Muh. Nur Rahmat Yasim
Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Kampus UI Depok.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ragam Warna di Bawah Langit Tarakan: Paguyuban, Kerukunan Etnis dan Memori Konflik Millah Ananda Yunita; Pawennari Hijjang; Muh. Nur Rahmat Yasim
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 8, No 2 (2025): June
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.8.2.287-304

Abstract

Artikel ini mengkaji peran strategis paguyuban lokal dalam memelihara harmoni sosial dan menangani dampak konflik antaretnis tahun 2010 di Tarakan, Indonesia, yang melibatkan etnis Bugis Letta dan Tidung. Konflik ini meninggalkan dampak mendalam dalam memori kolektif masyarakat dan terus memengaruhi hubungan sosial hingga saat ini. Penelitian ini dilaksanakan pada periode Oktober 2022 hingga Januari 2023 menggunakan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Informan penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, dengan total sebanyak 10 orang. Fokus penelitian adalah pada kontribusi paguyuban seperti Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Lembaga Adat Tidung Ulun Pagun (LATUP), Paguyuban Keluarga Warga Jawa (PAKUWAJA), dan Persatuan Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dalam mendukung rekonsiliasi dan integrasi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paguyuban berfungsi sebagai mediator yang efektif, memfasilitasi kegiatan budaya dan inisiatif sosial yang memperkuat inklusivitas, toleransi, dan kepercayaan antaretnis. Dengan mendorong interaksi lintas budaya dan memperkuat komitmen bersama terhadap perdamaian, paguyuban berhasil meredakan ketegangan dan memperkuat kohesi sosial. Artikel ini menyoroti pentingnya peran mekanisme sosial lokal dalam resolusi konflik, membangun ketahanan komunitas, dan memelihara harmoni dalam masyarakat multikultural.