Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kepemimpinan transformasional (TL) dan pengembangan karir (PK) terhadap kinerja pegawai (KN), baik secara langsung maupun tidak langsung melalui variabel mediasi Organizational Citizenship Behavior (OCB). Analisis dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Penelitian ini melibatkan 98 responden dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Badung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB (β = 0.369; p < 0.001); (2) Pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB (β = 0.489; p < 0.001); (3) OCB berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (β = 0.700; p < 0.001); (4) Kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja pegawai (β = 0.085; p = 0.062); (5) Pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (β = 0.176; p = 0.015); (6) OCB secara signifikan memediasi pengaruh Kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai (VAF = 75,2%; β = 0.342; p = 0.000); (7) OCB secara signifikan memediasi pengaruh Pengembangan karir terhadap kinerja pegawai (VAF = 66,0%; β = 0.258; p = 0.000). Temuan ini menunjukkan bahwa OCB memiliki peran mediasi yang sangat penting dalam memperkuat pengaruh kepemimpinan transformasional dan pengembangan karir terhadap kinerja pegawai. Oleh karena itu, pembangunan budaya kerja yang loyal dan proaktif sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas kinerja di lingkungan organisasi.