Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gender, Kekuasaan, dan Resistensi: Praktik Perlawanan Perempuan terhadap Dominasi Ekonomi Ekstraktif di Daerah Pertambangan Syaifudin Suhri Kasim; Sarpin; Suharty Roslan; Lutfiana Nur Azizah; Asrani; Dian Puspita Rizki
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik resistensi perempuan petani terhadap dominasi ekonomi ekstraktif di wilayah pertambangan dengan menggunakan perspektif Feminist Political Ecology (FPE) dan teori kekuasaan. Melalui pendekatan kualitatif yang memadukan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, penelitian ini mengungkap dinamika perlawanan yang kompleks di tingkat lokal. Hasil temuan menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya berposisi sebagai korban dari pembangunan ekstraktif yang menyingkirkan mereka dari akses terhadap sumber daya alam, tetapi juga tampil sebagai agen perubahan sosial yang membangun wacana alternatif mengenai keadilan sosial, ekologis, dan gender. Bentuk resistensi perempuan mencakup aksi kolektif terbuka, seperti protes dan advokasi lingkungan, serta praktik keseharian yang subtil, seperti pengelolaan sumber daya rumah tangga dan pertanian berkelanjutan yang menegosiasikan kekuasaan dalam ruang domestik dan publik. Melalui solidaritas komunitas, jaringan sosial, dan kearifan lokal, perempuan membentuk politik lingkungan baru yang menantang dominasi patriarki dan logika kapitalistik yang eksploitatif. Penelitian ini menegaskan bahwa resistensi perempuan tidak hanya berdampak pada perubahan relasi kekuasaan di tingkat lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap pembentukan tata kelola sumber daya alam yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus memperkaya kajian ekologi politik feminis di konteks global Selatan.
Gender, Kekuasaan, dan Resistensi: Praktik Perlawanan Perempuan terhadap Dominasi Ekonomi Ekstraktif di Daerah Pertambangan Syaifudin Suhri Kasim; Sarpin; Suharty Roslan; Lutfiana Nur Azizah; Asrani; Dian Puspita Rizki
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik resistensi perempuan petani terhadap dominasi ekonomi ekstraktif di wilayah pertambangan dengan menggunakan perspektif Feminist Political Ecology (FPE) dan teori kekuasaan. Melalui pendekatan kualitatif yang memadukan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, penelitian ini mengungkap dinamika perlawanan yang kompleks di tingkat lokal. Hasil temuan menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya berposisi sebagai korban dari pembangunan ekstraktif yang menyingkirkan mereka dari akses terhadap sumber daya alam, tetapi juga tampil sebagai agen perubahan sosial yang membangun wacana alternatif mengenai keadilan sosial, ekologis, dan gender. Bentuk resistensi perempuan mencakup aksi kolektif terbuka, seperti protes dan advokasi lingkungan, serta praktik keseharian yang subtil, seperti pengelolaan sumber daya rumah tangga dan pertanian berkelanjutan yang menegosiasikan kekuasaan dalam ruang domestik dan publik. Melalui solidaritas komunitas, jaringan sosial, dan kearifan lokal, perempuan membentuk politik lingkungan baru yang menantang dominasi patriarki dan logika kapitalistik yang eksploitatif. Penelitian ini menegaskan bahwa resistensi perempuan tidak hanya berdampak pada perubahan relasi kekuasaan di tingkat lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap pembentukan tata kelola sumber daya alam yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus memperkaya kajian ekologi politik feminis di konteks global Selatan.