Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI PENGARUH PEMASANGAN SISTEM COUNTERPOISE PADALIGHTNING ARRESTER DI GARDU DISTRIBUSI BERBASISSOFTWARE ETAP IG Suputra Widharma; Putri Alit WS; DA Indah Cahya Dewi; IM Sajayasa; IN Sunaya; IGN Sangka; IGK Sri Budarsa
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keandalan sistem distribusi tenaga listrik sangat diperlukan untuk menjaga kontinuitas penyaluran energi listrik dari gardu induk sampai ke pelanggan melalui gardu distribusi. Ini terjadi karena lightning arrester yang mengalami kegagalan dalam menyalurkan tegangan impuls ke tanah karena resistansi pembumian yang cukup tinggi. Pada bagian ini transformator merupakan komponen terpenting dari gardu distribusi. Oleh sebab itu, transformator harus dilindungi oleh lightning arrester dengan nilai resistansi pembumian yang kecil yaitu ≤3 Ω. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil perhitungan counterpoise di Gardu Induk. Dalam menentukan efisiensi penyaluran daya listrik dipergunakan simulasi dengan memanfaatkan perangkat lunak ETAP sehingga diperoleh besarnya efisiensi penyaluran daya listrik pada gardu tersebut. Kualitas tegangan yang diamati di sisi beban dari penyulang yang diperoleh dari hasil simulasi menggunakan program ETAP diketahui sebesar 95,65%. Berdasarkan hasil pengujian ketiga konstruksi pembumian counterpoise untuk memperbaiki nilai resistansi pembumian lightning arrester, maka yang paling efektif dan tepat diimplementasikan di lapangan yaitu konstruksi III dengan hasil perhitungan counterpoise didapat hasil 2,5 Ω, sedangkan pengujian di lapangan diperoleh hasil 2,78 Ω dengan persentase penurunan yaitu 87,96% dari resistansi awal sebesar 23,1 Ω. Memperhatikan hasil analisis dan kesimpulan, maka disarankan kepada pihak terkait agar melakukan kajian lebih mendalam untuk mendapatkan nilai yang lebih sesuai (actual). Analisis ini juga bisa menjadi bahan pertimbangan kepada pihak terkait untuk pengembangan jaringan ke depannya.
ANALISA PENGARUH ROBEK DECK SEAL PADATRANSFORMATOR DISTRIBUSI DENGAN MANAJEMEN TRAFO DIPT. PLN (PERSERO) ULP KUTA I Made Sajayasa; IN Sunaya; ING Sangka; IGS Widharma
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Listrik merupakan salah satu kebutuhan utama bagi seluruh masyarakat. Hampir disetiap sektor kegiatan masyarakat membutuhkan energi listrik untuk menjalankan kehidupan sehari-hari. Untuk itu baik secara kualitas, kuantitas, dan kontinuitas, perusahaan listrik negara PT PLN (Persero) diharapkan mampu untuk menyediakan dan menyalurkan energi listrik bagi pelanggan dan masyarakat. Seiring bertambahnya penduduk dan berkembangnya teknologi serta pariwisata, maka penggunaan energi listrik sangatlah penting dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, di Bali Selatan khususnya. Salah satu material utama jaringan distribusi untuk menyalurkan tenaga listrik ke pelanggan adalah gardu distribusi yang di dalamnya terdapat transformator. Transformator sebagai alat penyaluran energi listrik rentan mengalami gangguan. Sebuah metode yang dapat dilakukan untuk menindaklanjuti gangguan tersebut adalah manajemen trafo. Pada penulisan laporan tugas akhir ini menganalisa tiga gardu distribusi yang mengalami gangguan akibat robek pada bagian deck seal yaitu pada gardu KA 3796 (penyulang camplung tanduk), KA 1643 (penyulang dewa ruci) dan KA 2273 (penyulang kedonganan). Kemudian didapat analisa bahwa kondisi ketiga transformator tersebut dalam kondisi buruk dimana pada bagian deck seal robek dan terdapat rembesan atau tetesan pada oli transformator tersebut. Lalu untuk nilai persentase pembebanan ketiga transformator didapat hasil masing-masing sebesar 3,74%, 3,32% dan 37,67%. Keuntungan yang didapat dalam kajian finansial dengan menggunakan metode manajemen trafo ini yaitu sebesar Rp. 120.617.324 Untuk biaya pemulihan gangguan transformator. Pada ketiga gardu yang mengalami gangguan tersebut dapat diatasi dengan waktu penyelesaian dibawah 180 menit dan gangguan yang dialami PT. PLN (Persero) ULP Kuta semakin berkurang sehingga kinerja operasi yang dimiliki menjadi meningkat.