Yuliawati Yuliawati
Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Mercu Buana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TALAS SEBAGAI SOLUSI EKONOMI KREATIF: STRATEGI PENGABDIAN MASYARAKAT PADA KOMUNITAS MAJELIS Lina Asnamawati; Yuliawati Yuliawati; Yang Gusti; Is Eka Herawati; Ana Nurmalia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38077

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang terjadi adalah belum optimalnya pemanfaatan potensi talas sebagai komoditas ekonomi kreatif karena keterbatasan pengetahuan, keterampilan pengolahan, pemasaran, dan manajemen usaha pada komunitas majelis sehingga peningkatan kesejahteraan ekonomi belum maksimal. Program ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan untuk mencapai kemandirian ekonomi dengan memanfaatkan tanaman talas lokal yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah Ibu-Ibu Majelis Ta’lim Komunitas AMBU yang berada di Desa Gunung Bunder II, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, dengan jumlah peserta sebanyak 26 orang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat (community empowerment approach). Program ini mendapat partisipasi yang antusias dan secara signifikan meningkatkan keterampilan peserta. Produk talas yang diolah diterima dengan baik dan menunjukkan potensi sebagai sumber penghasilan alternatif. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kapasitas peserta (26 orang) dengan rata-rata nilai naik dari 41,95 menjadi 79,70 (meningkat 37,75 poin) berdasarkan hasil post dan pra test, serta usaha olahan talas terbukti layak secara ekonomi dengan biaya produksi Rp150.000, pendapatan Rp270.000, keuntungan Rp120.000, dan rasio R/C 1,8 yang menandakan usaha menguntungkan dan berpotensi berkelanjutan.Abstract: The problem identified is the suboptimal utilization of taro potential as a creative economy commodity due to limited knowledge, processing skills, marketing capabilities, and business management within the Majelis community, resulting in less-than-optimal improvement in economic welfare. This program aims to empower women to achieve economic independence by utilizing abundant local taro plants that have not been optimally developed. The partner of this community service activity is the women of Majelis Ta’lim Komunitas AMBU located in Gunung Bunder II Village, Pamijahan District, Bogor Regency, with a total of 26 participants. The community service program was implemented using a participatory and community empowerment approach. The program received enthusiastic participation and significantly improved the participants’ skills. The processed taro products were well accepted and demonstrated strong potential as alternative sources of income. The results showed a significant increase in participants’ capacity (26 individuals), with the average score rising from 41.95 to 79.70 (an increase of 37.75 points) based on pre-test and post-test results. Furthermore, the taro processing business proved to be economically feasible, with a production cost of Rp150,000, revenue of Rp270,000, profit of Rp120,000, and an R/C ratio of 1.8, indicating that the business is profitable and has sustainable potential.