Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi konflik antara manusia dan ular serta meningkatkan upaya konservasi ular (Serpentes) sebagai bagian dari penguatan ekosistem lokal. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh peran ekologis ular sebagai predator alami yang mengendalikan populasi hama pertanian, Namun, interaksi antara masyarakat yang berada di sekitar hutan dengan ular sering menyebabkan konflik yang berujung pada pembunuhan ular. Program ini mencakup edukasi mengenai peran ekologis ular, pelatihan penanganan ular yang aman, serta sistem mitigasi konflik dengan melibatkan masyarakat setempat. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu penilaian kebutuhan, pelaksanaan pelatihan, monitoring dan evaluasi, serta dokumentasi. Pelatihan yang diikuti oleh 28 peserta, yang terdiri dari petani, perangkat desa, kader kesehatan, dan ibu rumah tangga menunjukkan peningkatan keterampilan dan pengetahuan tentang pencegahan dan pertolongan pertama pada gigitan ular melalui praktik dan perbandingan skor pre-posttest yang meningkat 41.5%. Hasil ini didukung oleh komitmen masyarakat untuk menerapkan penanganan konflik ular yang aman dan berbasis konservasi. Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, program ini berhasil mengurangi konflik manusia-ular, melindungi ekosistem lokal, serta meningkatkan kesadaran tentang konservasi di kalangan masyarakat.Abstract: This community service programme aims to reduce conflicts between humans and snakes and enhance snake (Serpentes) conservation efforts as part of strengthening the local ecosystem. This activity is motivated by the ecological role of snakes as natural predators that control agricultural pest populations. However, interactions between communities living near forests and snakes often lead to conflicts that result in snakes being killed. The programme includes education on the ecological role of snakes, training in safe snake handling, and a conflict mitigation system involving local communities. The activity was carried out in four stages, namely needs assessment, training implementation, monitoring and evaluation, and documentation. The training, which was attended by 28 participants consisting of farmers, village officials, health cadres, and homemakers, showed an increase in skills and knowledge about prevention and first aid for snake bites through practice and a 41.5% increase in pre-post test scores. These results are supported by the community's commitment to implementing safe, conservation-based snake conflict management. With an educational and participatory approach, this programme has reduced human-snake conflicts, protected local ecosystems, and raised community awareness of conservation.