Ketenangan jiwa merupakan aspek penting dalam kehidupan mahasiswa, terutama di tengah tuntutan akademik dan dinamika sosial yang kompleks. Dalam perspektif Islam, ketenangan jiwa tidak hanya dipahami sebagai kondisi psikologis, tetapi juga sebagai keadaan spiritual yang berkaitan dengan keimanan dan pengamalan nilai-nilai akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan rasa syukur dan rasa sabar, baik secara parsial maupun simultan, terhadap ketenangan jiwa mahasiswa Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 61 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment serta regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa syukur memiliki hubungan positif dan signifikan dengan ketenangan jiwa (r = 0,530; p < 0,05), demikian pula rasa sabar yang menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan ketenangan jiwa (r = 0,571; p < 0,05). Secara simultan, rasa syukur dan rasa sabar terbukti memiliki hubungan yang signifikan terhadap ketenangan jiwa mahasiswa (F = 18,345; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat rasa syukur dan sabar yang dimiliki mahasiswa, semakin tinggi pula tingkat ketenangan jiwa yang dirasakan. Penelitian ini menegaskan pentingnya internalisasi nilai-nilai syukur dan sabar sebagai sumber daya spiritual dalam membentuk ketenangan jiwa mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi Islam