Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERANCANGAN INTERNET OF THINGS DALAM MONITORINGSUHU DAN PH AIR LAUT SEBAGAI MEDIA SINTESISMIKROSAMPEL MIKROALGA IG Suputra Widharma; IM Sajayasa; IGN Sangka; AAM Dewi Anggreni; IK Darminta; IN Sunaya; IKG Sri Budarsa
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan IoT ini bertujuan untuk mendapatkan metode monitoring terhadap suhu danpH air sebagai media sintesa mikrosampel mikroalga. Sistem yang dirancang ini menciptakanlingkungan kontrol yang optimal dalam proses pembuatan mikrosampel mikroalga. Fokus utamanyaadalah memonitoring kondisi media yaitu suhu dan pH air selama sintesis berlangsung hinggamendapatkan biomassa. Sistem ini memberikan wawasan baru terhadap keterkaitan antar variabellingkungan dan hasil mikroalga yang disinergikan dengan green technology. Pemanfaatan sensor suhudan pH yang terhubung ke mikrokontroler dan disimpan pada database memberikan hasil yang sesuai.Suhu air berkisar antara 26,4oC hingga 28,4oC dengan error dibawah 1%, nilai pH air antara 5,6 hingga6,2 dengan error dibawah 1% dan menghasilkan rata-rata biomassa sekitar 2 mg. Sehingga disimpulkanbahwa IoT dapat berfungsi dengan baik dalam memonitoring media sintesis mikrosampel mikroalga.
ANALISIS PENGARUH PENGGANTIAN KONDUKTOR AAACKE MVTIC PADA PENYULANG KERAMBITAN BERBASISSOFTWARE ETAP IM Sajayasa; IG Suputra Widharma; AANM Narottama; I Nengah Sunaya; Indra Adi Suputra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyulang Kerambitan merupakan salah satu penyulang yang berada di ULP Tabananyang termasuk ruang lingkup kerja dari UP3 Bali Selatan. Penyulang Kerambitan melayani beban ataupelanggan di daerah Bajera, Kerambitan, Yeh Gangga, dimana penyulang Kerambitan iniberpangkalan atau mengambil sumber dari Gardu Induk Antosari. Penyulang Kerambitan dalamproses pendistribusiannya mengalami kendala dalam kualitas tegangan yang telah melewati standarPT PLN (Persero) yaitu SPLN 72 tahun 1987 (5%), dalam simulasi ETAP 12.6.0 dari tahun 2020hingga 2025 mengalami penurunan tegangan yang cukup signifikan dari tahun 2020 besar tegangandi lokasi titik drop tegangan sebesar 18.256 V, lalu pada 2025 tegangan di lokasi titik drop sebesar17.707, berlokasi di SANDA75 (TB0143/PT. Oasis Water Internasional).Dalam Tugas Akhir ini penulis ingin melakukan pengujian penggantian konduktor dari AAAC 150 mm2ke MVTIC 150 mm2 menggunakan aplikasi ETAP 12.6.0. Hal ini disebabkan PT PLN khusunya UP3Bali Selatan sering melaksanakan penggantian konduktor tersebut. Selanjutnya hasil dibandingkansebelum dan setelah, yaitu dari segi drop tegangan serta susut daya. Selanjutnya membandinganhasil simulasi dengan standar tegangan PT PLN (Persero) yaitu SPLN 72 tahun 1987 (5%)
PERANCANGAN PLTS SEBAGAI SUMBER ENERGI PEMANASKOLAM PENDEDERAN IKAN NILA G Suputra Widharma; IN Sunaya; IM Sajayasa; IGN Sangka
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kolam pendederan benih ikan nila di Desa Lumbung, Tabanan. Panel Surya adalah alat yang terdiri dari sel surya, charge controller dan baterai yang mengubah cahaya menjadi listrik. Energi listrik ini yang tersimpan ini dapat dimanfaatkan untuk penerangan di malam hari, seperti untuk pencahayaan pada bak larva ikan nila. Ikan seperti organisme lainnya membutuhkan toleransi khusus terhadap perubahan parameter lingkungan. Larva ikan nila yang telah menetas, sebaiknya dibesarkan di tempat khusus setelah berumur 5-7 hari. Yang menjadi kendala jika dalam waktu 3-4 minggu ini terjadi cuaca dingin maka larva ikan akan mati. Dengan demikian dibutuhkan penghangat buatan untuk menghangatkan air pada musim dingin. Penghangatan dapat dilakukan dengan elemen pemanas atau dengan lampu. Dalam penelitian ini akan diteliti pemanasan dengan lampu, karena memiliki efek ganda disamping menghangatkan air, juga berfungsi untuk penerangan. Bak yang terang akan menjadi perangkap bagai serangga yang akan dimakan oleh ikan. Salah satu sumber panas dan cahaya akan diperoleh dari lampu halogen yang akan menjadi bagian utama pada penelitian ini disamping pemanfaatan solar cell (PLTS) sebagai sumber energy yang dapat diperbaharui. Intensitas cahaya matahari terbesar dialami pada waktu 11.00-14.00 wita dengan intensitas cahaya antara 96.000 – 112.000 lumen dan daya rata-rata 24 – 28 W. Lampu halogen memberi kehangatan pada air dari cahayanya, sehingga suhu air kolam dipertahankan stabil pada rentang 27 – 30 oC khususnya pada malam hari