Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGELOLAAN INVENTORI DALAM SUPPLY CHAINMANAGEMENT Ni Putu Decy Arwini
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan inventori memiliki peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan kegiatanperusahaan, karena inventori mempengaruhi kegiatan produksi perusahaan dan merupakan hartalancar perusahaan. Inventori harus ada karena akan menetukan tingkat pelayanan yang mampudiberikan perusahaan kepada konsumennya, namun tidak boleh berlebihan karena akan berkaitandengan biaya simpan inventori dan kemungkinan inventori tersebut akan rusak, hilang ataukadaluwarsa. Berdasarkan bentuknya, inventori dapat diklasifikasikan menjadi bahan baku, barangsetengah jadi dan produk jadi. Berdasarkan fungsinya, inventori bisa dibedakan menjadi Pipeline/transitinventory,cycle stock, persediaan pengaman (safety stock), dan anticipation stock. Menurut (Waters,2003), total biaya menyimpan inventori biasanya mencapai sekitar 25% dari nilai inventori tersebutdalam setahun. Jumlah ini merupakan sebuah angka yang sangat besar sehingga sangat diupayakanuntuk diturunkan, namun bukan berarti harus meniadakan jumlah inventori. Inventori tetap harus adakarena ini berkaitan dengan service level perusahaan, yang harus dilakukan adalah bagaimanamengelola biaya-biaya yang digunakan untuk inventori tersebut. Biaya dalam mengelola inventori inidapat diklasifikasikan sebagai biaya unit (unit cost), biaya pemesanan (ordering cost), biayapenyimpanan, dan biaya kekurangan (shortage cost). Biaya penyimpanan itu sendiri terdiri dari biayamodal, biaya layanan persediaan, biaya ruang penyimpanan, dan biaya resiko persediaan. Salah satukeputusan penting dalam manajemen inventori adalah ukuran pemesanan karena kan memberikanpengaruh pada frekuensi pemesanan dan rata-rata inventori yang akan disimpan oleh perusahaan.Salah satu model sederhana yang biasa digunakan dalam pemesanan inventori adalah metodeEconomic Order Quantity. Model ini mempertimbangkan dua hal penting yaitu biaya pesan dan biayasimpan
PERAN TRANSPORTASI DALAM DUNIA INDUSTRI Ni Putu Decy Arwini; I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi memiliki peran yang sangat penting dalam dunia industri. Pada tahap awalproduksi, transportasi mulai diperlukan saat produsen mulai mencari rekanan sebagai pemasok bahanbaku, proses mendatangkan bahan baku ke lokasi produksi, hingga penempatan masing-masing bahanbaku di tempat yang paling tepat untuk mempermudah proses produksi. Selama proses produksipun,seringkali ditemukan bahwa transportasi diperlukan untuk memindahkan produk yang masih dalamproses pengerjaan ke lokasi lain untuk mendapatkan perlakuan lebih lanjut agar menjadi sebuah barangjadi seutuhnya. Setelah proses produksi selesai, seringkali diperlukan transportasi dari lokasi produksike gudang milik pabrik dan kemudian dilanjutkan ke saluran distribusi yang seringkali memiliki lokasiyang cukup jauh dari pabrik.Masalah-masalah yang muncul akibat proses transportasi barang antara lain kendaraan angkutanbarang yang berhenti di sembarang tempat, parkir diatas trotoar, kelebihan muatan dan masalahlingkungan menyangkut kebisingan, getaran, gas buang dan gangguan pandangan. Upaya yangdilakukan untuk mengurangi masalah tersebut antara lain penentuan waktu dan lokasi parkir khususuntuk kendaraan angkutan barang, penetapan rute dan berat maksimal kendaraan angkutan barang,dan lain sebagainya.Untuk infrastruktur transportasi Indonesia, berada di posisi 55 dari 141 negara. Ini menunjukkan bahwaIndonesia masih memerlukan banyak peningkatan mutu infrastruktur untuk berbagai moda transportasi.Sedangkan pilihan moda transportasi yang digunakan dalam dunia industri di Indonesia antara lain truk,kereta api, kapal laut, pesawat dan pipa dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
SAMPAH PLASTIK DAN UPAYA PENGURANGAN TIMBULANSAMPAH PLASTIK Ni Putu Decy Arwini
