Ni Ketut Sri Astati Sukawati
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mahasaraswati, Denpasar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TENUN GRINGSINGTEKNIK PRODUKSI, MOTIF DAN MAKNA SIMBOLIK Ni Ketut Sri Astati Sukawati
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah bahwa Desa Tenganan Pagringsingan Karangasem Bali penghasil Tenun Ikat terbaik di Indonesia. Salah satu Tenun Ikat tersebut adalah Tenun Gringsing yang diproduksi oleh masyarakat di Desa Tenganan Pagringsingan, Kabupaten Karangasem Bali. Desa ini merupakan salah satu desa yang berpenghuni orang Bali Mula atau Bali Aga (Bali Asli) alias Bali yang bukan berasal dari Jawa ketika terjadinya ekspedisi Kerajaan Majapahit ke Bali. Tenun merupakan proses perjalinan antara benang pakan dan benang lungsi. Benang lungsi (benang yang dikaitkan pada alat tenun) dan benang pakan (benang yang dikaitkan pada benang lungsi) yang kalau keduanya dikaitkan akan menghasilkan motif. Proses karya seni kerajinan yang sederhana inilah yang sekarang berkembang menjadi beberapa tekhnik dalam menenun tergantung dari kreatifitas manusianya masing – masing sehingga menghasilkan ciptaan – ciptaan motif tenun yang menarik. Dalam perkembangan tenun selanjutnya terlihat bahwa kain tenun yang dihasilkan bukan lagi sebagai bahan penutup tubuh melainkan kain tenun ini memiliki fungsi lebih dari penutup tubuh, misalnya kain tenun ini memiliki fungsi sebagai pakaian adat atau sebagai identitas daerah pembuatnya. Selain itu, kain tenun dapat dijadikan karya seni yang muncul sesuai dengan kehidupan masyarakat setempat. Tenun gringsing ini menggambarkan tentang sistem keseimbangan yaitu tentang hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan. Dewa indra yang selalu dipuja oleh masyarakat Tenganan Pagringsingan Karangasem Bali di hormati dengan sebuah ritus perang pandan, rasa sakit seolah sirna oleh gringsing yang selalu membalut tubuh. Gringsing dipercaya dapat terhindar dari penyakit.Lebih kompleks lagi gringsing adalah penolak mara bahaya. Berdasarkan latar belakang di atas maka dalam penelitian ini di fokuskan pada proses, bentuk motif dan makna simbolik tenun gringsing di Desa Tenganan Pagringsingan Karangasem Bali
PENGARUH PENAMBAHAN SAT ADDITIVE ADDITION H.ETERHADAP KUAT TEKAN BETON Ni Ketut Sri Astati Sukawati
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton dengan berbagai variannya menjadi kebutuhan dasar dalam membuat sebuah bangunan. Campuran betonpun beraneka ragam tegantung dari perencanaan yang dibuat sebelumnya. Campuran semen biasanya berupa campuran batu buatan, semen, air dan agregat halus serta agregat kasar. Agregat (agregat halus dan agregat kasar) berfungsi sebagai bahan pengisi dalam campuran beton. (Subakti, A.,1994). Namun dalam pembuatan bangunan sering campuran beton ditambahkan bahan (additive) namun masih ada rasa kurang yakin pada saat pembongkaran cetakan dan acuan sebelum beton mencapai kekuatan yang cukup untuk memikul berat sendiri dan beban-beban pelaksanaan yang bekerja padanya. Untuk mengatasi waktu pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan beton perlu dicarikan alternatif pemecahannya, misalnya dengan mencari bahan alternatif campuran beton atas dasar pertimbangan dengan tidak mengurangi mutu dari beton tersebut. Dari hasil penelitian sebelumnya disebutkan bahwa akibat penggantian sebagian semen dengan Fly Ash, maka kuat desak dan kuat tarik beton mengalami peningkatan (Budhi Saputro, A., 2008). Berdasarkan uraian di atas maka penulis berupaya untuk meneliti tentang seberapa kuat tekan karakteristik beton yang terjadi dengan penambahan bahan tambahan (additive) Addition H.E dalam campuran beton dan adakah pengaruh bahan tambahan (additive) Additon H.E terhadap peningkatan kuat tekan karakteristik beton tersebut. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kuat tekan beton dengan penambahan bahan tambahan (additive) Additon H.E adalah bahwa setelah dilaksanakan test kuat tekan kubus beton dan analisa kuat tekan beton dari 10 benda uji, dimana pada masing-masing percobaan dilaksanakan pembuatan benda uji kubus dengan penambahan Additon H.E dengan dosis 80 cc, 120 cc, dan 200 cc dapat mempercepat dan meningkatkan Kuat Tekan Karakteristik Beton.