Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Pendidikan Pancasila Menggunakan Articulate Storyline dengan Model Kontekstual untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Dellayla Ayu Az Zahra; Eko Handoyo; Barokah Isdaryanti
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol. 14 No. 3 (2025): PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v14i3.31407

Abstract

Pancasila Education within the Merdeka Curriculum emphasizes the development of students’ critical thinking skills; however, instructional practices at the elementary school level continue to face challenges related to the analytical nature of the content, the potential for conceptual misconceptions particularly in distinguishing the second and fifth principles of Pancasila and the limited variation of learning media and integration of educational technology. Although previous studies have reported the effectiveness of Articulate Storyline and Contextual Teaching and Learning (CTL) when implemented separately, research that systematically integrates both approaches in the context of fourth-grade Pancasila Education, especially for Chapter 4 “Pancasila Dalam Diriku”, remains limited. This study aims to develop Pancasila Education learning media assisted by Articulate Storyline integrated with the CTL model and to examine its feasibility through expert validation involving content, media, and language specialists. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model proposed by Branch, implemented up to the formative evaluation stage through expert validation, without conducting classroom implementation or student trials. The developed media, named Pandaku, incorporates trigger videos, interactive content, quizzes with automated feedback, contextual examples, summaries, and reflective activities. The validation results indicate that the media is highly feasible, achieving feasibility percentages of 95.38% (media expert), 96.92% (content expert), and 96% (language expert). Theoretically, this study contributes to the development of instructional design in Pancasila Education by offering a systematic integration of interactive digital media and CTL for value-based content that is prone to misconceptions. Practically, the developed media has the potential to enrich teachers’ instructional resources and support technology-based contextual learning in offline formats. Nevertheless, improvements in students’ critical thinking skills remain an anticipated potential that requires empirical verification through field implementation and effectiveness testing in future studies. Keywords: Pancasila Education, Articulate Storyline, Contextual Model  
PERAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH MENINGKATKAN KINERJA SDM PENDIDIKAN DI SEKOLAH Umi Nada Halim; Barokah Isdaryanti
at-Tahsin Vol 5 No 2 (2025): Manajemen Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59106/attahsin.v5i2.373

Abstract

Penelitian ini menyajikan kajian komprehensif mengenai pentingnya fungsi manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja profesional tenaga pendidik sebagai elemen strategis dalam mewujudkan mutu pendidikan yang berkelanjutan. Kualitas kinerja guru sering menghadapi persoalan mendasar seperti lemahnya supervisi akademik, rendahnya motivasi kerja, dan kurang optimalnya koordinasi organisasi, sehingga diperlukan peran kepala sekolah yang tidak hanya administratif tetapi juga transformasional. Penelitian ini menjawab sebuah pertanyaan bagaimana efektivitas fungsi manajerial kepala sekolah—meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, supervisi, evaluasi, dan pengembangan profesional—mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas guru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen, penelitian ini menemukan bahwa kepala sekolah yang menerapkan prinsip kepemimpinan kolaboratif, visioner, dan berbasis data mampu membangun budaya kerja yang kondusif, memperkuat komitmen profesional guru, serta meningkatkan kualitas pembelajaran. Pembahasan hasil menunjukkan bahwa fungsi manajerial yang efektif tidak hanya bergantung pada kompetensi teknis, tetapi juga pada kemampuan kepala sekolah membangun komunikasi interpersonal, menciptakan kejelasan tujuan, mengelola perubahan, dan mengembangkan program penguatan kompetensi guru secara berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kapasitas manajerial kepala sekolah melalui pelatihan berkelanjutan dan pengembangan model supervisi inovatif yang lebih adaptif terhadap kebutuhan guru serta tantangan pendidikan masa kini.
ANALISIS KETERKAITAN WORK-LIFE BALANCE TERHADAP MUTU PENDIDIKAN DENGAN KINERJA GURU SEBAGAI MEDIATOR Devia Berliana Putri; Joko Sutarto; Barokah Isdaryanti
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v10i4.1067

Abstract

This study aims to analyze the relationship between Work-Life Balance (WLB), teacher performance, and educational quality by using teacher performance as a mediating variable that influences WLB on educational quality. This study uses a literature study method with a qualitative approach, where data is obtained from domestic and international scientific articles related to the discussed topic and then analyzed using thematic analysis techniques to find patterns and relationships between variables. The results of the analysis indicate that WLB has a positive influence on teacher performance because teachers who can maintain a balance between work and life tend to have higher motivation, focus, and creativity. Furthermore, teacher performance has been proven to play a significant role in improving educational quality because teachers with good performance can create effective and quality learning. In addition, it was found that the effect of WLB on educational quality is indirect, through improved teacher performance as a mediator. The novelty of this study lies in combining the three variables of Work-Life Balance, teacher performance, and educational quality in one conceptual analysis model that has not been widely studied before. These findings are expected to broaden understanding of the importance of teacher well-being in efforts to continuously improve educational quality.
Manajemen Talenta Guru dalam Meningkatkan Daya Saing Lembaga Pendidikan Muflihatun Muflihatun; Barokah Isdaryanti; Joko Sutarto
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.515

Abstract

Perkembangan pendidikan di era globalisasi dan transformasi digital menuntut lembaga pendidikan memiliki daya saing yang tinggi. Salah satu faktor utama dalam peningkatan daya saing tersebut adalah kualitas sumber daya manusia, khususnya guru sebagai aset strategis dalam menentukan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis implementasi manajemen talenta guru dalam meningkatkan daya saing lembaga pendidikan di SDIT Harapan Bunda. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kritis terhadap literatur yang relevan dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dan manajemen pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen talenta guru yang meliputi identifikasi, pengembangan, dan retensi tenaga pendidik berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, inovasi pedagogik, dan kinerja guru. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi kendala berupa belum optimalnya sistem pengelolaan talenta secara terstruktur. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan manajerial yang lebih sistematis dan berbasis data untuk memperkuat daya saing lembaga pendidikan secara berkelanjutan.