Kaimudin Kaimudin
Sekolah Tinggi Agama Islam Sirojul Falah Bogor, Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Inovasi Metode Pembelajaran Perspektif Hadis dalam Kitab Ar-Rasūl al-Mu’allim wa Asālibuhu fī al-Ta‘līm Karya Abdul Fattah Abu Ghuddah Kaimudin Kaimudin; Nurhasan Nurhasan; Slamet Priyadi
Jurnal Wahana Literasi Pendidikan Vol 1 No 1 (2026): Januari
Publisher : CV. Lentera Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58472/jwlp.v1i1.303

Abstract

This study aims to explore innovative learning methods derived from the perspective of the Prophet Muhammad's hadith through an in-depth analysis of Abdul Fattah Abu Ghuddah's book Ar-Rasūl al-Mu'allim wa Asālibuhu fī al-Ta'līm. As the main reference work, this book codifies the Prophet's teaching methods that have been proven to be pedagogically effective. The research uses a qualitative approach with an exploratory-analytical library research method. Primary data was obtained from the book, while secondary data came from reputable journal articles discussing Islamic educational innovation, hadith-based learning methods, and Abu Ghuddah's thoughts. The results of the study show that Abu Ghuddah successfully mapped at least ten main methods of innovative learning sourced from the Prophet's sunnah: 1. Dialogical (Hiwār) and Question and Answer Methods: From Monologue to Interaction. 2. Parable (Amtsāl) and Contextual Analogy (Abstraction to Concreteness) Methods. 3. The Story Method (Qasas) with an Emotional and Reflective Approach. 4. The Habituation and Repetition Method (Tikrār) with Variations: Towards Mastery Learning. 5. The Practical Demonstration Method (al-Tathbīq al-‘Amalī) and Learning by Doing. 6. Differentiated Instruction Method (Ta'līm Fardī): Accommodating Diversity and Individual Responsiveness. 7. Method of Using Media and the Surrounding Environment (al-Ittikhādz al-Wasā'il wa al-Bī'ah). 8. Positive Reinforcement Method (al-Ta'zīz) and Wise Correction (al-Tashhīḥ al-Hakīm). 9. Method of Giving Examples and Role Models (al-Uswah al-Hasanah). 10. Method of Simplification and Staging (al-Tadrīj wa al-Tabsīth). Analysis of these findings in the context of contemporary education reveals that these methods are not only relevant but also contain innovative principles such as student-centered learning, contextual learning, and differentiation that are in line with modern educational theory. This study concludes that the Prophet Muhammad's teaching tradition is a rich and valid source of inspiration for the development of innovative learning methods in the modern era. The integration of the hadith treasury curated by scholars such as Abu Ghuddah with contemporary educational insights can give rise to an authentic, effective, and transformative model of Islamic education.
Pengembangan Pembelajaran Digital pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Nilai Adab dan Akhlak Islami Kaimudin Kaimudin; Nurhasan Nurhasan; Yudi Aris Dwiyanto
Jurnal Wahana Literasi Pendidikan Vol 1 No 1 (2026): Januari
Publisher : CV. Lentera Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58472/jwlp.v1i1.363

