Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Comparison of Protein Energy Wasting Assessment on Quality of Life Regular Hemodialysis Patients Ni Wayan Sri Wardani; Dewa Gde Agung Budiasa
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 11 No. 2 (2024): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36408/mhjcm.v11i2.1075

Abstract

Background. Protein energy wasting (PEW) is one of several markers of the quality of hemodialysis (HD) services in Indonesia, however not many studies conducted PEW assessement with quality of life (QoL) domain of regular HD patients. Aim: To determine comparison of PEW assessment with QoL domains in regular HD patients. Method: A Cross-sectional study with total sampling of 105 regular HD patients at Sanjiwani Gianyar General Hospital, on June to July 2022, The PEW assessments: body mass index (BMI), serum albumin, subjective global assessment (SGA), malnutrition inflammation score (MIS), and the International Society of Renal Nutrition and Malnutrition (ISRNM) with QoL domains by KDQOL-SF (Kidney Disease Quality of Life Short Form). Results.  Most of the subjects were men (54.2%), the mean age was51.66 years and mean duration of HD was 50.28 months. The mean of BMI, serum creatinine, and serum albumin were 23.46 kg/m2, 9.70 mg/dL, and 3.86 mg/dL respectively, and median MIS 5. This study obtained significant correlation of BMI and QoL domains: work status, physical functioning, role of physics, energy/fatigue, and SF 12 physical composite. The MIS also significantly correlated with emotional well-being, sleep, and burden of disease. And ISRNM significantly correlated with energy/fatigue, and sexual function, On logistic regression analysis, this study obtained that albumin was significantly related to general health, emotional well-being, and energy/fatigue, Conclusion: Assessment of PEW (BMI, serum albumin, MIS, SGA, and ISRNM ) were related to several domains of QoL.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT GINJAL PASIEN DIABETES DAN HIPERTENSI DI RSUD SANJIWANI GIANYAR Ni Wayan Sri Wardani
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.6.1.2022.9-16

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan masyarakat global karena prevalensinya cendrung meningkat, prognosis yang buruk dan memerlukan biaya tinggi bila sudah memerlukan tindakan terapi pengganti ginjal. Peningkatan prevalensi PGK seiring dengan meningkatnya jumlah penyakit diabetes melitus dan hipertensi. Sekitar 1 dari 10 populasi global mengalami penyakit pada stadium tertentu. Data Indonesian Renal Registry tahun 2018 mendapatkan 132.000 pasien yang aktif menjalani dialisis dengan penyebab terbanyak adalah Diabetes Mellitus dan Hipertensi yaitu 64%. Perawatan penyakit ginjal memerlukan biaya yang tinggi. Di Indonesia, biaya perawatan penyakit ginjal menempati ranking kedua pembiayaan terbesar BPJS kesehatan setelah penyakit jantung. Dengan adanya peningkatan jumlah pasien Diabetes Melitus dan Hipertensi maka makin banyak pasien yang memerlukan tindakan dialisis, sehingga diperlukan upaya untuk melakukan pencegahan penyakit ginjal. Pencegahan penyakit ginjal dapat dilakukan dengan cara meningkatkan pengetahuan pasien Diabetes Mellitus dan hipertensi tentang pola hidup sehat dan deteksi dini penyakit ginjal dengan melakukan pemeriksaan urinalisis. Pencegahan dilakukan dengan melakukan tatap muka langsung dengan pasien dan diberikan penjelasan tentang bahaya penyakit ginjal dan cara pencegahannya, selanjutnya diberi leaflet untuk meningkatkan pemahaman pasien. Hasil kegiatan mendapatkan ada 60 orang pasien Diabetes dan Hipertensi yang berpartisipasi dalam program PKM ini dan didapatkan rerata peningkatan pengetauan pasien Diabetes dan Hipertensi tentang penyakit ginjal dan cara pencegahannya adalah 84.03 % dan terdeteksi adanya tanda penyakit ginjal kronik pada 50 persen pasien DM dan hipertensi yang berobat ke poliklinik Penyakit Dalam RSUD Sanjiwani Gianyar yang perlu di lakukan tindak lanjut dalam penanganan pasien tersebut.
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PENDAMPING PADA PENGATURAN CAIRAN PASIEN HEMODIALISIS REGULER DI UNIT HEMODIALISIS RSUD SANJIWANI GIANYAR Ni Wayan Sri Wardani; Dewa Gde Agung Budiyasa; I Ketut Selamet
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.7.1.2023.1-8

Abstract

Keseimbangan cairan merupakan faktor penting dalam perawatan pasien hemodialisis (HD), karena status hidrasi berkaitan dengan kualitas hidup pasien HD reguler. Pendamping pasien HD banyak yang belum memahami pentingnya menjaga keseimbangan cairan dan cara mengatur keseimbangan cairan pasien HD, maka program Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pendamping pasien HD dalam pengaturan keseimbangan cairan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien HD dan mengurangi angka rawat inap pasien HD. Kegiatan ini dilakukan di unit HD RSUD Sanjiwani Gianyar pada tanggal 11,13, dan 15 Oktober 2022 terhadap pendamping pasien HD yang turut serta mengantar pasien pada saat pasien menjalani HD. Metode yang digunakan adalah penyuluhan langsung dengan dialog interaktif, pemutaran video edukasi pada pendamping pasien HD, dan pembagian pamflet keseimbangan cairan pada pasien HD. Hal ini tentunya akan dapat mengurangi angka kejadian rawat inap pasien HD akibat kelebihan cairan, sehingga mengurangi biaya perawatan maupun biaya untuk mendampingi pasien, dan meningkatkan kemampuan pasien HD menafkahi keluarga. Jumlah mitra yang terlibat adalah 71 orang, yang merupakan pendamping pasien HD yang sebagian besar adalah perempuan yaitu 69% (49 orang) yang datang mengantar pasien HD reguler. Dari hasil pre-test pada pendamping pasien hemodialisis di Unit Hemodialisis RSUD Sanjiwani Gianyar, didapatkan rerata kemampuan menjawab tentang keseimbangan cairan pasien HD adalah 36.62. Setelah dilakukan pemberian materi tentang cairan pasien HD maka didapatkan rerata nilai post-test adalah 64,37, sehingga didapatkan rerata peningkatan kemampuan pendamping pasien HD pada pengaturan keseimbangan cairan adalah 79,58%. Hal ini telah mencapai target yaitu >75%.