Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI INTEGRASI INTERNET OF THINGS SEBAGAI MEDIAKOMUNIKASI DIGITAL PADA ASPEK PALEMAHAN DI LPKGANESHA INDONESIA I Gede Suputra Widharma; I Ketut Sumadi; I Gde Nyoman Sangka; I Made Sajayasa; I Nengah Sunaya; Gde Ketut Sri Budarsa
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revolusi Industri ditandai dengan penerapan teknologi digitalseperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan komunikasi digital. Teknologi ini memberikan peluang besar bagi masyarakat dalam mengembangkan sistem yang lebih efisien dan terhubung. Namun, pemanfaatan teknologi yang cepat juga dapat memunculkan tantangan, terutama dalam menjaga harmoni antara manusia, lingkungan, dan spiritualitas. Dalam hal ini pada penerapan IoT dan Komunikasi Digital, dengan tetap berlandaskan pada kearifan lokal yang tercermin dalam konsep Tri Hita Karana, khususnya pada aspek palemahan (harmonis dengan lingkungan). Penelitian ini menggunakan metode literatur review dan kualitatif serta pengumpulan data melalui observasi dalam mendapatkan solusi dalam monitoring kondisi lingkungan LPK. Sistem monitoring suhu dan kelembaban tanah menggunakan sensor DHT22 dan soil moisture telah berhasil diimplementasikan. Rata-rata nilai error sensor DHT22 dalam membaca suhu adalah 0,8%. Rata-rata nilai error sensor soil moisture dalam membaca kelembaban tanah adalah 0,3%. Sistem monitoring dan kontrol ini memungkinkan pemantauan real-time dan pengaturan otomatis yang efektif, mengurangi pemborosan air dan energi serta meningkatkan efisiensi pengelolaan aspek palemahan. Penggunaan IoT dan komunikasi digital di LPK Ganesha Indonesia Tanah Ampo dapat meningkatkan efektivitas pelatihan kerja sambil tetap melestarikan nilai-nilai Tri Hita Karana. Teknologi digital digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, penerapan IoT dan komunikasi digital di LPK juga dapat membantu peserta memahami dan menerapkan nilai-nilai Tri Hita Karana.
ANALISA PENGARUH ROBEK DECK SEAL PADATRANSFORMATOR DISTRIBUSI DENGAN MANAJEMEN TRAFO DIPT. PLN (PERSERO) ULP KUTA I Made Sajayasa; IN Sunaya; ING Sangka; IGS Widharma
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Listrik merupakan salah satu kebutuhan utama bagi seluruh masyarakat. Hampir disetiap sektor kegiatan masyarakat membutuhkan energi listrik untuk menjalankan kehidupan sehari-hari. Untuk itu baik secara kualitas, kuantitas, dan kontinuitas, perusahaan listrik negara PT PLN (Persero) diharapkan mampu untuk menyediakan dan menyalurkan energi listrik bagi pelanggan dan masyarakat. Seiring bertambahnya penduduk dan berkembangnya teknologi serta pariwisata, maka penggunaan energi listrik sangatlah penting dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, di Bali Selatan khususnya. Salah satu material utama jaringan distribusi untuk menyalurkan tenaga listrik ke pelanggan adalah gardu distribusi yang di dalamnya terdapat transformator. Transformator sebagai alat penyaluran energi listrik rentan mengalami gangguan. Sebuah metode yang dapat dilakukan untuk menindaklanjuti gangguan tersebut adalah manajemen trafo. Pada penulisan laporan tugas akhir ini menganalisa tiga gardu distribusi yang mengalami gangguan akibat robek pada bagian deck seal yaitu pada gardu KA 3796 (penyulang camplung tanduk), KA 1643 (penyulang dewa ruci) dan KA 2273 (penyulang kedonganan). Kemudian didapat analisa bahwa kondisi ketiga transformator tersebut dalam kondisi buruk dimana pada bagian deck seal robek dan terdapat rembesan atau tetesan pada oli transformator tersebut. Lalu untuk nilai persentase pembebanan ketiga transformator didapat hasil masing-masing sebesar 3,74%, 3,32% dan 37,67%. Keuntungan yang didapat dalam kajian finansial dengan menggunakan metode manajemen trafo ini yaitu sebesar Rp. 120.617.324 Untuk biaya pemulihan gangguan transformator. Pada ketiga gardu yang mengalami gangguan tersebut dapat diatasi dengan waktu penyelesaian dibawah 180 menit dan gangguan yang dialami PT. PLN (Persero) ULP Kuta semakin berkurang sehingga kinerja operasi yang dimiliki menjadi meningkat.