M. Syaiful Amin Andreas Tianto
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Produktivitas Tenaga Kerja pada Pekerjaan Balok 40x20 Lantai 2 Klinik Mabarrot Hasyimiyah Manyar M. Syaiful Amin Andreas Tianto; Annisa' Carina; Intan Maya Sari; Yusuf Effendhy; Rizki Wasiat Rismawan
Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan Vol. 3 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/zxawej91

Abstract

Produktivitas tenaga kerja merupakan faktor kunci dalam pencapaian efisiensi biaya dan waktu pada proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan balok lantai 2 di proyek pembangunan Klinik Mabarrot Hasyimiyah NU Manyar serta membandingkannya dengan standar produktivitas nasional berdasarkan Permen PUPR No. 8 Tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif melalui observasi langsung di lapangan terhadap empat jenis pekerjaan, yaitu pembesian, begisting, pengecoran beton, dan curing. Hasil pengamatan menunjukkan rata-rata produktivitas pembesian sebesar 133,88 kg/OH, begisting sebesar 9,15 m²/OH, pengecoran sebesar 2,44 m³/OH, dan curing sebesar 164,7 liter/OH. Dibandingkan standar Permen PUPR, produktivitas pembesian masih lebih rendah daripada standar 138,89 kg/OH dengan selisih −5,01 kg/OH, sedangkan produktivitas begisting sedikit lebih tinggi dari standar 9,00 m²/OH dengan selisih +0,15 m²/OH. Produktivitas pengecoran juga berada di bawah standar 3,33 m³/OH dengan selisih −0,89 m³/OH. Untuk pekerjaan curing, tidak tersedia standar baku dalam Permen PUPR No. 8 Tahun 2023 sehingga tidak dapat dilakukan perbandingan langsung, namun nilai aktual lapangan tetap disajikan sebagai dasar evaluasi internal proyek. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan kompetensi tenaga kerja, penguatan pengendalian metode kerja, dan manajemen waktu yang lebih efektif, terutama pada pekerjaan pembesian dan pengecoran, agar produktivitas dapat memenuhi atau melampaui standar nasional.