalam kategori sedang dengan nilai rata-rata 5,36 dan setelah intervensi skala nyeri berada dalam kategori ringan dengan nilai rata-rata 2,4. Rata-rata tingkat penurunan nyeri sebesar 2,96. Kesimpulan dari kegiatan PkM ini adalah relaksasi Benson dapat di aplikasikan untuk menurunkan nyeri pada pasien post operasi. Kegiatan ini diharapkan mampu menurunkan nyeri pada pasien post operasi serta nantinya bisa dijadikan media pembelajaran Di Universitas Harapan Bangsa Purwokerto.
Triplet pregnancy with severe preeclampsia: appropriate management Yanti, Linda; Surtiningsih, Surtiningsih; Nurhayati, Cicih
MEDISAINS Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v18i2.7652

Abstract

Introduction: The case of preeclampsia and triplet pregnancy is likely to cause hypertension in uncontrolled pregnant women if they are not managed properly, which may harm both the mother and the fetus. References for the treatment of similar cases are still uncommon. Therefore, this case study provides an overview of midwifery care management on cases of triplet pregnancy and severe preeclampsia.Case presentation: A case of exacerbated triplet pregnancy with severe preeclampsia is described in a 36-year-old woman who was recently detected at the third-trimester visit at 31 weeks four days' pregnancy.Conclusion: Management of patients with triplet pregnancies and severe preeclampsia is to perform standard antenatal care, ultrasound examinations in each trimester, hospital care, as well as psychological assistance.