Penelitian ini dilaksanakan di kolam pendederan benih ikan nila di Desa Lumbung, Tabanan. Panel Surya adalah alat yang terdiri dari sel surya, charge controller dan baterai yang mengubah cahaya menjadi listrik. Energi listrik ini yang tersimpan ini dapat dimanfaatkan untuk penerangan di malam hari, seperti untuk pencahayaan pada bak larva ikan nila. Ikan seperti organisme lainnya membutuhkan toleransi khusus terhadap perubahan parameter lingkungan. Larva ikan nila yang telah menetas, sebaiknya dibesarkan di tempat khusus setelah berumur 5-7 hari. Yang menjadi kendala jika dalam waktu 3-4 minggu ini terjadi cuaca dingin maka larva ikan akan mati. Dengan demikian dibutuhkan penghangat buatan untuk menghangatkan air pada musim dingin. Penghangatan dapat dilakukan dengan elemen pemanas atau dengan lampu. Dalam penelitian ini akan diteliti pemanasan dengan lampu, karena memiliki efek ganda disamping menghangatkan air, juga berfungsi untuk penerangan. Bak yang terang akan menjadi perangkap bagai serangga yang akan dimakan oleh ikan. Salah satu sumber panas dan cahaya akan diperoleh dari lampu halogen yang akan menjadi bagian utama pada penelitian ini disamping pemanfaatan solar cell (PLTS) sebagai sumber energy yang dapat diperbaharui. Intensitas cahaya matahari terbesar dialami pada waktu 11.00-14.00 wita dengan intensitas cahaya antara 96.000 – 112.000 lumen dan daya rata-rata 24 – 28 W. Lampu halogen memberi kehangatan pada air dari cahayanya, sehingga suhu air kolam dipertahankan stabil pada rentang 27 – 30 oC khususnya pada malam hari