Chintya Rosalina
Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gangguan Kecemasan Menyeluruh pada Lansia dengan Gejala Somatik Dominan: Laporan Kasus Chintya Rosalina; Era Catur Prasetya
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.222

Abstract

Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah gangguan kecemasan kronis yang ditandai oleh kekhawatiran berlebihan, menetap, dan sulit dikendalikan, disertai gejala fisik dan psikologis yang mengganggu fungsi sosial dan aktivitas sehari-hari. Faktor penyebab bersifat multifaktorial, meliputi aspek biologis, genetik, psikologis, dan sosial.  Laporan ini memaparkan seorang perempuan dengan kecemasan menetap sejak pandemi COVID-19, dipicu oleh paparan berita kematian. Pasien mengalami gejala fisik seperti gangguan tidur, tremor, berkeringat, mual, serta penurunan nafsu makan. Setelah terapi farmakologis dan psikoterapi, gejala membaik, namun kambuh saat obat habis dan terpapar stresor lingkungan. Diagnosis GAD ditegakkan sesuai kriteria DSM-5, PPDGJ III, dan ICD-11, dengan diagnosis banding gangguan panik. Paparan stresor lingkungan dan disregulasi neurotransmiter, khususnya GABA, memicu gangguan kecemasan. Penatalaksanaan efektif memerlukan pendekatan multimodal: farmakoterapi (SSRI sebagai lini pertama, benzodiazepin jangka pendek bila perlu), psikoterapi berbasis bukti seperti cognitive behavioral therapy, serta dukungan sosial. Evaluasi komprehensif terhadap faktor psikososial dan riwayat gangguan mood esensial untuk mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Kesimpulan: GAD merupakan gangguan kecemasan kronis yang kompleks, dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan biologis. Pendekatan biopsikososial terpadu menjadi strategi utama untuk manajemen jangka panjang, meningkatkan respons klinis, serta mencegah kekambuhan.