Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Challenges of Contemporary Muslims Lina Pusvisasari; Rahmah Fitriah; Rabiatul Adawiyah; Muhammad Nur Ilhami
Al-Amru: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/al-amru.v1i1.2

Abstract

This research focuses on how Islam compares between the time of the Prophet and today. These differences occur as a result of a shift in the understanding and practice of Islamic teachings along with developments over time. The challenges faced by the Prophet and his previous companions were physical attacks, whereas in  contemporary times there is no longer any war or conflict between humans. There is a saying that Western nations advanced because they abandoned their holy book, while Muslims regressed because they also abandoned their holy book (Al-Qur’an). This expression may be true when we see how poor Muslims are in various sectors of life, from education, economics, to the development of science and technology. Meanwhile, Western countries are so advanced and powerful that they dominate the world with all their military, economic, socio-political and cultural power which influences Muslims and other parts of the world. In contemporary times, Muslims are experiencing Ghazwul Fikr, namely a war of ideas or intellectual war. Ghazwul fikr is a transformation of conventional war.
Legal Protection of Child Custody Rights After Divorce According to Article 41 of Law No. 1 of 1974: A Study at the Cianjur Religious Court Lina Pusvisasari; Iwan Gustiawan Fadwi; Muhammad Luthfi Pratama
Pasundan Social Science Development Vol. 6 No. 2 (2026): Pasundan Social Science Development (PASCIDEV)
Publisher : Doctoral Program of Social Science Pasundan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56457/pascidev.v6i2.338

Abstract

This study aims to analyze the legal protection of child custody after divorce under Article 41 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage. The focus of this study is on the practice taking place at the Cianjur Class 1A Religious Court. This study uses an empirical juridical method with a descriptive qualitative approach. Data were obtained through observation, document study, and interviews with judges and court clerks. The results show that the protection of children's rights has been considered in the verdict, but its implementation still faces obstacles such as weak post-decision supervision, minimal parental legal awareness, and emotional conflict between parties. Judges use the principle of the best interest of the child and sometimes consider the results of mediation and the psychosocial conditions of the child and parents. Therefore, strengthening regulations, legal education, and the establishment of effective oversight mechanisms are needed to optimize legal protection for children.
Fiqh Muamalah dalam Islam Menuntun Kehidupan Adil dan Sejahtera Reva Chintia Putri; Lina Pusvisasari
Lex Aeterna Law Journal Vol 2 No 3 (2024): Lex Aeterna Law Journal
Publisher : Lex Aeterna Research & Training Center (LARTC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69780/lexaeternalawjournal.v2i3.66

Abstract

Pembahasan mengenai konsep dasar muamalah dalam Islam mencakup pemahaman tentang peraturan yang mengatur hubungan seseorang dengan orang lain mengenai hak, kewajiban, dan harta benda. Prinsip muamalah ini bertujuan untuk mewujudkan keadilan dan kemaslahatan dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari konsep dasar fiqh muamalah dalam Islam yang berfungsi sebagai pedoman untuk aktivitas ekonomi dan sosial. Diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya mempelajari konsep dasar fiqh muamalah serta memberikan kontribusi untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera.
Penerapan Hukum Islam pada Praktik Gadai (Rahn) Sebagai Jaminan Utang Nia Sobandi; Lina Pusvisasari
Lex Aeterna Law Journal Vol 2 No 4 (2024): Lex Aeterna Law Journal
Publisher : Lex Aeterna Research & Training Center (LARTC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69780/lexaeternalawjournal.v2i4.73

Abstract

Dalam hukum Islam, gadai, juga dikenal sebagai rahman, digunakan sebagai jaminan atas utang piutang. Dalam praktik, rahn digunakan untuk memberikan kepastian pelunasan utang melalui penahanan barang berharga oleh pihak pemberi pinjaman (murtahin). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki konsep rahn dari sudut pandang hukum Islam, yang mencakup rukun, syarat, dan ketentuan syariah yang mengatur hubungan ini. Studi pustaka, juga dikenal sebagai studi pustaka, dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, selama dilakukan dengan cara yang sesuai dengan syariah, seperti tidak mengandung unsur riba, gharar, atau ketidakadilan, rahn dapat dianggap sebagai instrumen keuangan yang sah dalam Islam. Selain itu, sistem pembiayaan mikro syariah menguntungkan bagi orang-orang yang tidak memiliki akses ke lembaga keuangan resmi. Selain itu, sistem pembiayaan mikro syariah menguntungkan bagi orang-orang yang tidak memiliki akses ke lembaga keuangan resmi.
Analisis Hukum Terhadap Pembiayaan Modal Kerja dan Investasi dalam Bank Syariah Syahrul Amarullah; Lina Pusvisasari
Lex Aeterna Law Journal Vol 3 No 2 (2025): Lex Aeterna Law Journal
Publisher : Lex Aeterna Research & Training Center (LARTC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69780/lexaeternalawjournal.v3i2.84

Abstract

Penelitian ini membahas analisis hukum terhadap pembiayaan modal kerja dan investasi dalam bank syariah. Pembiayaan syariah memiliki landasan hukum yang berbeda dengan perbankan konvensional, mengedepankan prinsip-prinsip ekonomi Islam seperti keadilan, transparansi, dan penghindaran unsur riba. Pembiayaan modal kerja dan investasi adalah dua jenis pembiayaan utama yang ditawarkan oleh bank syariah untuk mendukung kelancaran usaha nasabah. Pembiayaan modal kerja bertujuan untuk mendanai operasional usaha, sementara pembiayaan investasi digunakan untuk pengadaan barang modal atau ekspansi usaha. Dalam praktiknya, bank syariah menghindari unsur-unsur yang dilarang dalam Islam, seperti riba, maysir, dan gharar, sehingga pembiayaan diberikan dengan prinsip bagi hasil atau sistem bagi keuntungan yang lebih adil dan transparan. Salah satu model pembiayaan yang digunakan adalah mudharabah, di mana bank bertindak sebagai penyandang dana dan nasabah sebagai pengelola usaha. Meskipun demikian, terdapat tantangan dalam implementasi nilai-nilai ekonomi Islam, terutama dalam memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah pada setiap produk pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai regulasi dan praktek pembiayaan modal kerja dan investasi dalam bank syariah, serta bagaimana aspek hukum dan prinsip syariah diterapkan dalam konteks perbankan modern.
Perbedaan Konsep Fasakh, Infisakh, Dan Iqalah Dalam Hukum Islam Pada Pembatalan Akad Tyas Azzahra; Fairana Sekarini; Lina Pusvisasari
Lex Aeterna Law Journal Vol 3 No 3 (2025): Lex Aeterna Law Journal
Publisher : Lex Aeterna Research & Training Center (LARTC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69780/lexaeternalawjournal.v3i3.90

Abstract

Penelitian ini membahas konsep fasakh, infisakh, dan iqalah dalam hukum Islam sebagai bentuk pembatalan akad. Fasakh adalah pembatalan akad secara sepihak karena adanya cacat atau pelanggaran syarat. Infisakh terjadi otomatis tanpa intervensi pihak manapun, misalnya karena kematian atau hilangnya objek akad. Sementara iqalah adalah pembatalan akad berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Ketiganya memiliki perbedaan mendasar dari segi sebab, proses, dan akibat hukum. Pemahaman konsep ini penting dalam praktik muamalah agar akad yang dijalankan sah dan adil sesuai syariat.