Erlin Indaya Ningsih
Institut agama islam Miftahul Ulum Lumajang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HARMONISASI DALAM KEBERAGAMAN: PERAN PENDIDIKAN INKLUSI DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP EMPATI SISWA Evi Yuliani; Erlin Indaya Ningsih
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10490

Abstract

ABSTRACT This study is based on the importance of 21st-century education, which demands inclusive educational services to accommodate student diversity; however, its implementation remains suboptimal, particularly in fostering students’ empathy. This study aims to examine the application of inclusive education in fostering harmony among diverse groups and to analyze its role in developing students’ empathy at MI Miftahul Ulum Banyuputih Kidul. The study employs a qualitative approach with a case study design. The research subjects include the school principal, classroom teachers, and students at MI Miftahul Ulum, selected through purposive sampling. Data collection techniques included observation, semi-structured interviews, and documentation, while data analysis involved data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with validity testing through triangulation. The research findings indicate that inclusive education is implemented through integrated classroom learning, equal treatment, and the instillation of values of togetherness and mutual respect, thereby fostering harmony in diversity. Additionally, students’ empathy begins to develop through collaborative interactions, such as helping peers, working together, and respecting others’ opinions, although this development is not yet uniform across all students. Overall, inclusive education plays a significant role in promoting harmony in diversity and developing students’ empathy, but it requires well-directed and sustainable instructional strategies to ensure that empathy development can be optimized. ABSTRAK Penelitian ini didasarkan pada pentingnya pendidikan abad ke-21 yang menuntut layanan pendidikan inklusif untuk mengakomodasi keberagaman peserta didik, namun implementasinya masih belum optimal, khususnya dalam pengembangan sikap empati siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendidikan inklusi dalam menciptakan harmonisasi keberagaman serta menganalisis perannya dalam mengembangkan sikap empati siswa di MI Miftahul Ulum Banyuputih Kidul. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, dan siswa MI Miftahul Ulum yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan inklusi diterapkan melalui pembelajaran tanpa pemisahan kelas, perlakuan setara, serta pembiasaan nilai kebersamaan dan saling menghargai, sehingga mampu menciptakan harmonisasi keberagaman. Selain itu, sikap empati siswa mulai berkembang melalui interaksi kolaboratif, seperti membantu teman, bekerja sama, dan menghargai pendapat, meskipun belum merata pada seluruh siswa. Secara keseluruhan, pendidikan inklusi berperan penting dalam membangun harmonisasi keberagaman dan mengembangkan empati siswa, namun memerlukan strategi pembelajaran yang terarah dan berkelanjutan agar perkembangan empati dapat optimal.
PENERAPAN PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DALAM PENGUATAN PENGUASAAN MUHADASAH DAN MUFRADĀT BAHASA ARAB SANTRI PONDOK PESANTREN AN-NAHDLOH MALAYSIA Farhanuddin Sholeh; Erlin Indaya Ningsih; Arifatul Uyun; Muhammad Hakim Mustofa; Muhammad Husen
'Ibadatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Ibadatuna Juli 2026
Publisher : P3M Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/ibadatjurnal.v5i2.2889

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of implementing interactive learning based on extracurricular activities in strengthening the mastery of muhadasah (speaking ability) and mufradāt (vocabulary) of students at Pondok Pesantren An-Nahdloh, Selangor, Malaysia. The research employed a descriptive qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation during the International Community Service (KKN) program. The findings reveal that interactive learning integrated with extracurricular activities—such as language games, thematic conversations, and role-playing—significantly enhances students’ participation and confidence in speaking Arabic. The use of contextual learning media, such as mufradāt posters displayed around the dormitory, strengthens students’ visual memory of new vocabulary and fosters a bi’ah lughawiyyah (Arabic-speaking environment) that encourages natural language use in daily life. This study concludes that interactive, extracurricular-based learning effectively improves students’ linguistic competence while cultivating communicative, collaborative, and religious character development