Abstract

Rapid progress in digital technology has profoundly reshaped teaching and learning processes. Nevertheless, the application of digital tools in Islamic Religious Education (known as Pendidikan Agama Islam or PAI) has largely prioritized knowledge acquisition and technical proficiency, often overlooking the crucial development of adab (proper conduct) and akhlak (Islamic moral character), which form the core of Islamic education. This study explores various digital innovations in PAI instruction that are rooted in Islamic principles of adab and akhlak, along with their effects on shaping students’ moral character. Employing a qualitative library research approach, the study draws on recent scholarly journals, reference books, and academic publications. The analysis reveals that carefully structured digital resources such as exemplary moral videos, gamified activities infused with Islamic values, moderated online ethical forums, virtual reality simulations for practicing etiquette, and morally oriented educational social media contentcan effectively foster ethical values. The effectiveness of these approaches relies heavily on the balanced fusion of technological tools, pedagogical strategies, and Islamic content centered on nurturing adab.
Manajemen Mutu Pendidikan Dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia Khaerun Nisa; Irmalasari Irmalasari; Nurhasan Nurhasan; Kaimudin Kaimudin
⁠⁠Jurnal Literasi Indonesia Vol. 2 No. 7 (2025): Jurnal Literasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya efektivitas pengelolaan mutu pendidikan masih menjadi persoalan utama di banyak lembaga pendidikan, terutama dalam menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing. Berbagai penelitian telah membahas manajemen mutu pendidikan, namun sebagian besar masih berfokus pada aspek konseptual dan belum mengkaji secara mendalam implementasi manajemen mutu dalam konteks kelembagaan sekolah secara komprehensif, khususnya pada tahap perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen mutu pendidikan sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen mutu pendidikan telah diterapkan melalui perencanaan berbasis visi, misi, dan standar nasional pendidikan, pelaksanaan program peningkatan kompetensi pendidik serta pengelolaan sumber daya sekolah, dan pengawasan serta evaluasi yang dilakukan secara berkala. Namun, implementasi tersebut belum sepenuhnya optimal karena masih dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia, pendanaan, serta sarana dan prasarana. Novelty penelitian ini terletak pada pemetaan empiris penerapan manajemen mutu pendidikan secara terpadu yang menekankan keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi manajemen mutu pendidikan secara berkelanjutan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di sekolah.
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Rismawati Rismawati; Poniyah Poniyah; Nurhasan Nurhasan; Kaimudin Kaimudin
⁠⁠Jurnal Literasi Indonesia Vol. 2 No. 7 (2025): Jurnal Literasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas sumber daya manusia (SDM) di sekolah masih menjadi tantangan utama dalam peningkatan mutu pendidikan, terutama ketika kepemimpinan kepala sekolah belum berfungsi secara optimal sebagai penggerak perubahan. Berbagai penelitian telah membahas kepemimpinan kepala sekolah, namun kajian yang mensintesis peran kepemimpinan tersebut secara komprehensif dalam konteks pengelolaan SDM masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sekolah. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku, dan publikasi akademik yang relevan dan terbit dalam rentang tahun 2020–2025. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, pengelompokan tema, dan sintesis kritis terhadap temuan penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah, khususnya yang berorientasi transformasional dan instruksional, berperan signifikan dalam meningkatkan kompetensi guru, motivasi kerja, budaya organisasi, serta efektivitas pembelajaran. Novelty penelitian ini terletak pada pemetaan konseptual yang menegaskan keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah, manajemen sumber daya manusia, dan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor kunci dalam pengembangan kualitas SDM dan keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan.
Kepemimpinan Digital dan Transformasi Pendidikan Islam: Strategi Integrasi Nilai dan Teknologi Pada Era Disrupsi Hilda Silvia; Rina Komala Sari; Nurhasan Nurhasan; Kaimudin Kaimudin
⁠⁠Jurnal Literasi Indonesia Vol. 2 No. 7 (2025): Jurnal Literasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan mendasar dalam tata kelola dan praktik pendidikan, termasuk pada institusi pendidikan Islam yang memiliki karakter nilai dan tradisi kuat. Perubahan ini menuntut hadirnya kepemimpinan yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga mampu menjaga integritas nilai-nilai keislaman. Artikel ini bertujuan menganalisis peran Kepemimpinan Digital dalam mendorong transformasi pendidikan Islam di era disrupsi, dengan menekankan pentingnya integrasi antara inovasi teknologi dan nilai spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan Studi Literatur Sistematis dengan menelaah artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan pada rentang tahun 2019 hingga 2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi sangat dipengaruhi oleh penerapan Kepemimpinan Digital Transformasional Kontekstual yang menempatkan visi digital, pengembangan sumber daya manusia, serta keteladanan moral pemimpin sebagai fondasi utama. Kepemimpinan ini berperan strategis dalam menjembatani kesenjangan kompetensi dan infrastruktur, sekaligus merespons konflik aksiologis yang muncul akibat ketegangan antara tradisi pendidikan Islam dan budaya digital. Temuan juga menegaskan bahwa integrasi nilai-nilai seperti akhlak, tabayyun, dan disiplin spiritual ke dalam praktik digital mampu memperkuat etika penggunaan teknologi di lingkungan pendidikan Islam. Dengan demikian, kepemimpinan digital yang kontekstual dan berbasis nilai menjadi prasyarat penting untuk menjaga relevansi, mutu, dan keberlanjutan pendidikan Islam di tengah dinamika perkembangan teknologi.
Peran Kepemimpinan Lembaga dalam Meningkatkan Kualitas Mutu Pendidikan Iyas Iyas; Zaky Ahmad Zulfikri; Nurhasan Nurhasan; Kaimudin Kaimudin
⁠⁠Jurnal Literasi Indonesia Vol. 2 No. 10 (2025): Jurnal Literasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan merupakan prasyarat utama bagi kemajuan suatu bangsa, khususnya dalam menghadapi tantangan global dan mewujudkan agenda pembangunan nasional seperti Indonesia Emas 2045. Salah satu faktor kunci yang menentukan keberhasilan peningkatan mutu pendidikan adalah kepemimpinan pimpinan lembaga pendidikan, terutama kepala sekolah atau madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis peran kepemimpinan lembaga pendidikan dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan berdasarkan temuan-temuan penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (literature review) dengan pendekatan kualitatif, melalui analisis terhadap artikel-artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal nasional terakreditasi di Indonesia. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis isi (content analysis) dan sintesis untuk mengidentifikasi tema, konsep, serta pola temuan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran pimpinan lembaga pendidikan bersifat multidimensional, meliputi peran manajerial dalam pengelolaan mutu, peran transformasional dalam meningkatkan motivasi dan kinerja guru, peran fasilitatif dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inovatif, serta peran visioner dalam menentukan arah strategis lembaga pendidikan. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang efektif dan berkualitas tinggi merupakan faktor penentu dalam peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian kepemimpinan pendidikan serta implikasi praktis bagi pimpinan lembaga pendidikan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Strategi Pendidikan Karakter di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Aulad Nanggewer Muhammad Fiqri Fadilah; A. Wahab; Nurhasan Nurhasan; Kaimudin Kaimudin
⁠⁠Jurnal Literasi Indonesia Vol. 2 No. 11 (2025): Jurnal Literasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena karakter siswa di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Aulad Nanggewer yang menunjukkan perilaku sopan, ramah, dan responsif dalam interaksi sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas. Kondisi tersebut menarik untuk dikaji secara mendalam guna memahami strategi pendidikan karakter yang diterapkan secara nyata di lingkungan madrasah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi pendidikan karakter yang dilaksanakan melalui pembiasaan sehari-hari sebagai bagian dari proses pembelajaran dan budaya sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologis, yang berfokus pada pemahaman pengalaman dan praktik subjek penelitian. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, dan siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi semi-terstruktur, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di madrasah ini dilaksanakan melalui keteladanan guru, penanaman kedisiplinan, pembiasaan positif, penciptaan suasana belajar yang kondusif, serta integrasi dan internalisasi nilai karakter dalam proses pembelajaran. Strategi tersebut terbukti mampu membentuk karakter siswa secara konsisten dan berkelanjutan, serta memperkuat budaya sekolah yang positif.