Ali Anhar Syi'bul Huda
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Trends in the Study Moral Development, Learning Media, and Learning Processes in Educational Hadith: Analysing the 2022—2023 Period through Openknowledge Maps Ali Anhar Syi'bul Huda; Muhammad Hafidz Ilmi; Muhammad Torieq Abdillah; Siti Nur Syifa
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 25 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v25i1.21783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja, alasan berkembang, dan bagaimana tren pengkajian hadis pendidikan masif dikaji dalam kajian hadis. Hadis sebagai sumber ajaran kedua agama Islam sejak zaman Nabi hingga saat ini senantiasa terus dikaji oleh banyak kalangan. Berstatus sebagai sumber rujukan, hadis dikaji oleh berbagai macam bidang keilmuan salah satunya ialah dalam bidang pendidikan. Oleh karenanya, dewasa ini muncul pengembangan hadis berbasis nilai-nilai pendidikan atau lebih dikenal dengan hadis tarbawi. Artikel ini mengkaji tren pengkajian hadis pendidikan dalam kurung waktu satu tahun terakhir dimulai dari periode tahun 2022 hingga tahun 2023 melalui perbantuan Open Knowledge Maps. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ialah kualitatif dengan metode studi literatur, pengumpulan data menggunakan jurnal sebagai data primer dan dokumentasi sebagai data sekunder, adapun analisis data yang dipergunakan ialah deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren pengkajian hadis pendidikan periode 2022—2023 melalui Open Knowledge Maps antara lain pembinaan akhlak (sebanyak 3 artikel), media pembelajaran (sebanyak 2 artikel), dan proses pembelajaran (sebanyak 2 artikel). Setelah dianalisis, terbentuk satu kesatuan antara pembinaan akhlak dan media yang terjadi dalam proses pembelajaran. Artikel ini dapat membantu bagi pengembangan kajian berikutnya sebagai hasil referensi dalam menelaah hadis pendidikan lainnya dengan alat bantu pencarian artikel yang lain (semisal Google Scholar, ScinceDirect, Tandfonline, dan lain-lain). Hasil penelitian ini menghasilkan bahwa pengkajian hadis pendidikan sudah muncul berbagai macam dan dapat ditelusuri menggunakan search engine sehingga memudahkan pengkajian serta memunculkan kebaruan dalam penelitian selanjutnya.
QUALITY EDUCATION IN UNDERSERVED AREAS: IMPLEMENTING DEEP LEARNING FOR MADRASAH TEACHERS IN SEMANU DISTRICT Stephen Taylor; M. Mahbubi; Raudlatun Raudlatun; Ali Anhar Syi'bul Huda
Benchmarking: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 10, No 1 (2026): BENCHMARKING (Author Geographical Coverage: Negeria, South African and Indonesi
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/benchmarking.v10i1.25874

Abstract

This study explores the implementation of deep learning in madrasah classrooms in Semanu, Gunung Kidul, Yogyakarta, focusing on the villages of Nglegi and Pacarejo. The research aims to assess how deep learning principles can be integrated into the teaching practices of teachers in these rural areas, examining the challenges and opportunities for its application. Using a qualitative case study approach, data were collected through semi-structured interviews with 15-20 madrasah teachers, classroom observations, and document analysis. The findings reveal that while many teachers show a willingness to adopt deep learning, their understanding of the concept remains limited. Teachers predominantly rely on traditional, teacher-centered methods, with insufficient knowledge of how to integrate deep learning effectively. Key challenges include the lack of access to technology, limited professional development opportunities, and a rigid national curriculum that prioritizes content delivery over critical thinking and problem-solving. Despite these challenges, teachers expressed interest in enhancing their teaching practices and identified technology and training as essential for adopting deep learning. The study concludes that to effectively implement deep learning in rural areas, there is a need for increased access to technology, context-specific professional development, and curriculum reforms that allow for more flexible and reflective learning. By addressing these challenges, the quality of education in Semanu could significantly improve, preparing students for future challenges