Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Fenomena Fear of Public Speaking pada Mahasiswa Generasi Z di Lingkungan Kampus Digital sutinnarto; muhammad Agung Setiawan; Rif'atul Himmah
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.144

Abstract

Fenomena fear of public speaking merupakan salah satu permasalahan komunikasi yang masih banyak dialami oleh mahasiswa, khususnya Generasi Z, di tengah berkembangnya lingkungan kampus digital. Generasi Z dikenal sebagai generasi yang akrab dengan teknologi dan media sosial, namun kondisi tersebut tidak serta-merta menjamin kemampuan komunikasi lisan secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena fear of public speaking pada mahasiswa Generasi Z di lingkungan kampus digital, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa Generasi Z di lingkungan perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fear of public speaking pada mahasiswa Generasi Z dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain rendahnya kepercayaan diri, kecemasan sosial, kurangnya pengalaman berbicara di depan umum, serta pengaruh budaya media sosial yang lebih menekankan komunikasi berbasis digital dibandingkan komunikasi tatap muka. Lingkungan kampus digital memberikan kemudahan dalam menyampaikan ide melalui media daring, namun secara tidak langsung mengurangi intensitas latihan public speaking secara langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan strategi pembelajaran dan pendampingan yang adaptif terhadap karakteristik Generasi Z guna meningkatkan keberanian dan kemampuan public speaking mahasiswa di lingkungan kampus.
Fenomena Fear of Public Speaking pada Mahasiswa Generasi Z di Lingkungan Kampus Digital sutinnarto; muhammad Agung Setiawan; Rif'atul Himmah
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.144

Abstract

Fenomena fear of public speaking merupakan salah satu permasalahan komunikasi yang masih banyak dialami oleh mahasiswa, khususnya Generasi Z, di tengah berkembangnya lingkungan kampus digital. Generasi Z dikenal sebagai generasi yang akrab dengan teknologi dan media sosial, namun kondisi tersebut tidak serta-merta menjamin kemampuan komunikasi lisan secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena fear of public speaking pada mahasiswa Generasi Z di lingkungan kampus digital, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa Generasi Z di lingkungan perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fear of public speaking pada mahasiswa Generasi Z dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain rendahnya kepercayaan diri, kecemasan sosial, kurangnya pengalaman berbicara di depan umum, serta pengaruh budaya media sosial yang lebih menekankan komunikasi berbasis digital dibandingkan komunikasi tatap muka. Lingkungan kampus digital memberikan kemudahan dalam menyampaikan ide melalui media daring, namun secara tidak langsung mengurangi intensitas latihan public speaking secara langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan strategi pembelajaran dan pendampingan yang adaptif terhadap karakteristik Generasi Z guna meningkatkan keberanian dan kemampuan public speaking mahasiswa di lingkungan kampus.
Digital Forensic Data In Technology-Based Crime Investigations: A Juridical-Empirical Review Of Obstacles And Solutions Zain Arfin Utama Zain; Sutinnarto; Dwi Kusumawati
Perspective Humanities and Social Sciences Vol. 1 No. 2 (2025): Volume 1 No 02 (2025)
Publisher : Institut Karya Mulia Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital forensic evidence has become a critical tool in cybercrime investigations, yet its implementation in Indonesia faces normative and technical gaps. This study analyzes the urgency, evidentiary paradigms, and challenges of digital forensic data using a juridical- empirical approach and case studies (MV Run Zeng Case, 2024). Findings indicate that while Law No. 19/2016 on ITE and the Criminal Procedure Code (KUHAP) recognize digital evidence, weak chain of custody, lack of certified experts, and overlapping regulations threaten evidentiary integrity. Proposed solutions include standardizing DEFR procedures, inter-agency collaboration, and capacity-building through certified training. These findings contribute to developing adaptive digital forensics policies for Industry 5.0, balancing substantive justice and privacy protection. This research underscores that the successful implementation of digital forensic evidence depends not only on strong regulations, but also on a collective commitment to adopting global best practices. In this way, Indonesia can position itself as a pioneer in enforcing cyber law in the digital era, while maintaining a balance between public security and protecting individual rights.
An Analysis of Communication and Social Criticism in Emha Ainun Nadjib’s Poem “God Is Already Very Popular” Muhamad Agung Setiawan; Lakna Tulas’un; Sutinnarto; Najmi Rizki Khairani; Rif’atul Himmah
Perspective Humanities and Social Sciences Vol. 1 No. 2 (2025): Volume 1 No 02 (2025)
Publisher : Institut Karya Mulia Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poetry is not only an aesthetic medium, but also a means of communication capable of delivering social critique through symbolic language. This study aims to analyze the linguistic style in Emha Ainun Nadjib’s poem “God Is Already Very Popular” and how its stylistic elements construct messages of social and religious criticism. The dynamics of modern religiosity filled with symbolism, fanaticism, and the commodification of faith serve as an essential context reflected in Cak Nun’s work. This research employs a descriptive qualitative method with a stylistic analysis approach. The analysis was conducted through close reading of the poem, classification of stylistic devices, and interpretation of meaning based on the theoretical framework of social criticism and literary communication. The analysis consists of three stages: (1) identifying figures of speech and poetic structures, (2) categorizing linguistic styles related to communicative messages, and (3) interpreting the relationship between stylistic elements and the conveyed social criticism. The findings reveal that irony is used to highlight shallow religious practices, while metaphor and symbolism implicitly yet sharply portray social conditions. Simile is applied to make abstract concepts more communicative and concrete. Overall, the study demonstrates that Cak Nun’s poem represents a form of indirect social critique, as its messages are delivered implicitly through figurative language. Thus, this research emphasizes that poetic language functions as an effective communication instrument in conveying social criticism while encouraging readers’ spiritual reflection.