Intan Maya Sari
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA LAYANAN BUS ANTAR KOTA PADA RUTE TERMINAL RAJEKWESI-BAURENO DENGAN METODE CSI (Customer Satisfaction Index) Zamroni Septian Rohmatika; Agus Setiawan; Intan Maya Sari; Ellke Faraz Afwika; Alfin Sahila
Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan Vol. 3 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/arhymk15

Abstract

Transportasi darat memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas dan mobilitas masyarakat, terutama di wilayah dengan intensitas pergerakan tinggi seperti Kabupaten Bojonegoro. Layanan bus antar kota masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan antardaerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pengguna layanan bus pada rute Terminal Rajekwesi–Baureno menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI), sebagai dasar evaluasi kualitas layanan dan peningkatan pelayanan di masa depan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner tertutup berbasis skala Likert. Sebanyak 50 responden yang telah menggunakan layanan bus tersebut dilibatkan. Lima dimensi SERVQUAL digunakan sebagai indikator utama, yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Data diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan SPSS, kemudian dianalisis lebih lanjut dengan Microsoft Excel untuk perhitungan nilai CSI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CSI berada pada angka 81,62%, yang termasuk dalam kategori “Sangat Puas.” Dimensi Empathy dan Tangibles menjadi faktor dengan kontribusi terbesar terhadap kepuasan pengguna, menunjukkan pentingnya aspek keramahan petugas dan kenyamanan fasilitas fisik. Sementara itu, aspek ketepatan waktu dan kejelasan informasi layanan masih menunjukkan kelemahan yang perlu diperbaiki. Secara keseluruhan, layanan bus antar kota pada rute Rajekwesi–Baureno telah memenuhi harapan pengguna. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi penyedia layanan dan Dinas Perhubungan Bojonegoro dalam meningkatkan kualitas transportasi publik yang berkelanjutan.
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja pada Pekerjaan Balok 40x20 Lantai 2 Klinik Mabarrot Hasyimiyah Manyar M. Syaiful Amin Andreas Tianto; Annisa' Carina; Intan Maya Sari; Yusuf Effendhy; Rizki Wasiat Rismawan
Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan Vol. 3 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/zxawej91

Abstract

Produktivitas tenaga kerja merupakan faktor kunci dalam pencapaian efisiensi biaya dan waktu pada proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan balok lantai 2 di proyek pembangunan Klinik Mabarrot Hasyimiyah NU Manyar serta membandingkannya dengan standar produktivitas nasional berdasarkan Permen PUPR No. 8 Tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif melalui observasi langsung di lapangan terhadap empat jenis pekerjaan, yaitu pembesian, begisting, pengecoran beton, dan curing. Hasil pengamatan menunjukkan rata-rata produktivitas pembesian sebesar 133,88 kg/OH, begisting sebesar 9,15 m²/OH, pengecoran sebesar 2,44 m³/OH, dan curing sebesar 164,7 liter/OH. Dibandingkan standar Permen PUPR, produktivitas pembesian masih lebih rendah daripada standar 138,89 kg/OH dengan selisih −5,01 kg/OH, sedangkan produktivitas begisting sedikit lebih tinggi dari standar 9,00 m²/OH dengan selisih +0,15 m²/OH. Produktivitas pengecoran juga berada di bawah standar 3,33 m³/OH dengan selisih −0,89 m³/OH. Untuk pekerjaan curing, tidak tersedia standar baku dalam Permen PUPR No. 8 Tahun 2023 sehingga tidak dapat dilakukan perbandingan langsung, namun nilai aktual lapangan tetap disajikan sebagai dasar evaluasi internal proyek. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan kompetensi tenaga kerja, penguatan pengendalian metode kerja, dan manajemen waktu yang lebih efektif, terutama pada pekerjaan pembesian dan pengecoran, agar produktivitas dapat memenuhi atau melampaui standar nasional.