Achmad Dani Prasetyo
Prodi Teknik Sipil Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisa Pengaruh Kerja Overtime Terhadap Produktivitas Pembangunan Pelat Lantai Proyek Gi Sktt Bkms Jiipe Achmad Dani Prasetyo; Agus Setiawan; Mohammad Mukhdif Al-Afghoni; Muhammad Amiruddin Khilmi; Octavi Laila Kamaratih
Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan Vol. 3 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/f02gf241

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh kerja lembur (overtime) terhadap produktivitas dan efektivitas pekerjaan pembesian pelat lantai pada proyek pembangunan Gardu Induk SKTT BKMS di kawasan industri JIIPE. Secara konseptual, manajemen proyek menuntut pengaturan sumber daya untuk mencapai target waktu dengan pembagian tanggung jawab yang jelas. Namun, percepatan pekerjaan melalui lembur berpotensi menimbulkan konsekuensi, karena lembur yang berlebihan dapat memicu kelelahan dan stres, mengganggu keseimbangan kerja–kehidupan, menurunkan fokus, serta berujung pada penurunan produktivitas dan efektivitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung di lapangan dan wawancara pihak terkait, yang kemudian diperkuat dengan perhitungan produktivitas berbasis volume pekerjaan dan waktu kerja. Objek yang dianalisis meliputi pelat seluas 1.226,79 m² dengan kebutuhan tulangan wiremesh M12 sebesar 268 lembar dan total berat tulangan sekitar 37.757,85 kg, sehingga koefisien kebutuhan material mencapai 30,77 kg/m². Produktivitas pembesian tercatat stabil dengan rata-rata 5,55 kg/jam/orang. Untuk pekerjaan pelat dengan volume pengecoran 142,19 m³ dan tenaga kerja 9 orang, skema lembur 7 hari × 12 jam/hari (84 jam) menghasilkan produktivitas 0,188 m³/jam/orang, lebih tinggi dibanding skema normal 11 hari × 8 jam/hari (88 jam) sebesar 0,179 m³/jam/orang. Dengan demikian, lembur meningkatkan efektivitas sekitar 5% dan memperpendek durasi penyelesaian (7 hari vs 11 hari). Namun, hasil pembahasan menunjukkan bahwa peningkatan output melalui lembur berpotensi menurunkan keselamatan dan efektivitas jangka panjang akibat kelelahan, serta menimbulkan risiko ketidaksesuaian terhadap ketentuan ketenagakerjaan. Kesimpulannya, sistem lembur dapat digunakan untuk percepatan terbatas, tetapi harus dikendalikan melalui pengaturan jam kerja, pengawasan ketat, dan manajemen tenaga kerja agar produktivitas meningkat tanpa mengorbankan kualitas dan keselamatan proyek