Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

STRATEGI PERENCANAAN KAWASAN INDUSTRIDALAM TATA RUANG PERKOTAAN I Made Agus Mahendra; I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan kawasan industri dalam tata ruang perkotaan membutuhkanimplementasi dan integrasi yang berkelanjutan. Penataan ruang kawasan perkotaan padahakekatnya bertujuan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dengan mewujudkankawasan perkotaan yang aman,nyaman,produktif,berkelanjutan,dan sebagai pusat kegiatanekonomi berskala nasional maupun internasional yang terintegrasi dengan kawasanindustri. Studi ini lebih menekankan pada metode kualitatif dengan menerapkan pendekatan deskriptifdan studi literatur sebagai analisis pembanding dalam memecahkan permasalahan. Strategi dan Perankawasan industri dalam tata ruang perkotaan yang signifikan adalah Mengatasi permasalahan tataruang serta sekaligus mengendalikan masalah dampak lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatanindustri. Strategi perencanaan dan Pembangunan suatu kawasan industri memerlukan persyaratanpersyaratan tertentu yaitu harus memenuhi kaidah-kaidah kelayakan teknis, ekonomis dan finansial, disamping dukungan peraturan dan kebijakan pemerintah yang kondusif, yang diatur dalam suatuPedoman Teknis Kawasan Industri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis perencanaan kawasan industri dalam tata ruangperkotaan yang sinergis dan berkelanjutan. Hasilnya Komposisi ideal implementasi kawasan industridalam tata ruang perkotaan harus sesuai dengan ketentuan rencana tata ruang wilayah (RTRW) danrencana detail tata ruang (RDTR) daerah yang tetap mengedepankan keberlanjutan lingkungan danintegrasi antara lingkukan sekitarnya. Kawasan industri juga dapat diimplementasikan Sebagai Saranauntuk mencerminkan identitas (citra) sebuah ruang perkotaan.
ANALISIS RUANG TERBUKA HIJAU DALAM PERSPEKTIFPEMBANGUNAN KOTA BERKELANJUTAN(Studi kasus Kawasan pusat Kota Denpasar, Bali) I Made Agus Mahendra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang terbuka Hijau (RTH) memberikan ekspresi bagi wajah kawasan perkotaan. Posisiruang terbuka hijau (RTH) adalah ruang terbuka publik yang direncanakan pada suatu kawasan ataulingkungan. Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan solusi alternatif dalam mengantisipasi krisislingkungan di masa depan.Pembangunan perkotaan yang berkelanjutan harus mengedepankan rasakeadilan dan keberlanjutan ekonomi lokal dengan meningkatkan keberadaan sektor informal sebagaijejaring sosial, serta pelestarian kawasan lama untuk menyediakan memori kolektif bagi masyarakat.Pembangunan kota berkelanjutan tidak terlepas dari peran ruang-ruang Kawasan terintegrasi denganstrategi pengelolaan penggunaan lahan dan lingkungan terpadu.Penulisan ini bertujuan memberikangambaran dan menganalisis RTH dalam perspektif pembangunan yang berkelanjutan di Kawasankota Denpasar. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasilnya Komposisiideal RTH dari suatu kota menjadi poin yang sangat penting dalam mewujudkan pembangunan kotayang berkelanjutan. Perwujudan pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya olehpemerintah di kota Denpasar dapat dilihat dari implementasi ruang terbuka hijau Sebagai Saranauntuk mencerminkan identitas (citra) kota Denpasar,sebagai Sarana rekreasi aktif,edukasi danrekreasi pasif, serta interaksi sosial.
PERAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BAGIPRODUKTIVITAS INDUSTRI KECIL MENENGAH DAN JASAKONSTRUKSI DI BALI I Made Agus Mahendra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) mempunyai banyak pengaruh terhadap faktorkecelakaan kerja yang sangat rentan.Pekerjaan dikatakan aman dan nyaman jika para pekerja yangbersangkutan dapat melakukan pekerjaan dengan menghasilkan produktivitas yang maksimal, baik diindustri kecil menengah maupun industri jasa kostruksi yang rentan terhadap resiko kecelakaan.Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu aspek perlindungan tenaga kerja yang diaturdalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Dengan menerapkan teknologi pengendaliankeselamatan dan kesehatan kerja, diharapkan tenaga kerja akan mencapai ketahanan fisik, daya kerja,dan tingkat kesehatan yang baik.Unsur yang ada dalam kesehatan dan keselamatan kerja tidak terpakupada faktor fisik, tetapi juga mental, emosional dan psikologi. Studi ini lebih menekankan pada metodekualitatif dengan menerapkan pendekatan deskriptif dan studi literatur. Peran keselamatan danKesehatan kerja industri kecil menengah dan jasa kostruksi di Bali adalah dapat meningkatkan prosesproduksi barang atau jasa,kualitas produksi dan kinerja bagi karyawan. Upaya pencegahan danpengendalian bahaya kerja pada industri kecil menengah dan jasa konstruksi dapat dilakukan denganpenerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) atau ergonomi di tempat kerja. Oleh karena itu, jikasuatu sistem tidak menerapkan K3 atau ergonomi atau menerapkannya tapi masih minimal maka dapatmengakibatkan kecelakan-kecelakaan kerja yang berakibat fatal.
PERANCANGAN KAWASAN PERKOTAAN DI PULAU BALISEBAGAI KONEKTIVITAS INDUSTRI PARIWISATA YANGTERINTEGRASI PADA SISTEM ‘’SMART CITY DEVELOPMENT’’ I Made Agus Mahendra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan Pengembangan Kawasan kota dapat dijabarkan sebagai proses pengambilan keputusan untuk mewujudkan tujuan-tujuan ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan hidup melalui pengembangan visi tata ruang, strategi dan rencana, dan penerapan seperangkat prinsip-prinsip kebijakan, alat-alat, mekanisme partisipatif kelembagaan, dan prosedur pengaturan.Konektivitas antar kota sangat dibutuhkan untuk sebuah Pulau Bali yang merupakan destinasi Pariwisata Terbaik Di Indonesia. Konektivitas jalur antar Kota yang baik dapat memberikan kontribusi besar Terhadap tujuan Pariwisata di Masing-masing Kota/Daerah. Kedepan Akan menjadi sebuah karya Besar jika Pengembangan Kawasan Perkotaan Di Pulau Bali sebagai konektivitas jalur Industri Pariwisata yang Terintegrasi pada sistem Smart City Development . Smart city merupakan sebuah impian dari hampir semua Negara di dunia baik lingkup provinsi maupun perkotaannya. Dengan Smart City, berbagai macam data dan informasi yang berada di setiap sudut kota dapat dikumpulkan melalui sensor yang terpasang di setiap sudut kota, dianalisis dengan aplikasi cerdas, selanjutnya disajikan sesuai dengan kebutuhan pengguna melalui aplikasi yang dapat diakses oleh berbagai jenis gadget. Melalui gadgetnya,secara interaktif pengguna juga dapat menjadi sumber data, mereka mengirim informasi ke pusat data untuk dikonsumsi oleh pengguna yang lain.
POLA TATA RUANG BALI SEBAGAI IDENTITAS KAWASANPERKOTAAN I Made Agus Mahendra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata ruang bali memiliki keunikan dan pola tersendiri. Ini dapat dilihat dari pola tata ruang tradisional bali yang erat kaitannnya dengan adat serta Nilai-nilai luhur budaya Bali, yaitu hal-hal yang dianggap baik dan berharga dalam Keberlanjutan kehidupan masyarakat dan kebudayaan mencakup satu rentangan unsur-unsur abstrak yang terdiri dari Unsur Filosofis, Unsur Nilai,Unsur Konsep,Unsur Norma dan Aturan. Keberadaan kawasan Perkotaan tidak lepas dari identitasnya,Identitas sebuah kawasan merupakan keunikan kondisi, karakteristik dan penciptaan citra (image) dalam pikiran seseorang yang sebelumnya tidak pernah dipahami,Inilah konsep-konsep identitas yang membedakannya dengan kota lainya. identitas dalam setiap kawasan sangat diperlukan bahkan sebagai syarat utama untuk konsep pengembangan dan jati diri sebuah perkotaan.penelitian ini menggunakan metoda kualitatif dengan menerapkan pendekatan deskriptif,Hermeneutik dan studi literature. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Seperti apa pola tata ruang bali yang dapat menjadi identitas kawasan perkotaan.Dari pemahaman tentang penelitian ini , maka diperoleh manfaat dan hasil yang diperoleh pada level konseptual penjelasan tentang pola tata ruang bali dapat digunakan sebagai penanda sebuah identitas kota dalam hal makna dan spirit. kedepannya Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan dalam menentukan pola identitas pengembangan kawasan perkotaan
