Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAN PEMERINTAH DALAM PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DESA NAPA KECAMATAN MAWASANGKA, KABUPATEN BUTON TENGAH Irawati Irawati; Siti Nadia Gunawan
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i3.17

Abstract

This study aims to describe the Government's Role in Empowering the Family Welfare Empowerment Team (TP-PKK) in Napa Village, Mawasangka District, Buton Tengah Regency. This research uses a descriptive qualitative method. Types and sources of data used are primary data and secondary data. With data collection techniques, namely, interviews, observation and documentation. This study was conducted with a total of 9 informants. The data analysis technique used is data collection, presentation, and conclusion drawing. The data validity technique used is data credibility and data certainty. The results showed that the role of the Napa Village government in TP-PKK had not run optimally, as seen from the government facilitators and catalysts providing facilities for TP-PKK in the clothing program in the form of offering goods and services such as giving bamboo for making fences in every house, in the food program in the form of goods, namely the provision of sewing machine tools to meet family needs to increase family income, found in the cooperative life development program in the form of funds where coaching and development of efforts to increase family income (UP2K) in all PKK groups, found in education and skills programs in the form of funds but because inadequate funds and tools so that people in developing innovation and creativity cannot be fully implemented. The role of the Napa Village government has not run optimally due to inadequate facilities, so providing guidance and supervision is still not optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Pemerintah dalam Pemberdayaan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Napa Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Dengan Teknik penumpulan data yaitu, wawancara, observasi dan dokumentasi. penelitian ini dilakukan dengan jumlah informan sebanyak 9 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah Data collection, penyajian data dan penarik kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah Kredibilitas data dan kepastian Data. Hasil penelitian menunjukan Peran pemerintah Desa Napa pada TP-PKK belum berjalan optimal dilihat dari fasilitator dan katalisator pemerintah memberikan fasilitas terhadap TP-PKK terdapat pada program sandang berupa pemberian barang dan jasa seperti pemberian bambu untuk pembuatan pagar di setiap rumah, terdapat pada program pangan berupa barang yaitu pemberian alat mesin menjahit untuk memenuhi kebutuhan keluarga dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga, terdapat pada program pengembangan kehidupan berkoperasi berupa dana dimana pembinaan dan pengembangan upaya peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) di semua kelompok PKK, terdapat pada program pendidikan dan keterampilan berupa dana namun karna dana dana dan alat yang kurang memadai sehingga masyarakat dalam mengembangkan inovasi dan kreativitasnya belum bisa terlaksana sepenuhnya. Peran pemerintah Desa Napa belum berjalan optimal karena fasilitas yang kurang memadai sehingga dalam memberikan pembinaan dan pengawasan masih belum maksimal.
Kolaborasi BI Sultra Dan Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka Dalam Pengembangan Objek Wisata Tanjung Malaha Irawati Irawati; Fetni; Nurhalisa
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 2 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan kerjasama Bank Sultra dan Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka dalam pengembangan objek wisata Tanjung Malaha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil kajian, kerjasama antara BI Sultra dan Dinas Pariwisata Kolaka akan mengembangkan atraksi wisata melalui dukungan sarana dan prasarana, meningkatkan jumlah wisatawan, serta memberikan dukungan masyarakat dalam proses pengembangan pariwisata melalui penguatan komunitas, memahami perkembangan industri pariwisata, khususnya melalui pembentukan kelompok sadar pariwisata (Pokdarwis) Desa Malaha. Kesimpulannya bahwa kerjasama yang baik antara BI Sultra dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka dapat memberikan manfaat bagi pengembangan sektor pariwisata secara keseluruhan. Hal ini mencakup sinergi antara kebijakan moneter, keuangan, dan pembangunan pariwisata untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan daerah.
PERAN PEMERINTAH DALAM PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DESA NAPA KECAMATAN MAWASANGKA, KABUPATEN BUTON TENGAH Irawati Irawati; Siti Nadia Gunawan
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i3.17

Abstract

This study aims to describe the Government's Role in Empowering the Family Welfare Empowerment Team (TP-PKK) in Napa Village, Mawasangka District, Buton Tengah Regency. This research uses a descriptive qualitative method. Types and sources of data used are primary data and secondary data. With data collection techniques, namely, interviews, observation and documentation. This study was conducted with a total of 9 informants. The data analysis technique used is data collection, presentation, and conclusion drawing. The data validity technique used is data credibility and data certainty. The results showed that the role of the Napa Village government in TP-PKK had not run optimally, as seen from the government facilitators and catalysts providing facilities for TP-PKK in the clothing program in the form of offering goods and services such as giving bamboo for making fences in every house, in the food program in the form of goods, namely the provision of sewing machine tools to meet family needs to increase family income, found in the cooperative life development program in the form of funds where coaching and development of efforts to increase family income (UP2K) in all PKK groups, found in education and skills programs in the form of funds but because inadequate funds and tools so that people in developing innovation and creativity cannot be fully implemented. The role of the Napa Village government has not run optimally due to inadequate facilities, so providing guidance and supervision is still not optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Pemerintah dalam Pemberdayaan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Napa Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Dengan Teknik penumpulan data yaitu, wawancara, observasi dan dokumentasi. penelitian ini dilakukan dengan jumlah informan sebanyak 9 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah Data collection, penyajian data dan penarik kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah Kredibilitas data dan kepastian Data. Hasil penelitian menunjukan Peran pemerintah Desa Napa pada TP-PKK belum berjalan optimal dilihat dari fasilitator dan katalisator pemerintah memberikan fasilitas terhadap TP-PKK terdapat pada program sandang berupa pemberian barang dan jasa seperti pemberian bambu untuk pembuatan pagar di setiap rumah, terdapat pada program pangan berupa barang yaitu pemberian alat mesin menjahit untuk memenuhi kebutuhan keluarga dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga, terdapat pada program pengembangan kehidupan berkoperasi berupa dana dimana pembinaan dan pengembangan upaya peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) di semua kelompok PKK, terdapat pada program pendidikan dan keterampilan berupa dana namun karna dana dana dan alat yang kurang memadai sehingga masyarakat dalam mengembangkan inovasi dan kreativitasnya belum bisa terlaksana sepenuhnya. Peran pemerintah Desa Napa belum berjalan optimal karena fasilitas yang kurang memadai sehingga dalam memberikan pembinaan dan pengawasan masih belum maksimal.
Kolaborasi BI Sultra Dan Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka Dalam Pengembangan Objek Wisata Tanjung Malaha Irawati Irawati; Fetni; Nurhalisa
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 2 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan kerjasama Bank Sultra dan Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka dalam pengembangan objek wisata Tanjung Malaha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil kajian, kerjasama antara BI Sultra dan Dinas Pariwisata Kolaka akan mengembangkan atraksi wisata melalui dukungan sarana dan prasarana, meningkatkan jumlah wisatawan, serta memberikan dukungan masyarakat dalam proses pengembangan pariwisata melalui penguatan komunitas, memahami perkembangan industri pariwisata, khususnya melalui pembentukan kelompok sadar pariwisata (Pokdarwis) Desa Malaha. Kesimpulannya bahwa kerjasama yang baik antara BI Sultra dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka dapat memberikan manfaat bagi pengembangan sektor pariwisata secara keseluruhan. Hal ini mencakup sinergi antara kebijakan moneter, keuangan, dan pembangunan pariwisata untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan daerah.