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastik, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia saat ini. Berbagaiproduk yang digunakan manusia dalam kesehariannya seringkali berasal dari plastik. Pada awalpenemuannya, plastik banyak digunakan untuk mengganti penggunaan bahan-bahan organik agarproduk bisa bertahan lebih lama. Namun penggunaan plastik ternyata melebihi ekspektasi, semakinlama penemuan tentang pengolahan plastik semakin berkembang dan pemanfaatannyapun semakinmeluas. Adapun 7 jenis plastik tersebut adalah PET (Polyethylene Terephthalate), DPE (High DensityPolyethylene), PVC (Polyvinyl Chloride), LDPE (Low Density Polyethylene), PP (Polypropylene), PS(Polystyrene). Setiap jenis memiliki karakteristik dan manfaat yang berbeda-beda. Untuk membatasitimbulan sampah plastik yang muncul, pemerintah menggalakkan berbagai program diantaranyaadalah program industri hijau dan sistem ekonomi sirkular. Industri Hijau adalah industri yang dalamproses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secaraberkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsilingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Sedangkan ekonomi sirkular adalahsistem ekonomi dengan akhir siklus hidup produk dengan konsep utama mengurangi, memakai ulang,dan memperbaiki materi dalam proses produksi, distribusi dan konsumsi. Kedua program ini sangattepat bila diaplikasikan untuk membantu penganggualangan timbulan sampah plastik yang munculsebagai dampak pemanfaatan plastik oleh masyarakat.
ROTI, PEMILIHAN BAHAN DAN PROSES PEMBUATAN Ni Putu Decy Arwini
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roti adalah sebuah penganan sumber karbohidrat yang dianggap sangat praktis untuk kehidupan masa kini yang serba cepat dan praktis. Banyak kaum milenial sarapan pagi hanya dengan roti dan susu atau teh. Begitu juga dengan makan malam. Rasa yang enak dan beragam, bentuk yang unik tanpa mengurangi kandungan gizi didalamnya menjadi alasan utama mengapa roti menjadi sebuah pilihan utama dalam menu sehari-hari. Bahan dasar pembuatan roti adalah tepung, air, ragi, garam, gula, lemak, susu, telur dan bread improver. Tepung merupakan bahan dasar pembuatan roti. Tepung dibedakan berdasarkan kandungan glutennya. Air digunakan sebagai pelarut dari berbagai bahan yang digunakan dalam adonan roti. Selain itu, air juga digunakan sebagai pengontrol suhu. Ragi digunakan sebagai pengembang agar roti mempunyai tekstur yang lembut. Gula digunakan sebagai penambah rasa. Lemak digunakan untuk membuat roti yang dihasilkan menjadi lembut dan tidak lengket di loyang. Telur bermanfaat untuk menambah kandungan protein dan membantu proses pengembangan adonan. Sedangkan bread improver digunakan sebagai bahan tambahan untuk mengawetkan roti. Proses dalam pembuatan roti terdiri dari pengadukan bahan yaitu pencampuran bahan-bahan yang digunakan dalam komposisi yang tepat. Proses kedua yaitu peragian untuk mendapatkan tekstur roti yang mengembang. Selanjutnya adalah proses pembentukan. Langkah terakhir adalah pemanggangan. Roti memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan juga dapat dikerjakan oleh industri kecil. Berbagai macam varian yang ada dengan nilai jual terjangkau dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat
PENERAPAN UNDANG UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 PADASISTEM UPAH DI INDONESIA Ni Putu Decy Arwini
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upah merupakan salah satu alasan terpenting bagi karyawan dalam melaksanakan pekerjaan meskipun hal ini tidak berarti bahwa tingkat upah merupakan pendorong utama karyawan dalam menyelesaikan segala kewajibannya bagi perusahaan. Secara umum, ada 3 pihak yang terlibat dalam sistem upah yang berlaku di Indonesia yaitu perusahaan, tenaga kerja dan pemerintah. Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak, milik orang perseorangan, milik persekutuan, atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun negara yang mempekerjakan pekerja/buruh dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain. Sedangkan tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Sedangkan pemerintah dalam hal ini lebih sebagai regulator dan pengawas pelaksanaan kegiatan. Dalam kenyataan dilapangan ternyata ada beberapa sistem upah yang sering dilakukan oleh pemberi kerja. Sistem upah ini tergantung pada jenis pekerjaan, besar kecilnya perusahaan, keadaan ekonomi dan lain sebagainya. Sistem ini yaitu sistem upah menurut hasil, sistem upah menurut waktu, sistem upah borongan, sistem bonus dan sistem mitra usaha. Dalam perhitungan upah, harus memperhatikan upah minimum yang ditetapkan di suatu wilayah. Selain itu, perhitungan upah lembur juga harus diperhatikan. Perhitungan upah lembur dihitung per jam dan memiliki perbedaan perhitungan antara pekerja dengan 5 hari kerja atau 6 hari kerja. Namun pada dasarnya, perhitungan upah haruslah layak untuk kemanusiaan dan sesuai dengan pengorbanan yang telah diberikan oleh pekerja
BANGKITAN INDUSTRI YANG MUNCUL SEBAGAI DAMPAKPELAKSANAAN YADNYA DI BALI Ni Putu Decy Arwini
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Bali adalah pulau yang dikenal memiliki keindahan alam dan budaya yang adiluhung. Kombinasi keduanya membentuk sebuah keindahan yang sulit untuk dilewatkan. Budaya di Pulau Bali mendapatkan pengaruh besar dari agama yang dianut sebaggian besar warganya yaitu Agama Hindu. Pelaksanaan kegiatan keagamaan yang dikenal dengan nama “yadnya” telah menimbulkan bangkitan terhadap industri-industri kecil untuk memenuhi kebutuhan akan sarana dan prasarana persembahyangan. Bangkitan industri tersebut antara lain adalah munculnya usaha-usaha dibidang pembuatan jajanan seperti jajan uli, begina, sirat, matahari dan lain sebagainya. Jenis usaha yang juga bangkit karena pelaksanaan kegiatan keagamaan adalah usaha dibidang tumpeng banten, canang dan sampian banten, plangkiran dan ukir-ukiran, bokor dan keben, serta wastra pelinggih. Kegiatan industri ini secara keseluruhan merupakan dampak dari pelaksanaan kegiatan yadnya yang terjadi di Pulau Bali khususnya umat Hindu.
DAMPAK PENCEMARAN UDARA TERHADAP KUALITAS UDARA DIPROVINSI BALI Ni Putu Decy Arwini
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi transportasi saat ini telah membuat jarak menjadi semakin tidak berarti, namun tanpa disadari telah terjadi suatu degradasi terhadap lingkungan sebagai dampak langsung perkembangan teknologi transportasi. Emisi gas buang yang dihasilkan oleh setiap kendaraan kini telah menjadi sumber polusi utama yaitu sekitar 70% dari seluruh faktor penyebab polusi. Secara tidak sadar bahwa selama ini kualitas udara yang dihirup oleh masyarakat secara perlahan-lahan mengalami penurunan sehingga tidak disadari hingga muncul suatu dampak yang dianggap merugikan, barulah kemudian masyarakat sadar bahwa telah terjadi masalah yang sangat pelik sebagai akibat dari transportasi yang kurang ramah lingkungan. Bahan bakar untuk transportasi hampir semuanya berasal dari olahan minyak bumi yang merupakan sumber daya alam tak terbarukan sehingga disatu pihak telah menimbulkan pencemaran udara yang sangat mempengaruhi kesehatan disamping itu juga jumlah bahan baku untuk produksi bahan bakar kendaraan ini juga semakin menipis sehingga harga yang ditetapkan untuk konsumsi masyarakat juga menjadi lebih mahal. Tujuan dari penelitian ini antara lain adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat pencemaran udara di Provinsi Bali pada beberapa titik sampel sebagai akibat dari kendaraan bermotor, untuk mengetahui macam dan besarnya kandungan gas berbahaya yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor di Provinsi Bali, untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh gas buang kendaraan tersebut terhadap kesehatan saluran pernafasan penduduk Provinsi Bali, serta cara-cara yang dapat ditempuh untuk mengurangi dampak negatif akibat dari pencemaran yang ditimbulkan oleh emisi gas buang kendaraan.