KONSEP ‘’SMART CITY ’’ DALAM MENCAPAI PARIWISATAYANG BERKELANJUTAN DI DAERAH BALI I Made Agus Mahendra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya antusias dan perkembangan pariwisata di Indonesia, khususnya Bali, semakin menarik perhatian publik. Kementerian Pariwisata melaporkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan Januari hingga Desember 2016 mencapai 4 juta. Tahun 2017 ini diharapkan meningkat 25 persen atau 5 juta orang. Budaya Bali terkenal dengan keunikannya dan dikenal sampai level internasional, Keunikan yang dimiliki Bali dari sumber daya alam, adat, budaya, sistem sosial kemasyarakatan sampai pada bentangan struktur topografi dan demografi berperan dalam mengangkat kualitas pariwisata Bali.Sehingga pariwisata berkelanjutan atau ajeg Bali bisa terwujud. Kemajemukan permasalahan pembangunan yang dihadapi daerah Bali saat ini membutuhkan sebuah konsep percepatan pembangunan terdapat ekonomi pintar (smart economy), mobilitas pintar (smart mobility), lingkungan pintar (smart environment), masyarakat pintar (smart people), kehidupan cerdas (smart living) dan pemerintahan pintar (smart governance). Keenam unsur ini merupakan integrasi dari smart city Development smart city juga dirancang untuk meberikan kemudahan bagi pemerintah dan masyarakat dalam mendapatkan informasi. Adapun pengembangan smart city dalam hal pariwisata adalaha menitikberatkan dalam hal ekonomi dan promosi. Diharapkan dengan adanya smart city maka suatu kota dapat mencapai sebuah pariwisata yang berkelanjutan yang bersinergi dengan segala aspek penataan kota di suatu daerah, sehingga smart city ini diolah sedemikian rupa agar dapat mengembangkan dan keberlanjutan sebuah daerah pariwisata.
PENGEMBANGAN KAWASAN PERKOTAAN DI BALI SEBAGAIKONEKTIVITAS INDUSTRI PARIWISATA I Made Agus Mahendra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kawasan Perkotaan dewasa Ini Semakin Pesat, berbagai komponen kota menjadi sebuah keberhasilan dalam pengembangan dan penataan Kota terpadu.Perencanaan kota merupakan suatu kegiatan untuk merumuskan suatu kebijakan yang dapat digunakan untuk membuat sebuah rencana kota kedepannya. Perencanaan kota akan menjadi lebih baik, jika terdapat keselarasan dan saling memahami antara kekuatan pemerintah dan swasta yang saling melengkapi satu sama lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik dengan data yang diolah secara kualitatif. Data berupa literatur dan peta dikumpulkan untuk melihat tanda-tanda dan temuan di lapangan. Kemudian menyusun konsepsualisasi teoritik berdasarkan teori-teori yang ada dari variabel penelitian.Perencanaan secara keseluruhan tidak dapat hanya dilakukan oleh satu atau beberapa orang saja melainkan harus secara sinergitas bersama dengan semua pemangku kepentingan.Disisi pemerintahan, perencanaan kota harus sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku bagi daerah perkotaan dan wilayah tertentu, yang berkaitan dengan kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat, penggunaan tanah, pembagian persil dan kualitas lingkungan. Perencanaan kota juga harus sesuai dengan budaya dan keadaan sosial masyarakat yang tinggal di dalam kota tersebut. Karena pada hakekatnya perencanaan kota di buat untuk memberikan keamanan,kenyamanan, memberikan kemudahan, bahkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang mendiami kota tersebut. Konektivitas jalur antar Kota yang baik dapat memberikan kontribusi besar Terhadap tujuan Pariwisata di Masing-masing Kota/Daerah. Kedepan Akan menjadi sebuah karya Besar jika Pengembangan Kawasan Perkotaan Di Pulau Bali sebagai konektivitas jalur Industri Pariwisata yang terintegrasi dalam satu buah guideline Perencanaan Kota