Ricky Imanuel Ndaumanu
Program Studi Informatika, Universitas Widya Dharma Pontianak

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI POLA ASUH BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK Kristina Kristina; Alfred Yulius Arthadi Putra; Fredrikus Suarezsaga; Manorang Gultom; Ricky Imanuel Ndaumanu; Andhika Adnan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38041

Abstract

Abstrak: Era digital yang menghasilkan generasi digital mendorong perlunya peningkatan dalam pola asuh para orang tua sebagai pendidik informal. Pola asuh yang tidak tepat dapat mengakibatkan penurunan kecerdasan anak. Tujuan kegiatan pengabdian adalah mengedukasi pengetahuan tentang pengasuhan digital bagi para orang tua dalam mendidik anak-anak digital native. Metode pengabdian yang digunakan adalah seminar dan pelatihan. Mitra kegiatan adalah para orang tua dari Griya Anak dengan jumlah peserta aktif adalah 27 orang. Evaluasi kegiatan menggunakan dua instrumen yaitu tes dan survei tingkat kepuasan kegiatan. Hasil evaluasi berupa pre-tes dan post tes menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sesudah mengikuti kegiatan sebesar 51%. Nilai survei kepuasan peserta adalah 98%. Hasil survei menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan sangat bermanfaat bagi peserta. Capaian akhir kegiatan adalah kesadaran akan pengasuhan digital bahwa pengarahan dan pengontrolan akses digital oleh anak harus diikuti pengetahuan tentang perangkat dan aplikasi digital oleh orang tua.Abstract: The digital age, which has given rise to a digital generation, underscores the need for improvements in parenting practices as informal educators. Inappropriate parenting can lead to a decline in children’s intelligence. The objective of this community service activity is to educate parents on digital parenting as they raise digital native children. The methods employed were seminars and training sessions. The activity partners were parents from Griya Anak, with 27 active participants. The activity was evaluated using two instruments: a test and a satisfaction survey. The evaluation results, consisting of pre-tests and post-tests, showed a 51% increase in participants’ understanding after participating in the activity. The participant satisfaction survey score was 98%. The survey results indicate that the community service activity conducted was highly beneficial for the participants. The final outcome of the activity is an awareness of digital parenting: that parental guidance and control over children’s digital access must be accompanied by parents’ knowledge of digital devices and applications.