Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mahkamah Syar’iyah dan Legalitas Perkawinan: Analisis Kewenangan Terhadap Isbat Nikah Mahkamah Sar’iyah di Kuala Simpang Cut Hasmiyati; Poppy Setyaningsih; An-Nisa Intan Fadhila; Safa Sabila Hsb
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 5 No 3 (2026): March
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v5i3.909

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris , menggabungkan pengamatan dan diskusi dengan individu-individu yang relevan , termasuk hakim Pengadilan Syariah , panitera , dan anggota masyarakat yang mencari pengesahan perkawinan . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki kewenangan Pengadilan Syariah Kuala Simpang dalam menentukan pengesahan perkawinan dan proses pelaksanaannya . Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Pengadilan Syariah Kuala Simpang berwenang untuk memutuskan pengesahan perkawinan bagi pasangan yang telah menikah secara agama tetapi belum tercatat secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA), sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (3) Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Pelaksanaan pengesahan perkawinan dilakukan dalam sidang yang mengevaluasi aspek yuridis , normatif , dan ijtihad hakim , dan juga didukung oleh program pengesahan perkawinan yang terintegrasi dengan instansi terkait . Tata cara pencatatan perkawinan mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1955 dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1954, yang meliputi tahapan administrasi dan pemeriksaan calon pengantin . Penetapan pengesahan perkawinan oleh Mahkamah Syariah bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi status perkawinan masyarakat.
Pendampingan Dan Pemulihan Psikososial Anak Pasca Bencana Banjir untuk Perkembangan Mental dan Kepercayaan Diri Anak Rini Fitriani; Jeri Ariansyah; Rifka fitria; Poppy Setyaningsih; An-Nisa Intan Fadhillah; Safa Sabila
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i2.2447

Abstract

Bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang, tidak hanya menimbulkan dampak fisik dan ekonomi, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kondisi psikososial masyarakat, khususnya anak-anak sebagai kelompok rentan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan psikososial melalui metode trauma healing guna membantu pemulihan kondisi emosional anak pascabencana. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi dengan melibatkan anak-anak dan ibu-ibu. Bentuk kegiatan meliputi pendampingan orang tua, serta aktivitas trauma healing bagi anak seperti bermain, menggambar, bercerita, dan pemanfaatan media audio-visual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh rangkaian program pendampingan psikososial terlaksana 100% dengan partisipasi aktif masyarakat. Sebanyak 60% ibu-ibu yang memiliki balita terlibat dalam kegiatan pendampingan orang tua dan menyatakan kegiatan sangat membantu dalam mengatasi tekanan emosional pascabencana. Pada anak-anak, pelaksanaan trauma healing melalui metode bermain, menggambar, bercerita, dan media audio-visual berhasil meningkatkan keberanian anak untuk berinteraksi, mengekspresikan emosi secara positif, serta memulihkan rasa aman dalam lingkungan sosialnya. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri anak sebesar 60% setelah mengikuti program. Selain itu, sebanyak 85% warga menyatakan kegiatan yang dilaksanakan sangat bermanfaat dan menyenangkan. Secara keseluruhan, program ini tidak hanya membantu pemulihan psikososial anak dan keluarga pascabencana banjir, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat dan kesiapsiagaan komunitas dalam menghadapi kondisi darurat secara berkelanjutan.