Sri Retnaningsih
Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bantul

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN LITERASI TATA RUANG DAN KEPATUHAN HUKUM MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN LAHAN DI KAWASAN PEDESAAN KABUPATEN BANTUL Fahril Fanani; Ayu Candra Kurniati; Sri Retnaningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37978

Abstract

Abstrak: Pelanggaran tata ruang dan alih fungsi lahan di Kabupaten Bantul terus meningkat akibat rendahnya literasi hukum masyarakat mengenai prosedur perizinan termutakhir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman tata ruang dan kepatuhan hukum masyarakat dalam pemanfaatan lahan. Pendekatan Penyuluhan Partisipatif Kolaboratif diterapkan melalui kerja sama dengan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bantul. Kegiatan ini merangkul 50 peserta yang mewakili unsur aparatur pemerintahan desa dan tokoh masyarakat setempat. Evaluasi tingkat pemahaman keruangan dilakukan secara kuantitatif deskriptif dengan membandingkan capaian skor melalui instrumen 10 pertanyaan tertutup yang dikerjakan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan nyata pada keterampilan teknis masyarakat dalam memahami prosedur Pengendalian dan Pengawasan Pemanfaatan Ruang sebesar 88 persen, dengan lonjakan skor rata-rata dari 43 menjadi 81. Peningkatan keterampilan lunak juga terjadi melalui pergeseran cara pandang warga dari sikap apatis menjadi sadar hukum mengenai kegunaan legalitas bangunan untuk pengurangan risiko bencana dan perlindungan aset kepemilikan.Abstract: Spatial planning violations and land conversion in Bantul Regency continue to rise due to the low legal literacy of the community regarding the latest licensing procedures. This community service aims to improve spatial planning understanding and community legal compliance in land utilization. A Collaborative Participatory Counseling approach was implemented in partnership with the Land and Spatial Planning Agency of Bantul Regency. The activity involved 50 participants representing village government officials and local community leaders. The spatial understanding evaluation was conducted quantitatively and descriptively by comparing the scores of a 10-closed-question instrument administered to participants before and after the intervention. The measurement results showed a remarkable increase in the community's technical skills in understanding the Spatial Utilization Control and Supervision procedures by 88 percent, with a surge in the average score from 43 to 81. Furthermore, there was an improvement in soft skills through a shift in the citizens' mindset from an apathetic attitude to legal awareness regarding the usefulness of building legality for disaster risk reduction and property asset protection.