Ronald Nersada Eryono Aulu
Sekolah Tinggi Agama Kristen Sabda Holistik

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengorbanan Sejati sebagai Jalan Rekonsiliasi dalam Berelasi dan Berinteraksi: Suatu Perspektif Teologis-Biblis Ronald Nersada Eryono Aulu; Stephanie Selan
Jurnal Teologi Injili Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v3i1.52

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyelidiki kehidupan orang Kristen dalam berelasi dan berinteraksi yang telah mengalami distorsi. Distorsi tersebut telah membuat manusia tidak melihat kehadiran sesamanya, sama penting dan sama berharganya dengan kehadiran dirinya. Hal tersebut dapat dilihat dalam hubungan lintas agama di ruang publik yang dibarengi dengan kekerasan, tindakan intoleransi, ujaran kebencian yang juga turut memicu aksi radikalisme sampai terorisme. Dan dalam hubungan antara orang Kristen pun turut hadir tindakan kekerasan antara warga gereja, perebutan jemaat, perebutan kekuasaan sampai pada terjadinya perpecahan dalam gereja dan sinode. Pemicunya pun bervariasi, dimulai dari faktor ekonomi, politik, perbedaan kenyakinan, dan bahkan minimnya pemahaman turut menjadi pemicu. Bertolak dari semua pemicu diatas, fokus dari penelitian adalah menekankan dosa sebagai penyebab pertama. Dosa telah menciptakan keterpisahan manusia dengan Allah sebagai Pencipta. Kondisi tersebut turut berperan menciptakan keretakan dalam berelasi dan berinteraksi dengan sesama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan, dengan mengumpulkan data-data yang relevan berdasarkan topik yang dikaji. Hasil penelitian ini adalah melalui pengorbanan Kristus yang berdasar pada kasih Agape, dapat memberi akses bagi rekonsiliasi diri dengan Allah. Dan melalui rekonsiliasi dengan Allah, rekonsiliasi hubungan dalam berelasi dan berinteraksi dengan sesama pun turut tercipta.
The Doctrine of the Holy Spirit in the Confession of the Toraja Church and Its Implementation for the People of the Toraja Church Leppan Congregation Salombe, Yafet Sapan; Prasetyo, Yosafat Gratia; Aulu, Ronald
Proskuneo: Journal of Theology Vol 1, No 2 (2025): Proskuneo Journal of Theology
Publisher : STT Transformasi Indonesia Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53674/pjt.v1i2.178

Abstract

Christians or churches generally believe and acknowledge that the Holy Spirit is one of the persons of the single Triune God, but in congregational life, the Holy Spirit is misunderstood and often there are various views about the  Holy Spirit personhood and how the Holy Spirit works in the lives of believers. . In fact, if we return to the church's confession which is formulated based on the scriptures, it is clearly stated that the Holy Spirit is a person. In the Toraja Church's confession, the Holy Spirit is specifically recognized as a Person, however in this confession the author observes that further emphasis or explanation of the Person of the Holy Spirit is still inadequate. So it is not surprising that there are still many members of the Toraja Church who do not understand or even misunderstand the Holy Spirit and the work of the Holy Spirit in everyday life, as in the case of one member of the Toraja Church, the Leppan Congregation, who claimed that he had encountered the Holy Spirit. Through a spiritual experience that he dared to claim to be a prophet and even dared to judge several members of the other congregation that they were unrighteous and controlled by Satan.  Therefore, in the author's opinion, the doctrine of the Holy Spirit still needs to be given further explanation and is very important to be emphasized in the lives of church members. This is important so that church members gain a correct understanding of the Holy Spirit as stated in the holy scriptures
Figur Gembala Sidang sebagai Cerminan bagi Pendidikan Karakter Jemaat dan Implikasi Praktisnya Ronald Nersada Eryono Aulu; Romelus Blegur; Leniwan Darmawati Gea; Stephanie Selan; Dinar Br Karo
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i2.71

Abstract

Gembala sidang adalah figur yang khusus karena ia berpartisipasi dalam karya penggembalaan yang dimulai oleh Allah. Hal tersebut sekaligus menekankan bahwa posisi serta tugas gembala sangat istimewa. Melalui gembala, jemaat dapat hidup sebagaimana mestinya sebagai jemaat Allah. Figur gembala merupakan cerminan hidup yang diharapkan di tengah jemaat, namun realitas mempertontonkan kehadiran gembala tidak turut menghadirkan kompetensi spiritual yang seharusnya menjadi paket lengkap dari kehadirannya. Beberapa gembala kehilangan fungsi teologisnya karena penyalahgunaan keuangan, terjerumus dalam tindakan asusila dengan jemaat, hedonis dan sumber konflik, menjadi faktor penyebab. Penelitian ini bertujuan mengemukakan pentingnya figur gembala sebagai teladan yang dapat mendidik karakter jemaat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan dengan menggunakan sumber-sumber berupa buku dan artikel jurnal. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa sebagai figur bagi jemaat, gembala harus menghamba dalam hidup dan pelayanan, berintegritas, serta menjadi penjaga kawanan domba.
Otentisitas Injil dalam Literasi Generasi Milenial: Peluang dan Strategi Penginjilan Di Era Digital Romelus Blegur; Ronald Nersada Eryono Aulu
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/zebxtw41

Abstract

Penelitian ini hendak menekankan bahwa kehadiran Injil merupakan Kabar Baik bagi semua umat di segala bangsa dan segala abad, serta tetap relevan hingga kini meskipun menghadapi trend-trend baru. Walau demikian, Injil pun menghadapi tantangan baru dalam berbagai konteks, misalnya perkembangan teknologi digital pada masa kini yang mencerminkan peradaban dan budaya baru dengan jenis literasi yang baru pula. Pola literasi yang mengemuka pada masa kini di kalangan generasi milenial, pada satu sisi dapat mendistorsi otentisitas Injil melalui jargon-jargonnya, tetapi juga di sisi yang lain dapat menjadi peluang pengijian. Dua sisi inilah yang perlu disikapi dengan baik agar sesuai dengan maksud Injil Tuhan Yesus Kristus. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki konsep dan konteks literasi generasi milenial, serta otentisitas Injil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Terkait itu, maka sumber-sumber yang digunakan berupa buku, jurnal dan referensi lainnya yang relevan dengan topik kajian. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa literasi generasi milenial dapat menjadi peluang bagi pemberitaan Injil tanpa mengorbankan otentisitas Injil. Hal tersebut dapat dimungkinkan melalui sarana-sarana yang digunakan generasi milenial, yaitu media digital yang dapat juga menjadi media pemberitaan Injil dengan penyesuaian yang sewajarnya dan relevan untuk menjaga kemurnian maksud Injil.