PASAK: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan
Vol. 3 No. 2 (2026): Maret

Analisa Pengaruh Kerja Overtime Terhadap Produktivitas Pembangunan Pelat Lantai Proyek Gi Sktt Bkms Jiipe

Achmad Dani Prasetyo (Prodi Teknik Sipil Universitas Islam Darul '
Ulum Lamongan)

Agus Setiawan (Program Studi Teknik Sipil, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan)
Mohammad Mukhdif Al-Afghoni (Program Studi Teknik Sipil, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan)
Muhammad Amiruddin Khilmi (Program Studi Teknik Sipil, Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara)
Octavi Laila Kamaratih (Universitas Sains Al-Qur'
an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo)



Article Info

Publish Date
07 Apr 2026

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh kerja lembur (overtime) terhadap produktivitas dan efektivitas pekerjaan pembesian pelat lantai pada proyek pembangunan Gardu Induk SKTT BKMS di kawasan industri JIIPE. Secara konseptual, manajemen proyek menuntut pengaturan sumber daya untuk mencapai target waktu dengan pembagian tanggung jawab yang jelas. Namun, percepatan pekerjaan melalui lembur berpotensi menimbulkan konsekuensi, karena lembur yang berlebihan dapat memicu kelelahan dan stres, mengganggu keseimbangan kerja–kehidupan, menurunkan fokus, serta berujung pada penurunan produktivitas dan efektivitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung di lapangan dan wawancara pihak terkait, yang kemudian diperkuat dengan perhitungan produktivitas berbasis volume pekerjaan dan waktu kerja. Objek yang dianalisis meliputi pelat seluas 1.226,79 m² dengan kebutuhan tulangan wiremesh M12 sebesar 268 lembar dan total berat tulangan sekitar 37.757,85 kg, sehingga koefisien kebutuhan material mencapai 30,77 kg/m². Produktivitas pembesian tercatat stabil dengan rata-rata 5,55 kg/jam/orang. Untuk pekerjaan pelat dengan volume pengecoran 142,19 m³ dan tenaga kerja 9 orang, skema lembur 7 hari × 12 jam/hari (84 jam) menghasilkan produktivitas 0,188 m³/jam/orang, lebih tinggi dibanding skema normal 11 hari × 8 jam/hari (88 jam) sebesar 0,179 m³/jam/orang. Dengan demikian, lembur meningkatkan efektivitas sekitar 5% dan memperpendek durasi penyelesaian (7 hari vs 11 hari). Namun, hasil pembahasan menunjukkan bahwa peningkatan output melalui lembur berpotensi menurunkan keselamatan dan efektivitas jangka panjang akibat kelelahan, serta menimbulkan risiko ketidaksesuaian terhadap ketentuan ketenagakerjaan. Kesimpulannya, sistem lembur dapat digunakan untuk percepatan terbatas, tetapi harus dikendalikan melalui pengaturan jam kerja, pengawasan ketat, dan manajemen tenaga kerja agar produktivitas meningkat tanpa mengorbankan kualitas dan keselamatan proyek

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

pasak

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan merupakan media komunikasi dan diseminasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang Teknik Sipil, Bangunan dan Arsitektur. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo secara ...